Dampak Terlalu Sering Rebahan, Pengaruhi Otak hingga Kesehatan Jantung

Kompas.com - 14/05/2022, 15:19 WIB
Gaya hidup kurang gerak dan banyak rebahan dikaitkan langsung dengan peningkatan lemak viseral dan subkutan, yang pada akhirnya berkontribusi sebagai penyebab perut buncit. SHUTTERSTOCKGaya hidup kurang gerak dan banyak rebahan dikaitkan langsung dengan peningkatan lemak viseral dan subkutan, yang pada akhirnya berkontribusi sebagai penyebab perut buncit.

KOMPAS.com - Orang yang suka diam di satu tempat dalam waktu yang lama hingga berjam-jam sering disebut "kaum rebahan".

Bagi mereka yang suka rebahan, mereka akan mencari posisi nyaman untuk beraktivitas sembari rileks.

Kondisi ini banyak terjadi pada zaman sekarang, mulai dari sekolah, bekerja, dan hobi yang bisa dilakukan dari tempat yang nyaman seperti kamar.

Hal ini juga didukung dengan semakin canggihnya teknologi. Namun jika dibiarkan terlalu lama, kenyamanan ini dapat menimbulkan dampak buruk bagi gaya hidup sehari-hari.

Walaupun terdengar sepele, gaya hidup menetap di satu tempat, atau yang biasa disebut gaya hidup sedentari, dapat menimbulkan beberapa efek buruk bagi otak dan kesehatan.

Rebahan bisa mempengaruhi neuron otak

Menurut American Addiction Center Resource, penelitian di Wayne State University School of Medicine yang diterbitkan dalam Journal of Comparative Neurology menggambarkan apa yang terjadi di otak ketika mereka menghabiskan waktu mereka secara aktif dan tidak aktif.

Baca juga: Tips Bebas Pegal Saat Asyik Rebahan Maraton Drama Korea

Yang perlu diketahui tentang otak kita adalah otak terdiri dari neuron, yang terkadang disebut sebagai sel saraf.

Otak memiliki kapasitas untuk menghasilkan neuron baru hingga usia tua dan memiliki kemampuan untuk mengubah dan memperbaiki neuron yang rusak seperti yang terganggu oleh penggunaan alkohol kronis (tidak, alkohol tidak benar-benar membunuh sel-sel otak).

Tetapi, bagaimanapun aktivitas atau ketidakaktifan memengaruhi neuron masih menjadi misteri.

Dalam studi di atas, para peneliti memfokuskan pada bagian otak yang disebut medula ventrolateral rostral, yang mengontrol sistem saraf simpatik.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.