Sempat Kritik Asosiasi Bulu Tangkis India, HS Prannoy Akhirnya Minta Maaf

Kompas.com - 28/06/2020, 02:30 WIB
Pemain tunggal putra India, Prannoy Haseena Sunil Kumar bertanding melawan pemain tunggal putra China, Chen Long pada pertandingan perempat final BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jumat (16/6/2017). Prannoy melaju ke semifinal setelah menang dengan skor 21-18, 16-21, dan 21-19. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPemain tunggal putra India, Prannoy Haseena Sunil Kumar bertanding melawan pemain tunggal putra China, Chen Long pada pertandingan perempat final BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jumat (16/6/2017). Prannoy melaju ke semifinal setelah menang dengan skor 21-18, 16-21, dan 21-19.
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Pebulu tangkis tunggal putra India, HS Prannoy telah meminta maaf kepada Asosiasi Bulu Tangkis India (BAI) atas kritik pedasnya terkait rekomendasi untuk Arjuna Award.

Dikutip dari BolaSport.com, HS Prannoy direkomendasikan meraih penghargaan tersebut oleh pelatih kepala timnas bulu tangkis India, Pullela Gopichand, terkait kapasitasnya sebagai mantan penerima penghargaan Rajiv Gandhi Khel Ratna.

HS Prannoy telah menyampaikan permintaan maaf setelah BAI memperlihatkan keluhannya yang diunggah sosial media Twitter.

Tak cuma itu, BAI juga menyoroti masalah kedisplinan pebulu tangkis peringkat ke-28 dunia itu di masa lalu yang membuat namanya tidak diusulkan sebagai penerima penghargaan.

Presiden BAI Himanta Biswa Sarma telah menerima permintaan maafnya dan sekretaris jenderal BAI Ajay Singhania berharap insiden itu tidak akan terulang.

"Sangat disayangkan menyaksikan sesuatu seperti ini, tetapi Prannoy telah menghubungi kami. Kami berharap pemain bisa langsung menghubungi federasi jika ingin mengajukan protes," kata Singhania dalam pernyataan 23 juni.

Pada 2 Juni, BAI merekomendasikan Satwiksairaj Rankireddy, Chirag Shetty dan Sameer Verma untuk penghargaan Arjuna.

Prannoy telah menyampaikan kritik pedas kepada BAI setelah diabaikan dalam nominasi Arjuna Award untuk kedua kalinya secara beruntun,

Baca juga: Cara India Jaga Motivasi Pebulu Tangkis Muda Selama Pandemi Virus Corona

"Kisah lama yang sama. Orang yang memiliki Medali Commonwealth Games dan Kejuaraan Asia bahkan tidak direkomendasikan oleh Asosiasi. Dan orang yang tidak ada di turnamen-turnamen besar ini direkomendasikan, #waah #thiscountryisajoke," tulis Prannoy dalam Twitternya yang sudah dihapus.

Prannoy dan Kidambi tidak tampil pada semifinal Kejuaraan Beregu Asia 2020 di Manila pada Februari.

Sebaliknya, mereka pergi ke Barcelona untuk bermain di turnamen lain. India akhirnya kalah pada semifinal dan finis di urutan ketiga.

Atas dasar kedisiplinan, BAI tidak mencalonkan Kidambi dan Prannoy untuk penghargaan Rajiv Gandhi Khel Ratna dan Arjuna.

Namun, Kidambi telah meminta maaf dan diusulkan BAI untuk penghargaan Khel Ratna, pekan lalu.

Aplikasi Kidambi telah diteruskan ke Kementerian Olahraga, tetapi Prannoy telah diabaikan dan diminta untuk menanggapi cuitannya di sosial media terhadap BAI dalam waktu 15 hari. (Delia Mustikasari)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X