Usung Budaya Indonesia, Garena "Fantasy Town" Dapat Dukungan dari Kemenparekraf

Kompas.com - 31/07/2020, 17:40 WIB
Garena Indonesia rilis gim farming bertajuk Fantasy Town dengan berbagai karakter khas Indonesia mulai dari Roro Kidul hingga Kabayan. Dok. Garena Indonesia Garena Indonesia rilis gim farming bertajuk Fantasy Town dengan berbagai karakter khas Indonesia mulai dari Roro Kidul hingga Kabayan.


KOMPAS.com - Gim yang dirilis Garena Indonesia bertajuk Fantasy Town mendapat sambutan hangat dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf).

Fantasy Town merupakan game online berbasis simulasi pertanian dengan berbagai fitur seperti aktivitas bercocok tanam, membangun kota impian, berpetualang menjelah tempat-tempat baru, dan melawan berbagai monster.

Melalui gim tersebut, Garena Indonesia mengajak para pemain untuk mengenal serta melestarikan budaya lokal.

Sebab ada banyak elemen khas Indonesia dalam gim Fantasy Town mulai dari karakter, kostum, hingga bangunan bersejarah. 

Baca juga: Garena Indonesia Rilis Gim Fantasy Town dengan Karakter Khas Indonesia

Setelah dirilis pada Juli lalu, Fantasy Town telah memunculkan tempat-tempat bersejarah di Indonesia seperti Candi Borobudur, Monumen Nasional (Monas), Lawang Sewu, Kota Tua Jakarta, Rumah Gadang hingga Rumah Adat Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Makassar.

Adapun beberapa karakter dalam Fantasy Town ini meliputi Roro Kidul, Kabayan, Garuda, hingga Radu yang terinspirasi dari pakaian adat Madura. 

Inovasi itu kemudian mendapat dukungan dari Kemparekraf karena sejalan dengan gerakan "Bangga Buatan Indonesia" yang memperkenalkan budaya dan cerita rakyat melalui sarana digital yakni mobile games.

"Kemanparekraf menyambut baik Fantasy Town dalam perannya melestarikan kebudayaan lokal karena sejalan dengan gerakan Bangga Buatan Indonesia yang mengusung budaya bangsa Indonesia," kata Pelatksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Josua Puji Mulia Simanjuntak.

"Kami juga berharap semoga ke depannya, Fantasy Town dapat ikut terus mengenalkan budaya Indonesia hingga ke mancanegara," ujar Josua dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com

Baca juga: Kolaborasi dengan Serial Netflix Money Heist, Free Fire Hadirkan Mode Game dan Kostum Baru

Direktur Garena Indonesia, Hans Kurniadi Saleh, juga berharap gim Fantasy Town bisa bermanfaat untuk kepentingan edukasi budaya.

"Ada begitu banyak kekayaan dan material penting dari kultur Indonesia seperti seni, sejarah, dan peninggalan, yang sebelumnya hanya dapat dilihat apabila mengunjungi tempat tertentu," kata Hans.

"Fantasy Town merupakan sebuah usaha dari Garena Indonesia untuk melestarikan budaya lokal sehingga bisa diakses siapa saja secara digital."

"Melalui gim ini, diharapkan dapat bermanfaat untuk kepentingan edukasi budaya dalam menginspirasi generasi mendatang," tutur Hans Kurniadi Saleh.


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X