Termometer dan Jenisnya

Kompas.com - 01/04/2020, 10:00 WIB
Ilustrasi mengukur suhu tubuh bayi ShutterstockIlustrasi mengukur suhu tubuh bayi

KOMPAS.com - Termometer sering dijumpai di laboratorium untuk mengukur suhu ketika percobaan atau di rumah sakit untuk mengukur suhu pasien.

Termometer di laboratorium biasanya menggunakan air raksa atau alkohol yang diberi warna merah.

Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, ada beberapa kelebihan air raksa sebagai cairan pengisi termometer, sebagai berikut:

  1. Cepat menyerap panas dari benda yang akan diukur suhunya.
  2. Mendidih pada suhu tinggi, yaity 357 derajat selsius dan membeku pada suhu rendah, yaitu -39 derajat selsius.
  3. Tidak membahasahi dinding gelas sehingga pengukuran menghasilka data yang akurat.
  4. Mudah dilihat karena warnanya mengkilap seperti perak.
  5. Pemuaian teratur

Meskipun air raksa memiliki kelebihan tersebut, namun harganya lebih mahal dibandingkan termometer alkohol.

Alkohol membeku pada suhu -114,9 derajat selsius, sehingga dapat digunakan untuk mengukur suhu yang rendah.

Baca juga: Suhu Puluhan Penumpang Sempat Tinggi, Petugas Terminal Kewalahan karena Tak Ada Tim Medis

Selain itu, suhu mendidih alkohol pada 78 derajat selsius, sehingga tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu lebih dari 78 derajat selsius.

Alkohol bersifat membasahi dinding gelas sehingga hasil pengukurannya kurang teliti. Hal tersebut terjadi ketika perubahan suhu benda sangat cepat.

Ukuran termometer badan relatif lebih pendek daripada termometer di laboratorium.

Perbedaan tersebut ada di rentang skalanya yang berbeda. Di mana termometer badan hanya dari suhu terendah 35 derajat selsius dan tertinggi 42 derajat selsius.

Rentang suhu tersebut merupakan suhu yang sanggup ditahan oleh badan manusia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat Terjadinya Interaksi Antarruang

Syarat Terjadinya Interaksi Antarruang

Skola
Contoh Campuran: Homogen, Heterogen, Suspensi, dan Koloid

Contoh Campuran: Homogen, Heterogen, Suspensi, dan Koloid

Skola
Makna dalam Pembukaan UUD 1945

Makna dalam Pembukaan UUD 1945

Skola
Sumber Daya Alam Kekal, Dapat Diperbarui, dan Tidak Dapat Diperbarui

Sumber Daya Alam Kekal, Dapat Diperbarui, dan Tidak Dapat Diperbarui

Skola
Kondisi Indonesia Pasca Proklamasi Kemerdekaan

Kondisi Indonesia Pasca Proklamasi Kemerdekaan

Skola
Zat Campuran dan Macamnya

Zat Campuran dan Macamnya

Skola
Pokok Pikiran Pembukaan UUD 1945

Pokok Pikiran Pembukaan UUD 1945

Skola
Kedudukan dan Makna Pembukaan UUD 1945

Kedudukan dan Makna Pembukaan UUD 1945

Skola
Tujuan Idul Fitri

Tujuan Idul Fitri

Skola
Kegiatan Idul Fitri

Kegiatan Idul Fitri

Skola
Makna Idul Fitri

Makna Idul Fitri

Skola
Niat dan Tata Cara Shalat Idul Fitri

Niat dan Tata Cara Shalat Idul Fitri

Skola
Sunah Sebelum Shalat Idul Fitri

Sunah Sebelum Shalat Idul Fitri

Skola
Zat Tunggal: Unsur dan Senyawa

Zat Tunggal: Unsur dan Senyawa

Skola
Lafal dan Panduan Takbir Idul Fitri

Lafal dan Panduan Takbir Idul Fitri

Skola
komentar
Close Ads X