Mengapa Covid-19 Terus Memunculkan Varian Baru?

Kompas.com - 28/11/2021, 20:30 WIB
Ilustrasi varian Omicron. Peneliti memegang sampel darah varian baru Covid-19 Omicron (B.1.1.529). Varian Omicron langsung dimasukkan WHO ke kategori variant of concern. SHUTTERSTOCK/angellodecoIlustrasi varian Omicron. Peneliti memegang sampel darah varian baru Covid-19 Omicron (B.1.1.529). Varian Omicron langsung dimasukkan WHO ke kategori variant of concern.

KOMPAS.com - Covid-19 varian baru kembali muncul. Kali ini, varian baru virus corona itu diberi nama Omicron.

Kemunculan Covid-19 varian Omicron ini memunculkan kekhawatiran global. Pasalnya, varian Omicron oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dikelompokkan ke dalam kategori Variant of Concern (Voc).

VoC adalah varian virus corona yang bisa menyebabkan peningkatan penularan dan angka kematian akibat Covid-19. VoC juga merupakan varian dengan dua komponen VoI.

Selain varian Omicron, varian virus corona lainnya yang juga masuk dalam kategori VoC adalah varian Alpha, Beta, Gamma, dan Deta.

Baca juga: Bagaimana Varian-varian Baru Virus Corona Bisa Muncul?

Melihat kondisi tersebut, Covid-19 varian Omicron memiliki potensi penularan yang tinggi. Varian baru yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan ini bahkan disebut lebih berbahaya daripada varian Delta.

Penjelasan Epidemiolog soal kemunculan virus corona varian baru

Epidemiolog dari Griffith University, Australia, Dicky Budiman, mengatakan, varian virus corona terus bermunculan karena adanya kesempatan atau peluang yang besar untuk menyebar dan mereplikasi diri.

"Itu timbul karena kita memberi peluang virus ini menginfeksi manusia dengan leluasa. Kemudian tidak terkendali sehingga ini bisa menginfeksi pada gilirannya," ujar Dicky saat dihubungi Kompas.com, Minggu (28/11/2021).

Ia menyebutkan, varian super yang dapat menyebar menyebar seperti Omicron dan Delta akan menginfeksi orang dengan masalah imunitas tubuh.

"Nah ini yang membuat virus itu lebih lama ada dalam tubuh si orang itu sehingga semakin lama di dalam tubuh ya semakin banyak terjadi replikasi," lanjut dia.

Ketika peluang mutasinya menjadi lebih besar, maka peluang terjadinya satu varian yang super juga makin besar.

Baca juga: Corona Varian Omicron 500 Persen Lebih Menular, WHO Sebut Mengkhawatirkan

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.