Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fajar/Rian ke Final All England 2024: Termotivasi Jonatan-Ginting, Servis Jadi Senjata

Kompas.com - 17/03/2024, 08:56 WIB
Farahdilla Puspa,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto termotivasi keberhasilan Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie lolos ke final All England 2024. 

Fajar/Rian ke final All England 2024 usai menang 21-18, 21-18 atas Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang) di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Minggu (17/3/2024) dini hari WIB.

Indonesia punya tiga wakil di final All England 2024 dengan satu jaminan gelar juara menyusul duel Merah Putih pada nomor tunggal putra antara Ginting dan Jonatan. 

Rian mengatakan, keberhasilan Ginting dan Jonatan menambah motivasinya dan Fajar. Mereka juga bertekad mempersembahkan gelar untuk Indonesia. 

Baca juga: Jonatan Christie ke Final All England 2024, Berstrategi, Reli adalah Kunci

"Pencapaian all Indonesian final di tunggal putra tentunya menambah motivasi kami di pertandingan tadi," kata Rian dalam keterangan PBSI.

"Kami mau juga mempersembahkan gelar All England untuk Indonesia. Jadi, besok (hari ini) kami mau berusaha maksimal," tutur Rian menambahkan. 

Fajar/Rian nyaris bertanding tiga gim karena mereka terus tertinggal sejak awal gim kedua hingga papan skor memperlihatkan angka 14-18. 

Bahkan, mereka sempat ketinggalan sembilan angka dalam kedudukan 3-12. Saat skor 14-18, Fajar/Rian berhasil meraih empat angka beruntun. 

Baca juga: Jadwal Final All England 2024: Ginting Vs Jonatan, Indonesia Pastikan Gelar Juara

Setelah itu, Fajar/Rian yang berstatus juara bertahan All England, membalikkan situasi dan menang 21-18. 

Fajar tidak menyangka bisa mengubah keadaan. Namun, daya juang yang besar mampu memupuk kembali keyakinan Fajar dan Rian. 

"Kami tidak menyangka bisa mengejar dan membalikkan keadaan pada gim kedua. Tapi kami saling mendukung," kata Fajar. 

"Saling menunjukkan daya juang yang besar bahwa selagi belum selesai, tidak boleh dulu menyerah," tuturnya. 

Baca juga: Fajar/Rian Siap Rebut Kembali Gelar All England 2024

Selain daya juang, kombinasi servis diakui Fajar menjadi senjata untuk mengalahkan Hoki/Kobayashi. 

"Tadi kuncinya servis, kombinasi servis yang kami gunakan saat tertinggal itu menjadi senjata efektif untuk meraih poin demi poin," ucap dia. 

"Servis pendek, servis panjang, dan servis drive-nya kami yakinkan lagi," ucap Fajar menambahkan. 

Fajar tidak mau terlena dengan hasil ini. Menurutnya, masih banyak aspek yang perlu dibenahi dari permainnannya dan Rian. 

Baca juga: All England 2024: Saat Flash Kamera Mengganjal Hati Gregoria...

"Kami merasa di sini bisa bermain lebih enjoy. Tapi walau sudah masuk final, masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki, mengurangi kesalahan-kesalahan sendiri," ujarnya. 

Fajar/Rian akan melawan Aaron Chia/Soh Wooi Yik dalam upaya mereka mempertahankan gelar All England.

"Peluangnya di final 50:50, kami pernah menang lawan mereka, pernah kalah juga," kata Fajar Alfian. 

"Lawan bermain sangat bagus di turnamen kali ini. Semoga besok kami bisa mengungguli mereka," ucapnya lagi. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Jadwal Timnas Indonesia di Tournoi Maurice Revello 2024

Jadwal Timnas Indonesia di Tournoi Maurice Revello 2024

Timnas Indonesia
Indonesia Vs Guinea, Respons PSSI soal Shin Tae-yong Kena Kartu Merah

Indonesia Vs Guinea, Respons PSSI soal Shin Tae-yong Kena Kartu Merah

Timnas Indonesia
Gia Cedera, Jakarta Pertamina Enduro Akhiri Kontrak

Gia Cedera, Jakarta Pertamina Enduro Akhiri Kontrak

Sports
VAR Mobile Meluncur Ke Arena Championship Series, Teknologi Baru Liga 1

VAR Mobile Meluncur Ke Arena Championship Series, Teknologi Baru Liga 1

Liga Indonesia
Noda Rasialisme Indonesia Vs Guinea: PSSI Wajib Edukasi Fan, Beri Pemahaman

Noda Rasialisme Indonesia Vs Guinea: PSSI Wajib Edukasi Fan, Beri Pemahaman

Timnas Indonesia
Saat Philippe Troussier Tonton Langsung Indonesia Vs Guinea...

Saat Philippe Troussier Tonton Langsung Indonesia Vs Guinea...

Timnas Indonesia
Indonesia Ikut Turnamen Toulon 2024, Gantikan Mesir, Segrup dengan Italia

Indonesia Ikut Turnamen Toulon 2024, Gantikan Mesir, Segrup dengan Italia

Timnas Indonesia
Bali United Vs Persib Pindah Arena: Maung Tak Masalah, Ada Keuntungan

Bali United Vs Persib Pindah Arena: Maung Tak Masalah, Ada Keuntungan

Liga Indonesia
Noda Rasialisme Usai Indonesia Vs Guinea: Tak Sehat, Citra Buruk di Mata Dunia

Noda Rasialisme Usai Indonesia Vs Guinea: Tak Sehat, Citra Buruk di Mata Dunia

Timnas Indonesia
Persib Tatap Championship Series, Motivasi 'Tolak Kalah' dari Bobotoh

Persib Tatap Championship Series, Motivasi "Tolak Kalah" dari Bobotoh

Liga Indonesia
Jadwal Liga Inggris: Man United Vs Arsenal Akhir Pekan Ini

Jadwal Liga Inggris: Man United Vs Arsenal Akhir Pekan Ini

Liga Inggris
Laga Championship Series Bali United Vs Persib Resmi Pindah Arena

Laga Championship Series Bali United Vs Persib Resmi Pindah Arena

Liga Indonesia
Timnas Indonesia Minta Maaf Usai Warganet Lakukan Aksi Rasis ke Guinea

Timnas Indonesia Minta Maaf Usai Warganet Lakukan Aksi Rasis ke Guinea

Timnas Indonesia
PSSI Kecam Aksi Rasialisme kepada Guinea, Jangan Nodai Perjuangan Timnas Indonesia

PSSI Kecam Aksi Rasialisme kepada Guinea, Jangan Nodai Perjuangan Timnas Indonesia

Internasional
Timnas U17 Putri Indonesia Petik Pelajaran Berharga, Semangat Tak Patah

Timnas U17 Putri Indonesia Petik Pelajaran Berharga, Semangat Tak Patah

Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com