Kompas.com - 22/12/2020, 15:56 WIB
Ari Lasso dan Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis membahas soal peraturan penyiaran di Indonesia YouTube Ari Lasso TVAri Lasso dan Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis membahas soal peraturan penyiaran di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi Ari Lasso mengaku pernah mendapat surat peringatan dari KPI saat menjadi juri di Indonesian Idol.

Berbincang dengan Komisioner KPI, Yuliandre Darwis, Ari Lasso mempertanyakan langsung mengapa dirinya bisa mendapat surat teguran tersebut.

"Aku sering melontarkan kata-kata yang sering dipakai dipergaulan, pergaulan orang Jawa terutama. Ketika melihat sesuatu yang keren banget, gokil banget," kata Ari Lasso, dikutip dari kanal YouTube Ari Lasso TV, Selasa (22/12/2020).

"Gue sering banget pakai kata-kata 'gendeng', keren banget. Datang surat cinta dari KPI," kata Ari Lasso lagi.

Baca juga: Ari Lasso Unggah Foto Reunian Indonesian Idol, Ada BCL dan Daniel Mananta

Menjawab hal tersebut, Yuliandre Darwis menjelaskan, surat tersebut bukan bermaksud untuk melarang sebuah penggunaan kata tertentu.

"Jadi, sebenarnya itu tidak ada kata-kata detail. Tapi kira-kira publik merasa agak sedikit terganggu, kita kasih tahu. Artinya, bukan 'ini enggak boleh'. Mungkin itu kata kok agak kasar di daerah ini ya, kayak gitu mas Ari," ujar Yuliandre Darwis.

"Itulah mengapa surat dikasih ke dirimu. Kasih tahu saja tanda sayang publik kepada seorang Ari Lasso," kata Yuliandre menambahkan.

Yuliandre Darwis menuturkan, KPI juga memperhatikan penggunaan bahasa untuk menghargai keberagaman di Indonesia.

"Kadang-kadang bagi kita adat ini baik, atau agama ini baik, tapi bagi orang 'kok ini ada yang menyinggung' itu rasa sayang, enggak (dapat) sanksi kan," ujarnya.

Baca juga: Cerita Pertama Kali Raditya Dika Mendekati Annisa Aziza, Ternyata...

Oleh karenanya, Yuliandre Darwis menegaskan kembali KPI bukan melarang penggunaan kata tertentu dalam suatu acara.

"Publik kan ngerasa kok KPI kerjaanya ngelarang saja, padahal enggak. Ini kita menghargai 273 juta rakyat yang bermacam-macam keberagaman," jelas Yuliandre Darwis.

Dalam kesempatan itu, Yuliandre Darwis juga menjelaskan cara kerja KPI sebagai rambu peringatan penyiaran di Indonesia.

"Sebenarnya (KPI) menjadi rambu-rambu, bukan untuk vonis ya terhadap orang. Misalnya, banyak publik yang respon bahwa 'kok kata-katanya anak saya', nonton mungkin prime time," kata Yuliandre Darwis.

"Ada orang beranggapan itu terganggu. Tetapi, secara norma dan aturan kalau memang pelanggaran, itu langsung (diberi) sanksi," ujar Yuliandre menambahkan.

Baca juga: Ari Lasso Harapkan Para Peserta Indonesian Idol Bisa Taklukan Hati Penonton


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X