Pembeli Hasil Tambang Ilegal Diancam Pidana, Wagub Jabar Sebut Sama dengan Penadah

Kompas.com - 16/01/2022, 12:07 WIB
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum saat menerima Laporan Hasil Pemeriksaan Semester II Tahun 2021 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jabar di Kantor BPK Jabar, Kota Bandung, Kamis (30/12/2021). DOK. Humas Pemerintah Provinsi Jawa BaratWagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum saat menerima Laporan Hasil Pemeriksaan Semester II Tahun 2021 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jabar di Kantor BPK Jabar, Kota Bandung, Kamis (30/12/2021).
Penulis Farid Assifa
|

KOMPAS.com - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengimbau semua investor, kontraktor, atau pengembang yang beroperasi di Jawa Barat, jika ada kebutuhan material hasil tambang agar menggunakan material dari perusahaan tambang yang berizin.

Hal ini dilakukan demi kebaikan berinvestasi sehingga kegiatan bisnis berjalan lancar.

"Jika asal-asalan, tidak tertib, nanti akan menimbulkan masalah dalam pelaksanaanya. Sewaktu-waktu bisa disidak terkait perizinannya dan sering terjadi galian ilegal menjual materialnya di bawah harga legal, kena yang ilegal jelas tidak bayar pajak," imbau Pak Uu, sapaan karib Uu Ruzhanul kepada Kompas.com dalam keterangan tertulis, Minggu (16/1/2022).

Baca juga: Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Pak Uu menegaskan, Pemda Provinsi Jawa Barat (Jabar) bersama pihak terkait akan menindak tegas penambangan ilegal, termasuk mata rantainya.

Dianggap penadah

Oleh karena itu, ia juga mengimbau perusahaan kontruksi, pengembang dan sejenisnya ataupun masyarakat agar tidak membeli material dari hasil galian ilegal.

Sebab, kata Pak Uu, menerima produk ilegal dapat dipidana sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Dengan kata lain membeli tambang ilegal sama saja dengan membeli barang curian atau bisa disebut penadah.

"Termasuk yang di Cirebon, oleh karena itu dengan kenyataan seperti itu kami Pemprov akan sidak pada saat-saat tertentu ke beberapa wilayah, termasuk di antaranya Cirebon, dan tidak menutup kemungkinan kalau benar-benar itu ilegal kami akan minta aparat untuk segera menutup sebagai bentuk keadilan pemerintah sebagai pembeda ilegal dengan legal," tambahnya.

Merusak alam

Belum lagi, penambangan ilegal juga rentan dengan kerusakan alam karena proses penambangan yang tidak teratur dan cendrung bersifat sporadis. Bahkan nyawa para penambang sendiri kerap jadi taruhannya. Tentunya karena faktor keselamatan kerja tidak terlalu diperhatikan.

Oleh karenanya, dengan beberapa kemudaratan yang timbul. Pak Uu mengimbau supaya penambang atau perusahaan tambang ilegal untuk mematuhi aturan yang ditetapkan pemerintah terkait penambangan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.