Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Daftar 31 Negara yang Sudah Laporkan Kasus Varian Omicron

Kompas.com - 04/12/2021, 06:40 WIB

KOMPAS.com - Penyebaran virus corona varian Omicron semakin meluas. Kasus virus corona varian baru ini dilaporkan sudah terjadi di berbagai negara di dunia.

Covid-19 varian Omicron merupakan varian baru virus corona yang pertama kali terdeteksi di Botswana dan telah menjadi perhatian masyarakat dan ilmuwan baru-baru ini.

Oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), varian Omicron langsung dikategorikan sebagai Variant of Concern (VoC). VoC adalah varian virus corona yang bisa menyebabkan peningkatan penularan dan angka kematian akibat Covid-19. VoC juga merupakan varian dengan dua komponen VoI.

Baca juga: Varian Omicron Sudah Menyebar di 30 Negara, Ini Daftarnya

Berangkat dari hal tersebut, para ilmuwan mewaspadai kemungkinan varian ini lebih menular daripada virus corona biasa.

Mengutip berita Kompas.com yang melansir Mint, per Kamis (2/12/2021), sudah ada 30 negara yang melaporkan temuan kasus Covid-19 varian Omicron.

Kemudian pada Jumat (3/12/2021), terkonfirmasi bahwa dua negara tetangga, Singapura dan Malaysia, sudah melaporkan adanya kasus positif Covid-19 varian Omicron di negaranya.

Di Singapura, terkonfirmasi ada dua kasus virus corona Omicron. Dua orang pasien yang terkonfirmasi positif corona varian Omicron itu tengah dirawat di di National Centre for Infectious Diseases (NCID).

Diketahui kedua pasien tersebut tiba di Singapura pada Rabu (1/12/2021) dari Johannesburg, Afrika Selatan, menaiki maskapai Singapore Airlines dengan nomor penerbangan SQ 479.

Sementara di Malaysia, Kementerian Kesehatan setempat telah mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Malaysia, Jumat (3/12/2021). 

Mengutip akun resmi Twitter Kemenkes Malaysia, kasus pertama Omicron ini ditemukan setelah melakukan uji genome sequencing pada 74 sampel positif Covid-19 periode 11-28 November 2021.

Berikut ini adalah daftar negara yang sudah melaporkan temuan kasus Covid-19 varian Omicron di negaranya, hingga Jumat (3/12/2021):

Baca juga: 3 Negara Dekat Indonesia yang Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron

  1. India: 2 kasus
  2. Afrika Selatan: 183 kasus
  3. Botswana: 19 kasus
  4. Belanda: 16 kasus
  5. Hong Kong: 7 kasus
  6. Israel: 2 kasus
  7. Belgia: 2 kasus
  8. Inggris: 32 kasus
  9. Jerman: 10 kasus
  10. Australia: 8 kasus
  11. Italia: 4 kasus
  12. Ceko: 1 kasus
  13. Denmark: 6 kasus
  14. Austria: 4 kasus
  15. Kanada: 7 kasus
  16. Swedia: 4 kasus
  17. Swiss: 3 kasus
  18. Spanyol: 2 kasus
  19. Portugal:13 kasus
  20. Jepang: 2 kasus
  21. Pulau Reunion (Perancis): 1 kasus
  22. Ghana: 33 kasus
  23. Korea Selatan: 3 kasus
  24. Nigeria: 3 kasus
  25. Brasil: 2 kasus
  26. Norwegia: 2 kasus
  27. Amerika Serikat: 1 kasus
  28. Arab Saudi: 1 kasus
  29. Irlandia: 1 kasus
  30. Uni Emirat Arab (UEA): 1 kasus
  31. Singapura:2 kasus
  32. Malaysia: 1 kasus

Baca juga: Waspadai Varian Omicron, AS Akan Perketat Kedatangan Luar Negeri, Ini Kebijakannya

Pencegahan varian Omicron

Untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran varian Omicron ini, sejumlah negara telah menutup pintu kedatangan dari negara-negara di Afrika, terutama negara di selatan Afrika, dan memperketat kedatangan dari luar negeri.

Hanya saja para ahli kesehatan masyarakat mengatakan perlu kehati-hatian menyikapi varian ini, karena belum ada bukti kuat bahwa Omicron lebih berbahaya daripada varian sebelumnya seperti Delta.

Hal itu karena masih banyak yang belum diketahui tentang Omicron, termasuk apakah itu lebih menular dan mampu menyebabkan penyakit yang lebih serius.

Ada beberapa bukti bahwa varian tersebut dapat menginfeksi ulang orang dengan lebih mudah. Ada tanda-tanda awal bahwa Omicron hanya dapat menyebabkan penyakit ringan.

Tetapi pengamatan itu terutama didasarkan pada kasus-kasus Afrika Selatan di antara kaum muda, yang secara keseluruhan cenderung tidak sakit parah akibat Covid-19.

(Sumber:Kompas.com/Danur Lambang Pristiandaru, Aditia Jaya Iswara, Ahmad Naufal Dzulfaroh | Editor: Sari Hardiyanto, Aditia Jaya Iswara, Rizal Setyo Nugroho)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+