Tak Yakini Tradisi, Pelaku Penendang Sesajen di Gunung Semeru Ditangkap dan Minta Maaf

Kompas.com - 15/01/2022, 16:10 WIB

KOMPAS.com - Pelaku penendang sesajen di lokasi bencana Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa timur ditangkap polisi pada Kamis (13/1/2021).

Pelaku berinisial HF tersebut ditetapkan tersangka oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jatim.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto mengatakan, tersangka sengaja merekam aksinya menggunakan ponsel miliknya.

Polisi mengungkap motif pria penendang sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru, HF (31) yang belakangan viral di media sosial.

Kepada polisi, HF mengaku perusakan itu dilakukan karena tradisi sesajen tidak sesuai dengan apa yang diyakini.

"Motif sementara pelaku karena sesajen bukan tradisi yang diyakininya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Kombes Totok Suharyanto kepada wartawan, Jumat (14/1/2022).

Penyidik, kata dia, akan terus mendalami motif sesungguhnya dari pemeriksaan yang sedang dilakukan.

Baca juga: Soal Penendang Sesajen di Gunung Semeru, Pelaku Minta Bantuan Teman untuk Merekam Aksinya

Pelaku minta maaf

Mengenakan topi hitam dan kaus abu-abu gelap, HF meminta maaf kepada masyarakat. Dia menyadari jika tindakannya tersebut bisa melukai perasaan orang lain.

"Kepada seluruh masyarakat Indonesia yang saya cintai, kiranya apa yang pernah kami lakukan dalam video itu dapat menyinggung perasaan Saudara, kami mohon maaf yang sedalam-dalamnya," kata HF di sela-sela proses pemeriksaan di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Jumat (14/1/2022).

Polisi memburu HF setelah pria tersebut menendang dan merusak sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru.
Tak hanya itu, tindakan tersebut divideokan hingga viral di media sosial. Aksi HF dianggap mecederai kerukunan.

Polisi kemudian memburu keberadaan HF hingga menemui keluarganya di Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur. Namun menurut pengakuan keluarga, HF sudah lama tinggal di Yogyakarta.

(Sumber : Kompas.com Editor Reza Kurnia Darmawan, Pythag Kurniati)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.