Kompas.com - 12/05/2021, 17:36 WIB
Ridho Slank saat dijumpai di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019). Kompas.com/Tri Susanto SetiawanRidho Slank saat dijumpai di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gitaris Slank, Ridho, mengungkap cerita yang dia rasakan sewaktu positif Covid-19.

Ridho mengatakan, saat isolasi mandiri, dia setiap harinya selalu ingin cepat-cepat pagi hari.

Sebab, kata Ridho, saat sore hari, kondisi badan sudah mulai drop hingga malam.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Ridho Slank Justru Bisa Bangun Studio Musik

"Hari kedelapan sudah mulai parah, ketika badan sudah mulai enggak enak, 'ah, aku pengin tidur cepat ah'," kata Ridho seperti dikutip Kompas.com dari kanal YouTube ARI LASSO TV, Rabu (12/6/2021).

Sekitar pukul 23.00 WIB di hari kedelapan isolasi mandiri, Ridho memutuskan untuk tidur. Saat itu, dia mengaku terasa nyenyak sekali.

Dia terbangun dan mengira sudah subuh sehingga matahari segera terbit dari ufuk timur.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ridho Slank Punya Pohon Lebih Tua dari Usianya

"Tak lihat, kok Ony (istrinya yang juga positif) masih bangun? Tak tanya, 'jam berapa sekarang?', 'jam 12', baru satu jam tidur," kata Ridho sambil tertawa.

"Wah aku ini sudah mulai ngaco. Napas sudah mulai sesak, sesak sesesak-sesaknya. Sampai aku bilang, 'kalau aku masih hidup besok nih, ke rumah sakit, harus'," ujar Ridho melanjutkannya.

Ridho berujar, pukul 02.30 WIB belum juga bisa tidur dan akhirnya memutuskan untuk menulis surat wasiat.

Baca juga: Ridho Slank Cerita Gitar Pertama, Hasil dari Tour Guide dan Dihias Raja di Bali

Setelah selesai, dia mencoba berbaring di atas tempat tidur. Hanya saja, dia merasakan halu yang cukup parah.

"Bolak-balik, sampai aku ngomong ke diri aku sendiri, aku ketemu sama aku sendiri, aku halu. 'Kamu takut apa sih, Do? Takut mati?', aku bingung, 'apa iya ya? Ya mungkin ya?', 'enggak usah takut, kita cuma beda dimensi saja. Di sini juga menyenangkan kok'," ungkap Ridho menirukan percakapan dengan dirinya sendiri saat halu.

Sambil tertawa, gitaris grup band asal Potlot itu mengatakan, halu yang dirasakannya ini seperti berbincang secara nyata dengan dirinya sendiri.

Baca juga: Ivanka Cerita Peran Slank dan Potlot dalam Hidupnya

Dalam perbincangan itu, Ridho mengaku sempat diberikan beberapa pertanyaan yang membuatnya bingung untuk menjawabnya.

"Sampai dia bilang, 'kalau kamu mati, mau ketemu siapa?', 'enggak tahu', itu keluar (suaranya). Selang waktu lama masih nanya lagi, 'ayo ketemu siapa?'. Terlintas, nama Gus Dur, John Lennon, George Harrison. Itu conversation terakhirku dan aku ketiduran," ungkap Ridho.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X