Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

94 Hari Jelang Piala Dunia 2022: Selebrasi Celana Melorot Giuseppe Meazza di Piala Dunia 1938

KOMPAS.com - Piala Dunia 1938 meninggalkan banyak cerita. Salah satu kisah ikonik yang terjadi pada turnamen yang digelar di Perancis itu adalah selebrasi celana melorot penyerang timnas Italia, Giuseppe Meazza.

Perancis menjadi tuan rumah Piala Dunia pada musim panas 1938. Ini adalah edisi ketiga dari turnamen sepak bola terakbar di dunia tersebut.

Piala Dunia 1938 diikuti oleh 15 tim peserta termasuk tuan rumah Perancis. Sementara itu, Austria mengundurkan diri dari turnamen karena terjadinya aneksasi (pengambilan paksa) yang dilakukan pasukan Jerman di bawah komando Adolf Hitler.

Timnas Italia datang ke Piala Dunia 1938 sebagai juara bertahan.

Empat tahun sebelumnya, Italia mengangkat trofi Jules Rimet di rumah sendiri dengan mengalahkan Cekoslowakia di partai final.

"Campur Tangan" Benito Mussolini

Italia tampil di Piala Dunia 1938 dimotori oleh sang kapten, Giuseppe Meazza. Di kursi pelatih juga masih ada Vittorio Pozzo, peracik taktik Italia saat menjadi juara empat tahun sebelumnya.

Italia mengawali kiprah di Piala Dunia 1938 dengan melawan Norwegia pada babak 16 besar. Italia harus berjuang hingga extra time untuk menyingkirkan lawannya itu.

Usai melewati adangan Norwegia, Italia lantas berjumpa tuan rumah pada perempat final. Dilansir dari The score, pada momen inilah Benito Mussolini yang kala itu berkuasa di Italia ikut "campur tangan".

Atas perintah Mussolini, Giuseppe Meazza dkk mengenakan seragam tanding berwarna hitam ketika jumpa Perancis. Padahal, seharusnya Italia memakai seragam putih.

Mussolini memerintahkan Italia memakai seragam hitam karena warna hitam adalah simbol paramiliter fasis Italia. Disebutkan juga bahwa para pemain Italia melakukan hormat fasis sebelum sepak mula.

Di lapangan, Italia tampil menggila di hadapan lebih dari 50.000 penonton yang memadati Stadion Olympique de Colombes.

Italia berhasil mengalahkan tuan rumah Perancis dengan skor 3-1. Luigi Colaussi mencetak satu gol, sedangkan Silvio Piola memborong dua gol.

Celana Melorot Meazza di Semifinal

Italia melaju ke semifinal untuk menantang Brasil. Duel Italia kontra Brasil pada semifinal Piala Dunia 1938 menyisakan kisah ikonik tentang celana melorot Giuseppe Meazza.

Melawan Brasil Stade Velodrome, Marseille, Italia memimpin pada menit ke-51 melalui gol Luigi Colaussi.

Sembilan menit kemudian, Italia punya peluang menambah gol lewat titik putih. Wasit asal Swiss, Hans Wutrich, memberikan penalti untuk Italia.

Sang kapten Giuseppe Meazza maju sebagai eksekutor. Ketika mengambil tendangan penalti, celana Meazza melorot karena talinya putus.

"Kalau orang lain, mungkin ganti celana dulu, setelah itu baru menendang," kata bek kiri Italia saat itu, Pietro Rava, seperti dilansir Kompas.id dari ESPN.

Namun, Meazza seperti tak peduli dengan celananya yang melorot. Ia tetap maju untuk mengambil penalti.

Sambil memegang celana dengan tangan kirinya, Meazza menendang bola dan masuk!

Konon, kiper Brasil saat itu, Walter, sempat menertawakan celana melorot Meazza. Bahkan, kiper Brasil itu masih tertawa saat Meazza menendang bola.

Akan tetapi, tawa Walter tak mampu menjatuhkan mental Meazza. Ia bisa mengeksekusi bola secara sempurna.

"Peppino (panggilan akrab Meazza) dengan kemahirannya menyarangkan bola ke sudut gawang. Walter, kiper Brasil, berada jauh dari lintasan bola," tutur Pietro Rava soal aksi Meazza itu.

Tetap dengan celana melorotnya, Meazza pun merayakan golnya yang membawa Italia menjauh 2-0 atas Brasil.

Brasil sempat memperkecil ketertiggalan lewat gol Romeu pada menit ke-87. Namun, gol ini tidak cukup untuk menahan laju Italia.

Misteri Pesan Mussolini Sebelum Final

Partai final Piala Dunia 1938 mempertemukan Italia dengan Hongaria. Laga digelar di Stadion Olympique de Colombes, Paris, dengan disaksikan langsung oleh sekitar 45.000 penonton.

Cerita yang beredar menyebutkan, Benito Mussolini mengirim pesan lewat telegram ke skuad Italia sebelum mereka bertanding di final.

Pesan itu berisi perintah sederhana "menang atau mati".

Pada akhirnya, Italia berhasil menang atas Hongaria dengan skor 4-2. Luigi Colaussi dan Silvio Piola sama-sama mencetak dua gol dalam laga tersebut.

Untuk kali kedua, Italia menjuarai Piala Dunia. Trofi Jules Rimet pun kembali singgah ke Italia setelah empat tahun sebelumnya diraih di tanah sendiri.

Soal pesan dari Mussolini, para pemain Italia bersikeras mengatakan bahwa mereka tidak pernah mendapat pesan seperti itu.

Namun, kiper Hongaria Antal Szabo membuat sebuah pengakuan setelah timnya kalah dari Italia pada final Piala Dunia 1938.

"Saya mungkin telah kebobolan empat gol, tetapi setidaknya saya menyelamatkan hidup mereka," kata Szabo.

https://www.kompas.com/sports/read/2022/08/18/04594988/94-hari-jelang-piala-dunia-2022-selebrasi-celana-melorot-giuseppe-meazza

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke