HUT Ke-55 Harian Kompas, Tulus Buka Penampilan dengan "Teman Hidup"

Kompas.com - 28/06/2020, 20:52 WIB
Tulus tampil di Java Jazz Festival 2020 yang digelar di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu(1/3/2020) Tulus membawakan lagu Monokrom,Labirin,Ruang Sendiri. KOMPAS.com/DIENDRA THIFAL RAHMAHTulus tampil di Java Jazz Festival 2020 yang digelar di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu(1/3/2020) Tulus membawakan lagu Monokrom,Labirin,Ruang Sendiri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi Tulus membuka acara HUT ke-55 Harian Kompas dengan lagu "Teman Hidup".

Acara yang bertajuk "Kawan Dalam Perubahan" ini disiarkan langsung Kompas TV pada Minggu (28/6/2020).

Baca juga: Bung Karno, Sosok di Balik Nama Harian Kompas...

Tidak sendiri, Tulus ditemani dengan rekan-rekannya yang mendampinginya bermain musik dalam acara tersebut.

Dengan suara dan musik yang terdengar syahdu, Tulus seakan menggambarkan Harian Kompas sebagai surat kabar yang selalu menemani pembaca di setiap peristiwa.

Mengenakan pakaian hitam, Tulus menunjukkan penggambaran itu dalam bait-bait lirik yang berada dalam "Teman Hidup".

Baca juga: 55 Tahun Harian Kompas, Berikut Sejarah dan Asal-usul Nama Kompas

"Tetaplah bersamaku, jadi teman hidupku//Berdua kita hadapi dunia//Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju//Bersama arungi derasnya waktu," begitu punyi lirik "Teman Hidup" yang dinyanyikan Tulus secara mendalam.

Sebagai informasi, Harian Kompas genap berusia 55 tahun sejak pertama kali resmi terbit pada 28 Juni 1965.

Dua hari sebelum terbit, Presiden Soekarno menamai Harian Kompas sebagai pemberi arah dan jalan dalam mengarungi lautan dan hutan rimba.

Baca juga: 55 Tahun Harian Kompas, Panduan Masyarakat Mengarungi Informasi dan Peristiwa

Baru empat bulan berjalan sejak awal berdiri, tepatnya 4 hingga 5 Oktober 1965, Harian Kompas diminta tidak terbit karena situasi politik.

Hingga keesokan harinya, 6 Oktober 1965, Harian Kompas mendapatkan izin kembali untuk terbit.

Namun pada 21 Januari 1978, Harian Kompas kembali dilarang terbit oleh pemerintah.

Baca juga: Politisi, Relawan, hingga Eks Pemred Harian Kompas Diajukan Jokowi Jadi Dubes

"Saya yang ditelepon, 'kalimatnya biasa aja. Besok Kompas enggak boleh terbit'," ungkap Wakil Pemimpin Redaksi 1978, P Swantoro, dikutip Kompas.com dari siaran Kompas TV.

Setelah beberapa hari, 6 Februari 1978, Harian Kompas diizinkan kembali terbit.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X