Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Festival Gula dan Manisnya Idul Fitri di Turkiye

Kompas.com - 27/03/2024, 08:40 WIB
Rosy Dewi Arianti Saptoyo,
Kristian Erdianto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Turkiye terkenal dengan kudapan manisnya. Bahkan, negara tersebut menggelar Festival Gula saat Idul Fitri.

Usai 30 hari berpuasa di bulan Ramadhan, muslim Turkiye berkumpul bersama keluarga dan kerabat untuk menikmati penganan manis.

Ada tiga hari khusus yang didedikasikan untuk merayakan Ramadhan dan Idul Fitri dengan Festival Gula.

Festival Gula, atau Seker Bayram dalam bahasa Turkiye, dapat diartikan sebagai pesta gula.

Kendati demikian, asal mula istilah Seker Bayram bukan berasal dari banyaknya makanan manis yang disantap warga Turkiye.

Dikutip dari Daily Sabah, istilah Seker Bayram diyakini muncul karena salah pengucapan sukur bayram, yang berarti hari raya yang patut disyukuri.

Menurut pakar sejarah era Ottoman, Murat Bardakci, istilah sukur merujuk pada rasa syukur karena telah menunaikan kewajiban berpuasa selama sebulan.

Pada zaman Ottoman, kata sukur yang berarti terima kasih dan seker yang berarti gula, dieja menggunakan karakter yang sama dalam alfabet Ottoman.

Tradisi zaman Ottoman

Tradisi ini bermula dari kebiasaan sultan di zaman Ottoman (1299-1922) memberikan penghormatan kepada ibunya saat Idul Fitri dan membagikan uang jajan ke anak-anak.

Uang tersebut ditaruh dalam kantong kecil yang dihiasi dan digunakan untuk membeli permen. Kebiasaan itu kemudian ditiru oleh masyarakat.

Secara tradisional, Idul Fitri di Turkiye dihabiskan bersama keluarga, berkunjung ke orang yang lebih tua, berdandan dengan penampilan terbaik, lalu berbagi makanan dan hadiah.

Pedagang tak melewatkan kesempatan ini sehingga ada tiga hari usai bulan Ramadhan di mana Turkiye dipenuhi jual beli kudapan manis.

Dikutip dari Inside Out Istanbul, selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri, suasana jalanan kota seperti karnaval, terutama jika ada parade baklava dari janisari, unit utama tentara Ottoman.

Pada zaman Kekaisaran Ottoman, istana membagikan baklava dalam nampan kepada tentara mereka di hari ke-15 bulan puasa.

Pembagian nampan berisi kudapan manis tersebut berkembang hingga dibagikan kepada warga sipil. Tradisi ini disebut halk tatlisi.

Isi nampan yang dibagikan juga bertambah, tak hanya baklava, ada coklat, permen, sirop manis tulumba, dan kue khas Turkiye lainnya.

Toko kue di lingkungan sekitar juga berbaik hati untuk memberikan kudapan kepada para tamu.

Sementara, halaman masjid besar di Istanbul, seperti Sultan Ahmet, Hagia Sophia, dan Eyup Sultan, menjadi lokasi pekan raya yang dipenuhi kios-kios penjual berbagai macam kebutuhan Ramadhan.

Seker Bayram begitu melekat dalam kehidupan masyarakat Turkiye. Tradisi yang kerap disebut Ramadhan Bayram itu terus dilestarikan sejak masa Kekaisaran Ottoman.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

[VIDEO] Hoaks! Tentara China Mendarat di Manado

[VIDEO] Hoaks! Tentara China Mendarat di Manado

Hoaks atau Fakta
[VIDEO] Beredar Hoaks Gibran Sudah Jadi Ulama dan Dapat Gelar Kiai

[VIDEO] Beredar Hoaks Gibran Sudah Jadi Ulama dan Dapat Gelar Kiai

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Penandatanganan Bukti Pelunasan Utang Indonesia ke China

[HOAKS] Penandatanganan Bukti Pelunasan Utang Indonesia ke China

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Seorang Perempuan Membuat Vlog Saat Tsunami di Taiwan

[HOAKS] Seorang Perempuan Membuat Vlog Saat Tsunami di Taiwan

Hoaks atau Fakta
[VIDEO] Hoaks! Yusril Mundur dari Tim Hukum Prabowo-Gibran

[VIDEO] Hoaks! Yusril Mundur dari Tim Hukum Prabowo-Gibran

Hoaks atau Fakta
[VIDEO] Beredar Hoaks soal Semburan Lumpur Gas di IKN

[VIDEO] Beredar Hoaks soal Semburan Lumpur Gas di IKN

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Hoaks! Stroke Dapat Dideteksi dengan Menggerakkan Jari Tangan

INFOGRAFIK: Hoaks! Stroke Dapat Dideteksi dengan Menggerakkan Jari Tangan

Hoaks atau Fakta
[VIDEO] Beredar Hoaks China Akan Pindahkan Warganya ke Indonesia

[VIDEO] Beredar Hoaks China Akan Pindahkan Warganya ke Indonesia

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Gerhana Matahari pada 8 April Terkait Pengaktifan CERN

[HOAKS] Gerhana Matahari pada 8 April Terkait Pengaktifan CERN

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Narasi Keliru soal Foto Gedung Miring di Taiwan

INFOGRAFIK: Narasi Keliru soal Foto Gedung Miring di Taiwan

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Foto Kapal Perang Rusia Memasuki Laut Merah

[HOAKS] Foto Kapal Perang Rusia Memasuki Laut Merah

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Waspadai Hoaks Permintaan Dana Mengatasnamakan OJK

INFOGRAFIK: Waspadai Hoaks Permintaan Dana Mengatasnamakan OJK

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Video Kim Jong Un Mengeksekusi Mati Koruptor

[HOAKS] Video Kim Jong Un Mengeksekusi Mati Koruptor

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Gerhana Matahari Total Terlihat dari 7 Kota di AS Bernama Niniwe pada 8 April

[HOAKS] Gerhana Matahari Total Terlihat dari 7 Kota di AS Bernama Niniwe pada 8 April

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Video Serangan Rudal Iran ke Tel Aviv

[HOAKS] Video Serangan Rudal Iran ke Tel Aviv

Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com