Tontowi Ahmad Pensiun, Prestasi dari Juara Dunia hingga Emas Olimpiade

Kompas.com - 18/05/2020, 09:53 WIB
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia,Tontowi Ahmad, saat menerima bunga dari eks rekan bermainnya, Liliyana Natsir. Dok. PB DjarumPebulu tangkis ganda campuran Indonesia,Tontowi Ahmad, saat menerima bunga dari eks rekan bermainnya, Liliyana Natsir.

KOMPAS.com - Tontowi Ahmad baru saja resmi mengumumkan pensiun dari dunia bulu tangkis yang telah membesarkan namanya.

Indonesia Masters 2020 menjadi turnamen terakhir Tontowi Ahmad yang kala itu dipasangkan dengan Apriyani Rahayu.

Pria kelahiran Banyumas 1987 itu mengawali karier profesionalnya dengan bergabung ke PB Djarum Kudus pada 2005.

Melansir BWF, Indonesia Open 2006 menjadi turnamen internasional pertama bagi Tontowi Ahmad. Kala itu, dia berpasangan dengan Richi Puspita Dili. 

Sejak saat itu, Tontowi "wara-wiri" di turnamen level internasional sebagai spesialis ganda campuran dengan beberapa tandemnya. 

Baca juga: Harapan Tontowi Ahmad untuk Praveen/Melati dan Hafiz/Gloria

Namanya semakin mentereng saat mulai dipasangkan dengan Liliyana Natsir pada 2010.

Setahun sejak dipasangkan, keduanya sukses meraih medali emas SEA Games 2011.

Gelar-gelar superseries (sekarang BWF World Tour) pun perlahan-lahan dikumpulkan oleh keduanya sehingga mereka memastikan diri bergabung dalam peta persaingan ganda campuran dunia.

Tontowi Ahmad terus menorehkan sejarah seusai menjuarai turnamen bergengsi All England sebanyak tiga kali secara beruntun dari 2012 hingga 2014.

Pada tahun 2012, Tontowi melakoni debutnya di Olimpiade London. Sayangnya, Tontowi/Liliyana gagal mengamankan gelar juara setelah kalah dari pasangan China, Xu Chen/Ma Jin, di semifinal.

Tontowi juga kalah dalam perebutan podium ketiga. Alhasil, Tontowi/Liliyana juga harus merelakan medali perunggu.

Baca juga: Saat Mental Pemenang Selamatkan Tontowi/Liliyana di Kejuaraan Dunia 2013

Tujuh bulan kemudian, tepatnya pada 11 Maret 2013, kegagalan di pesta olahraga dunia itu langsung dibayar tuntas dengan menjuarai All England.

Tak hanya sukses mempertahankan gelar juara All England, pada Agustus 2013, Tontowi juga berhasil mengangkat trofi juara dunia pertamanya.  

Pada 2014, Tontowi Ahmad bersama Liliyana Natsir sukses mencetak hattrick juara All England.

Puncak prestasi Tontowi terjadi kala ia meraih medali emas Olimpiade Rio 2016 bersama Liliyana Natsir.

Medali emas Rio 2016 bukanlah akhir dari prestasinya. Tontowi masih haus gelar juara. Dia membuktikannya dengan menjadi juara dunia untuk kali kedua pada 2017.

Pada 2019, Tontowi Ahmad tak lagi berpasangan dengan Liliyana Natsir. Sebab, Liliyana Natsir memutuskan pensiun lebih dulu tepat setelah pertandingan final Indonesia Masters 2019.

Setelahnya, Tontowi Ahmad sempat dipasangkan oleh Winny Oktavina Kandow dan Apriyani Rahayu sebelum akhirnya resmi gantung raket.

Baca juga: Praveen/Melati Mendekati Tontowi/Liliyana Tapi Belum Konsisten

Berikut daftar gelar juara Tontowi Ahmad yang dihimpun Kompas.com dari BWF:

Bersama Yulianti 

2007: Indonesia International Challenge

2008: Vietnam Open

Bersama Shendy Puspa Irawati

2008: Vietnam Open

Bersama Richi Puspita Dili

2009: Vietnam International Challenge

Bersama Liliyana Natsir:

2010: Macau Open, Indonesia Masters.

2011: India Open, Malaysia Masters, Singapore Open, Macau Open, SEA Games.

2012: All England, Swiss Open, India Open, Indonesia Masters, Macau Open.

2013: All England, India Open, Singapore Open, World Championship, China Open.

2014: All England, Singapore Open, French Open.

2015: Asia Championship, Indonesia Masters.

2016: Olimpiade Rio, China Open, Hong Kong Open.

2017: Indonesia Open, World Championship, French Open.

2018: Indonesia Open.


Sumber BWF
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X