Ditentang Para Guru Ikut Indonesian Idol Saat SMA, Deva Mahenra Ingatkan Pentingnya Berbuat Baik

Kompas.com - 10/09/2021, 18:38 WIB
Artis peran Deva Mahenra dalam gala premiere film Dancing In The Rain di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Artis peran Deva Mahenra dalam gala premiere film Dancing In The Rain di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun 2007, aktor Deva Mahenra pernah mengikuti ajang Indonesian Idol di Makassar, Sulawesi Selatan.

Ketika itu ia sebenarnya tinggal di Timika, Papua, dan berstatus siswa di salah satu SMA Negeri di sana.

Baca juga: Iseng Daftar Audisi Indonesian Idol 2007, Deva Mahenra Tak Sangka Tembus Babak 40 Besar

Bermula dari iseng-iseng, tanpa diduga Deva justru terus lolos sampai mewakili Makassar untuk berangkat audisi lagi ke Surabaya.

Deva mengatakan, tidak mudah untuk mendapatkan izin dari sekolahnya. Ia bahkan sempat berbohong ke wali kelas bahwa pamannya meninggal demi mendapat izin.

Baca juga: Deva Mahenra Pernah Jadi Anggota Paskibra Tingkat Kabupaten Timika

Namun, perbuatan Deva selama menjadi siswa ternyata membantunya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Makanya teman-teman, baik itu penting ya," ujar Deva Mahenra, dikutip dari kanal YouTube Enzy Storia, Jumat (10/9/2021).

Pria kelahiran 19 April 1990 ini berujar ia memang tak pernah kursus formal Bahasa Inggris, tetapi ia suka mendengarkan lagu dan menonton film bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuannya.

Baca juga: Sinopsis Serigala Langit, Deva Mahenra Menjadi Pilot Pesawat Tempur

"Nah gue sering bantu anaknya kepala sekolah, di mata pelajarannya gue sering bantu. Cowok, teman satu tim basket gue," cerita Deva.

Kepala sekolah tersebut bermurah hati mengizinkan Deva untuk mencoba peruntungan mengembangkan bakat suara dan keberuntungan yang dimiliki.

"Jadi kepala sekolah ini merasa, 'Deva ini kan sahabatnya anak gue'. Pas guru-guru semua menentang gue izin terlalu lama sebagai anak sekolah negeri, yang punya sekolahan dia ngebolehin," tutur Deva Mahenra

Baca juga: Dulu Bucin, Mikha Tambayong Berubah Saat Bersama Deva Mahenra

Deva masih ingat nama kepala sekolahnya saat itu Bapak Adnan Puasaraka yang kini sudah almarhum.

Deva mampu menembus babak 40 besar di Jakarta.

Sayangnya ia gugur ketika hendak ke babak 24 besar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.