Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apakah Minum Kopi Menyebabkan Dehidrasi Pada Tubuh Kita?

Kompas.com - 01/05/2022, 07:20 WIB
Artika Rachmi Farmita

Penulis

KOMPAS.com - Kopi adalah salah satu minuman yang diketahui identik dengan kandungan kafein.

Kafein memang berkhasiat dapat membantu tetap waspada dan meningkatkan kinerja.

Hanya saja, kandungan kafein dalam kopi disebut dapat menyebabkan dehidrasi karena kafein memiliki efek diuretik pada ginjal.

Diuretik adalah zat yang dapat menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak urin.

Apakah benar kopi seberbahaya itu hingga menyebabkan dehidrasi?

Baca juga: Buka Puasa dengan Minum Kopi, Amankah Bagi Kesehatan?

Kafein dan hidrasi

Dilansir dari Healthline, di dalam tubuh, kafein melewati usus dan masuk ke aliran darah.

Akhirnya, kafein akan mencapai hati, tempat kafein dipecah menjadi beberapa senyawa yang mempengaruhi fungsi organ seperti otak.

Meskipun kafein utamanya dikenal karena efeknya terhadap otak, penelitian telah menunjukkan bahwa kafein mungkin memiliki efek diuretik terhadap ginjal, terutama jika dalam dosis tinggi.

Diuretik adalah zat yang menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak urin dari biasanya.

Kafein dapat memberikan efek diuretik dengan meningkatkan aliran darah ke ginjal sehingga ginjal terpacu untuk melepaskan lebih banyak air melalui urin.

Dengan mendorong buang air kecil, senyawa dengan sifat diuretik seperti kafein dapat mempengaruhi status hidrasi tubuh.

Baca juga: Waktu Minum Kopi yang Baik di Bulan Puasa agar Tak Bikin Susah Tidur

Kopi tidak menyebabkan dehidrasi

Meskipun kafein dalam kopi mungkin memiliki efek diuretik, kopi tidak menyebabkan tubuh dehidrasi.

Agar kafein memiliki efek diuretik yang signifikan, penelitian menunjukkan bahwa seseorang perlu mengonsumsi lebih dari 500 mg per hari atau setara dengan 5 cangkir kopi yang diseduh.

Sebuah penelitian terhadap 10 peminum kopi meninjau dampak minum 200 ml air, kopi rendah kafein (dengan 269 mg kafein), dan kopi berkafein tinggi (537 mg kafein).

Para peneliti melihat, minum kopi berkafein tinggi memiliki efek diuretik jangka pendek, sedangkan kopi dan air berkafein rendah dapat menghidrasi.

Selain itu, penelitian lain menunjukkan, asupan kopi dalam jumlah sedang sama hidrasinya dengan air minum.

Misalnya, sebuah penelitian terhadap 50 peminum kopi berat mencatat bahwa minum 800 ml kopi setiap hari selama 3 hari sama-sama menghidrasi dengan minum air dalam jumlah yang sama.

Baca juga: Benarkah Minum Kopi Menyebabkan Dehidrasi?

Kemudian, analisis dari 16 penelitian menemukan, mengonsumsi 300 mg kafein dalam sekali duduk atau setara dengan 3 cangkir kopi yang diseduh dapat meningkatkan produksi urin hanya 109 ml.

Jadi, bahkan ketika kopi membuat lebih sering buang air kecil, kopi seharusnya tidak membuat tubuh dehidrasi.

Sebab tubuh tidak akan otomatis kehilangan cairan sebanyak yang diminum sebelumnya.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Lulu Lukyani)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com