Warga Korban Erupsi Gunung Semeru Dapat Dana Tunggu Hunian hingga 6 Bulan

Kompas.com - 05/12/2021, 19:32 WIB
Pakaian tertutup abu vulkanik Gunung Semeru di salah satu rumah warga di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). Akibat awan panas guguran Gunung Semeru tersebut puluhan rumah warga rusak dan ratusan warga mengungsi. ANTARA FOTO/ZABUR KARURUPakaian tertutup abu vulkanik Gunung Semeru di salah satu rumah warga di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). Akibat awan panas guguran Gunung Semeru tersebut puluhan rumah warga rusak dan ratusan warga mengungsi.

KOMPAS.com - Pasca terjadinya erupsi Gunung Semeru, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memberikan dana tunggu hunian kepada para korban hingga enam bulan kedepan.

Warga yang rumahnya mengalami kerusakan dari sedang hingga berat akibat tertimbun abu vulkanik akan dibangunkan kembali.

"Artinya sampai nanti rumah mereka dibangunkan kembali dengan dukungan pemerintah di lokasi yang baru saat ini," ujar Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari dalam jumpa pers, Minggu (5/12/2021).

Sementara lokasi rumah baru ini masih didiskusikan dan dimatangkan oleh pemerintah daerah. Setelah lokasi sudah fiks, nantinya akan dibangunkan hunian baru.

Namun selama masa tunggu itu, hingga enam bulan ke depan, BNPB akan memberikan dana tunggu kepada masyarakat.

Sementara itu, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansyah menambahkan, setiap KK, yang rumahnya rusak dan tidak dapat ditinggali kembali, akan mendapatkan Rp 500.000 setiap bulannya selama kurun waktu enam bulan.

Selain itu, hingga kini BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan instansi terkait masih melakukan asesmen dan pendataan cepat kerusakan rumah yang timbul akibat kejadian bencana erupsi Gunung Semeru.

Diberitakan sebelumnya, Gunung Semeru yang berada di dua kabupaten, yakni Malang dan Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 15.20 WIB.

Baca juga: Update Korban Jiwa Erupsi Gunung Semeru Bertambah 14 Orang dan Luka-luka 56 Orang

Kasubbid Mitigasi Bencana Gunung Api wilayah Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kristianto mengatakan, erupsi yang terjadi berupa awan panas guguran.

"Berupa awan panas guguran. Diawali dengan kejadian laharan pada pukul 13:30 WIB," ujar Kristianto saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu.

"Pada saat kejadian awal visual gunung tertutup kabut, awan panas guguran mengarah ke Besuk Kobokan dan hingga saat ini masih berlangsung," tambahnya.

Adapun pada Jumat (3/12/2021), PVMBG memberikan update status kondisi Gunung Semeru pada Level 2 yang artinya waspada.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.