Kompas.com - 28/12/2020, 22:42 WIB
Obor Olimpiade 2020 saat dipamerkan ke publik pada 1 Juni 2019 di Tokyo. AFP/BEHROUZ MEHRIObor Olimpiade 2020 saat dipamerkan ke publik pada 1 Juni 2019 di Tokyo.

TOKYO, KOMPAS.com - Menjelang akhir tahun 2020, tercatat ada lima penghematan dilakukan Tokyo 2020, panitia pelaksana Olimpiade Tokyo pada 2021.

"Kami melakukan penghematan dan mengupayakan yang terbaik," tutur CEO Tokyo 2020, Toshiro Muto.

Hingga awal Desember 2020, kebutuhan anggaran pembiayaan Olimpiade Tokyo yang tertunda setahun lantaran pandemi Covid-19 itu naik menjadi 13 miliar dollar AS atau sekitar Rp 182 triliun.

Baca juga: Olimpiade Tokyo, 3 Hal Ini Masih Jadi Kendala

Adapun, lima hal penghematan kata Toshiro Muto termasuk pengurangan tiket-tiket gratis, menyederhanakan pentas pesta pembukaan, penghematan biaya promosi melalui maskot, iklan, dan biaya konsumsi.

"Kami berhasil mengurangi biaya-biaya itu hingga 280 juta dollar AS (sekitar Rp 3,92 miliar)," kata Toshiro Muto.

Ilustrasi dollar ASThinkstock.com Ilustrasi dollar AS



Sumber FirstPost
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X