Kompas.com - 19/04/2020, 16:15 WIB
Pemain asing PSIS Semarang Bruno Silva melakukan aksi selebrasi bersama Hari Nur Yulianto seusai mencetak gol ketiga ke gawang Persela Lamongan pada pekan kedua Liga 1 2020 yang berakhir dengan skor 2-3 di Stadion Surajaya Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (07/03/2020) sore. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUPemain asing PSIS Semarang Bruno Silva melakukan aksi selebrasi bersama Hari Nur Yulianto seusai mencetak gol ketiga ke gawang Persela Lamongan pada pekan kedua Liga 1 2020 yang berakhir dengan skor 2-3 di Stadion Surajaya Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (07/03/2020) sore.

KOMPAS.com – Pemain PSIS Semarang, Hari Nur Yulianto, mengaku lupa dengan nama lengkap Dragan Djukanovic dengan alasan terlalu lama dirumahkan selama penghentian Liga 1 2020.

Pengakuan Hari Nur diungkapkan lewat unggahan video di akun YouTube resmi PSIS Semarang.

Hari Nur Yulianto berpartisipasi dalam program PSIS Semarang untuk menghibur para penggemar yang melaksanakan karantina mandiri untuk mencegah wabah virus corona.

Ia ditantang menjawab serba-serbi soal PSIS Semarang. Jika salah menjawab, Hari Nur bakal terkena hukuman, yakni wajahnya harus rela dicoret-coret.

Baca juga: Respons Shin Tae-yong Saat Tahu Wacana Pemotongan Gaji dari PSSI

Hari Nur tak sendirian mengikuti program ini karena ia ditemani oleh anaknya perempuannya.

Lucunya, ada satu momen Hari Nur tak bisa menjawab ketika ditanya soal nama lengkap pelatihnya, Dragan Djukanovic.

Pria berusia 30 tahun itu sering keliru menyebutkan nama belakang Dragan Djukanovic.

Hari Nur hanya mengingat nama depan sang pelatih yang juga biasa dipanggil Dragan.

Baca juga: Asal-usul Logo Garuda di Dada Jersey Timnas Indonesia

"Dragan Vic," jawab Hari ketika ditanya siapa nama pelatih PSIS.

Tak sampai di situ, dalam percobaannya yang kedua, pemain yang berposisi sebagai striker tersebut belum menemukan jawaban benar.

"Dragan Vinovic," kata Hari sambil ketawa.

Menyerah tak bisa menjawab dengan benar, Hari pun beralasan bahwa kondisi tak bertemu langsung dengan sang pelatih hampir selama sebulan yang membuatnya lupa.

Baca juga: Amazon Bersiap Beli Hak Nama Tottenham Stadium Rp 489 Miliar

"Saya stay at home kok lupa-lupa yo," ujar Hari.

Kegiatan Hari Nur Yulianto di rumah merupakan arahan dari manajemen PSIS untuk meliburkan para pemain menyusul penghentian kompetisi Liga 1 sebagai dampak penyebaran Covid-19.

Selama jeda kompetisi, para pemain diminta untuk melakukan latihan mandiri dan dilarang berpergian keluar rumah jika dirasa tidak penting.

Sementara itu, belum ada kabar dari PT LIB selaku operator turnamen terkait kapan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 bergulir kembali. (Arif Setiawan)



Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X