Sejarah Lambang Garuda di Jersey Timnas Indonesia, Ada Andil Presiden Soekarno

Kompas.com - 01/04/2020, 14:20 WIB
Presiden Soekarno sedang berpidato dalam rapat raksasa mengganyang Malaysia di Gelora Bung Karno tanggal 28 Juli 1963. IPPHOSPresiden Soekarno sedang berpidato dalam rapat raksasa mengganyang Malaysia di Gelora Bung Karno tanggal 28 Juli 1963.
|

KOMPAS.com – Berkat peran Presiden Soekarno, Timnas Indonesia menjadi salah satu timnas dunia yang mengenakan lambang negaranya Garuda Pancasila pada jerseynya.

Memang tak banyak negara yang menyematkan lambang negara pada jersey timnas masing-masing.

Tercatat hanya ada enam negara anggota FIFA yang melakukan hal serupa diantaranya Indonesia, Hungaria, Spanyol, Australia, Turki, dan Slovakia.

Ada sejarah panjang dalam proses pembuatan Garuda Pancasila hingga menjadi logo jersey timnas Indonesia.

Baca juga: Ditanya Membela Timnas Indonesia, Jim Croque Ogah Menjawab

Lambang ini dicetuskan pertama kali oleh Sultan Hamid II, putra sulung Sultan Pontianak ke-6, Sultan Syarif Muhammad Alkadrie.

Sultan Hamid II mengusulkan gambar Garuda sebagai lambang negara lewat sayembara yang diadakan oleh Panitia Lencana Negara di masa Republik Indonesia Serikat (RIS), tepatnya pada 1950.

Rancangan awal lambang itu berbentuk burung Garuda yang memiliki tangan dan bahu manusia serta memegang perisai.

Rancangan itu mendapatkan masukan dari Partai Masyumi yang menilai lambang Garuda semacam itu terlalu mitologis.

Baca juga: Cerita Prank Valentino Rossi Tipu Wartawan soal Toko Ayam Osvaldo

Setelah melewati beberapa perbaikan, gambar Garuda Pancasila disahkan sebagai lambang negara pada 11 Februari 1950 dalam Sidang Kabinet RIS.

Di masa itu, lambang Garuda masih gundul dan tidak memiliki jambul seperti sekarang.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber BolaSport
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X