Kompas.com - 26/06/2020, 16:16 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menjalani konferensi pers tentang Video Assistant Referees (VAR), atau Teknologi video tayangan ulang, di Stadion San Nicola, Bari, 2 September 2016. ALBERTO PIZZOLI/AFPPresiden FIFA, Gianni Infantino, menjalani konferensi pers tentang Video Assistant Referees (VAR), atau Teknologi video tayangan ulang, di Stadion San Nicola, Bari, 2 September 2016.

LAUSANNE, KOMPAS.com - Akhirnya, FIFA menetapkan bahwa Australia dan Selandia Baru akan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia Sepak Bola Wanita 2023.

Setidaknya, ada tiga keunikan penyelenggaraan Piala Dunia Wanita 2023.

Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) menyalami kapten tim nasional putri Amerika Serikat Megan Rapinoe (kiri) disaksikan Presiden FIFA Gianni Infantino (tengah) dalam seremoni pengalungan medali dan trofi juara Piala Dunia 2019 yang diraih AS seusai mengalahkan Belanda 2-0 dalam partai final di Stadion Groupama, Lyon, Prancis, Minggu (7/7/2019). ANTARA FOTO/AFP/Christophe Simon Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) menyalami kapten tim nasional putri Amerika Serikat Megan Rapinoe (kiri) disaksikan Presiden FIFA Gianni Infantino (tengah) dalam seremoni pengalungan medali dan trofi juara Piala Dunia 2019 yang diraih AS seusai mengalahkan Belanda 2-0 dalam partai final di Stadion Groupama, Lyon, Prancis, Minggu (7/7/2019).

Pertama, sepanjang perjalanan Piala Dunia Wanita, baru kali ini ada kesempatan tuan rumah bersama.

Baca juga: 3 Keunikan Piala Dunia Wanita 2023

Kedua, Australia dan Selandia Baru yang menjadi tuan rumah berasal dari konfederasi sepak bola berbeda.

Baca juga: Australia dan Selandia Baru Tuan Rumah Piala Dunia Wanita 2023

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Australia kini berada di bawah konfederasi Asia.

Griedge Mbock Bathy mencoba menjegal Marta pada pertandingan Perancis vs Brasil dalam babak 16 besar Piala Dunia Wanita 2019 di Le Havre, 23 Juni 2019. AFP/FRANCK FIFE Griedge Mbock Bathy mencoba menjegal Marta pada pertandingan Perancis vs Brasil dalam babak 16 besar Piala Dunia Wanita 2019 di Le Havre, 23 Juni 2019.

Sementara, Selandia Baru di konfederasi Oseania.

Piala Dunia Wanita 2023 akan dilaksanakan antara Juli hingga Agustus.

Ketiga, Piala Dunia Wanita 2023 akan mempertemukan 32 negara.

Kiper timnas putri Belanda peraih Golden Glove, Sari van Veenendaal, bersama dua pemain timnas putri Amerika Serikat Megan Rapinoe yang meraih Golden Boot dan Alex Morgan peraih Silver Boot di Piala Dunia Wanita 2019.AFP/CHRISTOPHE SIMON Kiper timnas putri Belanda peraih Golden Glove, Sari van Veenendaal, bersama dua pemain timnas putri Amerika Serikat Megan Rapinoe yang meraih Golden Boot dan Alex Morgan peraih Silver Boot di Piala Dunia Wanita 2019.

Jumlah ini juga menjadi yang pertama dalam penyelenggaraan Piala Dunia Wanita.

Pasalnya, pada perhelatan terkini di 2019, jumlah peserta Piala Dunia Wanita adalah 24 negara sebagaimana lazimnya penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.

Halaman:


Sumber Xinhuanet
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.