Faktor Penyebab Eropa Menjadi Pusat Pandemi Covid-19 Saat ini

Kompas.com - 27/11/2021, 09:00 WIB
Gelombang Covid-19 keempat di Eropa telah membuat Australia waspada.. LAPRESSE/AP/ALFREDO FALCONE via ABC INDONESIAGelombang Covid-19 keempat di Eropa telah membuat Australia waspada..

KOMPAS.com - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adanom Ghebreyesu menyebukan, Eropa menjadi pusat pandemi Covid-19.

Faktor penyebabnya ialah karena rasa aman palsu atas perlindungan yang ditawarkan vaksinasi yang sedang gencar dilakukan.

WHO kembali memperingatkan, virus corona SARS-CoV-2 akan terus menyebar secara intens ketika masyarakat kembali berkerumun dan melakukan mobilitas menjelang libur natal dan tahun baru.

Dilansir dari Reuters, Rabu (24/11/2021), pekan lalu lebih dari 60 persen dari semua kasus harian dan kematian yang dilaporkan berasal dari Eropa.

"Kami mengkhawatirkan rasa aman palsu yang diamini banyak orang, bahwa ketika sudah divaksin artinya pandemi berakhir kemudian orang yang sudah vaksin ini abai protokol kesehatan," kata Tedros.

Oleh karena itu, vaksinasi, pemakaian masker, dan jaga jarak sosial adalah kunci penting untuk mencegah penularan. Kita tidak bisa hanya mengandalkan salah satu dari tiga hal itu.
"Di Eropa orang-orang berkumpul seperti pra-pandemi, bahkan itu terjadi di tengah-tengah lonjakan kasus dan sistem kesehatan mulai tumbang," direktur darurat WHO kata Mike Ryan.

"Dan kenyataannya virus akan terus menular secara intens di lingkungan itu," katanya.

Ahli epidemiologi WHO Maria van Kerkhove mengatakan, penting untuk mengambil tindakan selama periode liburan akhir tahun.

"Langkah-langkah sosial tidak berarti lockdown," imbuhnya.

Baca juga: Covid Eropa Melonjak, WHO Singgung Rasa Aman Palsu dari Vaksin
Kepala ilmuwan WHO Soumya Swaminathan, ditanya tentang rekomendasi baru Uni Eropa untuk penguat Covid-19 bagi orang di atas 40 tahun, mengatakan bahwa prioritas harus tetap menginokulasi semua orang dewasa dan kelompok yang paling rentan terlebih dahulu.

"Fokus pada kelompok yang tidak divaksinasi dan berisiko tinggi," katanya.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.