Jalan Panjang Kasus Ayam Geprek Bensu, Upaya Mediasi hingga Ajukan PK

Kompas.com - 15/06/2020, 12:27 WIB
Ruben Onsu bersama adiknya, Jordi Onsu serta kuasa hukum, Minola Sebayang saat ditemui di Ditkrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020). KOMPAS.com/Revi C RantungRuben Onsu bersama adiknya, Jordi Onsu serta kuasa hukum, Minola Sebayang saat ditemui di Ditkrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sengketa nama dagang Geprek Bensu masih berlanjut, pihak Ruben Onsu berencana masih ingin menempuh upaya hukum setelah kasasinya ditolak oleh Mahkamah Agung.

Berikut rangkumannya.

1. Ajukan PK

Pihak Ruben Onsu mempertimbangkan mengajukan peninjauan kembali (PK) atas putusan Mahkamah Agung (MA) terkait sengketa nama dagang Geprek Bensu.

Baca juga: Kasasi Ditolak MA, Ruben Onsu Pertimbangkan PK Terkait Merek Geprek Bensu

Adapun, MA sebelumnya menyatakan menolak kasasi yang diajukan pihak Ruben Onsu terkait nama dagang Geprek Bensu dan mengabulkan sebagian rekonvensi dari PT Ayam Geprek Benny Sujono.

"Jadi upaya hukum luar biasa itu Peninjauan Kembali (PK), itu jadi ada satu babak. Bagaimana bisa dieksekusi jika kami mengubah gerai kami dengan form kami dengan dua sertifikat yang ada (tulisan Geprek Bensu dan tulisan Geprek Bensu beserta logo ayam api) di kelas 43," ucap Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, saat jumpa pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (13/6/2020).

2. Mitra bisnis tak bisa buka cabang

Artis peran Jordi Onsu yang merupakan adik presenter Ruben Onsu buka suara soal nasib mitra waralaba Geprek Bensu yang kini tengah bersengketa.

Baca juga: Ruben Onsu Belum Mediasi Terkait Sengketa Merek Geprek Bensu, Ini Alasannya

Menurut Jordi, setelah sengketa ini mencuat, da mitra bisnis yang kini sulit dalam membuka gerai.

"Di mana ada beberapa mitra, tetapi tokonya (cabang) tidak dibuka sama tim, ada di Pademangan. Kemarin ada preskon yang punya Pak Kidon, karena saya yang urusin," ucap Jordi Onsu.

Halaman:

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X