Pebulu Tangkis Malaysia Ubah Namanya karena Alasan Kesehatan

Kompas.com - 08/07/2020, 22:00 WIB
Pasangan ganda campuran Malaysia, Goh Liu Ying & Chan Peng Soon saat melawan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad dan Winny Oktavina Kandow pada babak perempat final turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (19/7/2019). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPasangan ganda campuran Malaysia, Goh Liu Ying & Chan Peng Soon saat melawan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad dan Winny Oktavina Kandow pada babak perempat final turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (19/7/2019).
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Pebulu tangkis ganda campuran Malaysia, Chan Peng Soon, mengubah karakter namanya dalam aksara China karena alasan kesehatan.

Dikutip BolaSport.com dari The Star, Chan Peng Soon memutuskan mengganti karakter namanya dalam aksara China karena sempat dua kali mengalami masalah kesehatan.

Chan sempat mengalami kelumpuhan pada wajah atau Bell's Palsy pada BWF World Tour Finals di Guangzhou, China, Desember 2019.

Dua pekan silam, tandem main Goh Liu Ying tersebut juga harus dilarikan ke rumah sakit.

"Kondisi kesehatan saya tidak bagus akhir-akhir ini, jadi saya pikir tidak ada salahnya mencoba mengubah nama saya," kata Chan.

Peraih medali perak Olimpiade Rio 2016 tersebut mengaku mendapat usulan mengganti karakter nama dari seorang temannya.

Baca juga: Hadiah Kecil, Chan Peng Soon Kritik Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia

"Teman saya yang ahli numerologi memberi saya saran. Dia membuat perhitungan dan menurut saya tak ada salahnya memercayai kalau mengubah karakter nama saya akan mengubah peruntungan ada aspek kesehatan," tutur dia.

Namun, Chan memastikan perubahan karakter namanya itu tak mengubah pengucapannya.

Chan Peng Soon bukan pebulu tangkis pertama yang mengubah nama.

Pemain ganda putra Malaysua, Goh V Shem, mengubah nama tengahnya dari Wei ke V pada 2012.

Huruf V merupakan representasi kata victory atau kemenangan.

Entah ada hubungannya atau tidak, prestasi Goh menanjak sejak saat itu.

Ia dan Lim Khim Wah memenangi Malaysia Open 2013.

Goh lalu berpasangan dengan Tan Wee Kiong dan membawa Malaysia menjadi runner-up Piala Thomas 2014, memenangi Glasgow Commonwealth Games, serta merebut medali perak Olimpiade Rio 2016.(Lariza Oky Adisty)


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X