BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Mola

Catat, Sutradara Peraih Oscar Spike Lee Akan Hadir Eksklusif di Mola Living Live Hari Ini

Kompas.com - 04/12/2020, 15:28 WIB
Spike Lee berpose di sesi Photocall untuk film BlacKkKlansman di Festival Film Cannes ke-71, Selasa (15/5/2018). Featureflash Photo Agency/Shutterstock.comSpike Lee berpose di sesi Photocall untuk film BlacKkKlansman di Festival Film Cannes ke-71, Selasa (15/5/2018).
Penulis Agung Dwi E
|

KOMPAS.com – Pecinta film di Indonesia bakal kedatangan tamu istimewa, hari ini, Jumat (4/12/2020). Sutradara kawakan Shelton Jackson “Spike” Lee akan menjadi bintang tamu di program Mola Living Live yang disiarkan langsung dan ekslusif di Mola TV pukul 19.30 WIB.

Bagi moviegoers “garis keras”, sosok Spike Lee pasti sudah tidak asing lagi. Sutradara, penulis naskah, produser, sekaligus aktor ini punya sederet film berbobot selama hampir empat dekade berkarier di dunia film.

Sebut saja She’s Gotta Have It (1986), Do the Right Thing (1989), Malcolm X (1992), 25th Hour (2002), Inside Man (2006), Chi-Raq (2015), BlacKkKlansman (2018), dan Da 5 Bloods (2020).

Khusus BlacKkKlansman, film tersebut mendapatkan sambutan luar biasa. Film yang dibintangi John David Washington dan Adam Driver ini memenangkan 43 penghargaan di seluruh festival film sepanjang 2018-2019.

Puncaknya, BlacKkKlansman memenangi Best Adapted Screenplay di Academy Awards 2019, Best Screenplay (Adapted) di BAFTA Awards 2019, Movie of the Year di AFI Awards 2019, serta 2 penghargaan di Cannes Film Festival 2018, yakni Grand Prize of the Jury dan Prize the Ecumenical Jury.

Baca juga: Serial tentang Kisah Asal-usul Kota Roma, Romulus Tayang Eksklusif di Mola TV

Kemonceran Spike Lee sebagai sutradara sudah diperlihatkan sejak ia menempuh pendidikan film di New York University. Film untuk tugas akhirnya, Joe’s Bed-Stuy Barbershop: We Cut Heads (1983), mendapatkan perhatian sineas film Amerika.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Film tersebut pun didapuk sebagai film terbaik di ajang Student Academy Award—penghargaan bergengsi bagi mahasiswa perfilman di Amerika Serikat.

Saat menggarap film Joe’s Bed-Stuy Barbershop: We Cut Heads, Lee dibantu oleh Ernest Dickerson, sinematografer yang kemudian menemaninya menggarap film-film lain, dan Ang Lee, sutradara kenamaan yang saat itu menjadi teman satu kelasnya.

Tiga tahun berselang, Lee meluncurkan film She’s Gotta Have It. Film ini menandai awal karier pria kelahiran Atlanta, Amerika Serikat (AS), 20 Maret 1957 itu di dunia perfilman Hollywood.

Film tersebut mengangkat kisah percintaan perempuan Afro-Amerika di Brooklyn, AS. Tokoh utamanya, Nola Darling, digambarkan sebagai perempuan yang bebas dalam menentukan kehidupan percintaannya.

Nola menjalin hubungan percintaan dengan tiga lelaki sekaligus dalam satu waktu. Ia bahkan berhasil membuat tiga pria tersebut tak punya pilihan selain berkompromi satu sama lain untuk berbagi cinta Nola.

Pada 1986, hal tersebut merupakan sesuatu yang revolusioner. Oleh kritikus film The New York Times DJR Bruckner, persona Nola Darling dianggap sebagai simbol perlawanan perempuan Afro-Amerika pada masa itu.

She’s Gotta Have It, kata dia, berhasil menyodorkan pertanyaan penting dan menggelitik, bahkan dengan karakter tokoh yang tidak digarap secara detail.

“Orang-orang ini bukanlah korban kekuatan tak kasatmata. Mereka membuat pilihan, mempertahankannya, serta tumbuh dengan memahaminya, sekalipun ujungnya tidak selalu bahagia,” tulis Bruckner seperti dikutip dari nytimes.com, Jumat (8/8/1986).

Baca juga: Waiting for the Barbarians, Dongeng Kolonial yang Masih Relevan di Era Sekarang

Dimulai dari film itu, Lee terus konsisten menyuarakan isu-isu sensitif, seperti sosial, rasialisme, politik, dan kemanusiaan ke dalam film-filmnya. Tidak hanya melalui film, ia pun turut vokal melalui media sosial terkait isu-isu tersebut.

Tak heran konsistensi sikap Lee tersebut, baik yang ditunjukkan melalui film maupun aktivisme, menjadikan dirinya sebagai sineas yang dihormati dan kerap menjadi inspirasi bagi orang lain.

Karena konsistensi itu pula, Academy of Motion Picture Arts and Sciences memberi Honorary Award kepada Lee pada November 2015.

“Kita harus melakukan diskusi tentang isu keberagaman dan mengemukakan masalah ini lebih serius. Industri ini (Hollywood) ketinggalan jauh di belakang (industri) olahraga. Sangat konyol,” kata Lee saat menerima Honorary Award, seperti melansir The Guardian, Minggu (15/11/2015).

Dipandu eks dubes Indonesia

Acara Mola Living Live bersama Spike Lee akan dipandu oleh eks Duta Besar Indonesia untuk AS, Dino Patti Djalal dan aktor Reza Rahadian.

Spike Lee menjadi bintang tamu di Mola Living Live, Jumat (4/12/2020) pukul 19.30 WIB. Dok. Mola TV Spike Lee menjadi bintang tamu di Mola Living Live, Jumat (4/12/2020) pukul 19.30 WIB.

Dino menyambut antusias saat diminta Mola TV menjadi pemandu acara tersebut. Ia mengaku sudah menjadi penggemar Lee sejak era 1980-an.

Hal itu bermula saat ia menonton She’s Got to Have It di kampus ketika menempuh studi di Queens, New York. Sejak saat itu, Dino jatuh cinta dengan film-film Lee lainnya, seperti Do the Right Thing dan Malcolm X.

“Kesempatan untuk berbincang dengan Spike Lee merupakan momen yang luar biasa bagi saya pribadi,” kata Dino dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (3/12/2020).

Bagi Dino, Lee merupakan cultural icon di AS yang selalu lantang dalam mengemukakan opininya. Ia pun berharap bisa mendapatkan petuah-petuah berharga dari Lee, terutama terkait kreativitas dalam berkarya.

“Mudah-mudahan Lee akan cerewet ketika bincang-bincang dengan saya dan Reza, because that is when he is at his best,” tuturnya lagi.

Baca juga: Darren Aronofsky Berbagi Cerita di Episode Terbaru Mola Living Live

Setali tiga uang dengan Dino, Perwakilan Mola TV Mirwan Suwarso pun mengharapkan hal serupa.

Sebagai tokoh dunia yang mendapatkan banyak penghargaan, Lee selalu mengedepankan orisinalitas dalam berkarya. Sutradara ini juga berani mengemukakan isu penting dalam membela dan menjunjung hal yang ia yakini benar.

“Diharapkan para sineas muda Indonesia dan penonton Mola TV bisa mendapatkan inspirasi dan motivasi dari sosok legendaris ini. Suatu kehormatan bagi Mola TV untuk dapat menggelar ajang diskusi ini dengan seorang Spike Lee,” tambah Mirwan.

Mola TV, kata dia, akan selalu berkomitmen untuk memberikan inspirasi dan aspirasi bagi penonton dengan menghadirkan tokoh-tokoh dunia di program Mola Living Live.

“Hal tersebut merupakan upaya kami untuk turut serta dalam membangun manusia Indonesia untuk dapat bersaing di dunia internasional,” imbuhnya.

Sebagai informasi, program Mola Living Live telah menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif, seperti Mike Tyson, Luc Besson, Sharon Stone, dan Darren Aronofsky pada edisi sebelumnya.
Rencananya, Mola TV juga akan menghadirkan Hans Zimmer dan Sylvester Stallone di Mola Living Live edisi berikutnya.

Anda bisa menyaksikan bincang-bincang ekslusif Spike Lee bersama Dino dan Reza dengan membeli paket langganan Mola TV mulai dari Rp 12.500 di tautan ini.

Selamat menonton!

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar