Jepang dan China Merugi dari Kereta Cepat di Negerinya Sendiri

Kompas.com - 21/11/2021, 08:27 WIB
Ilustrasi kereta cepat. ThinkstockIlustrasi kereta cepat.
Penulis Farid Assifa
|

KOMPAS.com - Kereta cepat ternyata tidak menimbulkan banyak untung. Ada sejumlah negara-negara maju yang menghentikan kereta cepat karena merugi.

Berikut daftar negara yang merugi dari kereta cepat:

1. Jepang

Jepang yang awalnya hendak berinvestasi kereta cepat di Indonsia ternyata di negaranya sendiri merugi.

Menurut Nikkei via Kompas.com, Central Railway harus menanggung rugi 1,8 miliar dollar AS atas kereta cepat rute Osaka-Tokyo.

Baca juga: Alasan Negara Maju Seperti AS Memilih Tidak Mengembangkan Kereta Cepat

Memang awalnya rute Tokyo-Osaka masih menguntungkan. Demikian pula dengan rute Osaka-Hakata.

Namun belakangan, tahun 2020, Jepang mengakui mengalami kerugian 1,8 miliar dollar AS atas kereta cepat rute Osaka-Tokyo.

2. China

China juga berinvestasi proyek kereta cepat di Indonesia rute Jakarta-Bandung. Namun di negerinya sendiri, China ternyata merugi dari megaproyek.

Data dari Statista yang dilansir Kompas.com, dari 15 rute kereta cepat yang ada, mayoritas merugi. Hanya 5 rute yang menguntungkan. Sisanya merugi terus.

3. Malaysia

Sementara Malaysia memutuskan menghentkan kereta cpat rute Kuala Lumpur - Jurong Singapura meski negara jiran itu sudah terlanjur mengeluarkan biaya investasi yang tinggi. Bahkan, Malaysia juga harus mengeluarkan biaya kompensasi kerugian kepada Singapura.

4. Amerika Serikat

Amerika Serikat juga memiliki riwayat yang kurang bagus soal kereta cepat. Negeri Paman Sam ini pernah memiliki kereta cepat bernama Acela yang dikelola Amtrax, perusahaan negara milik AS.

Namun perusahaan ini tidak berkembang pesat karena proyek itu ternyata tidak menguntungkan juga. Penumpangnya sepi.

Baca juga: Sebagai Negara Maju, Kenapa AS Enggan Mengembangkan Kereta Cepat?

Menurut BBC, AS sebenarnya memiliki rencana membangun kereta cepat rute Los Angeles dan San Fransisco. Namun rencana itu menuai perdebatan publik.

Yang menolak kereta cepat menilai apa fungsi kereta cepat setelah negara itu memiliki jaringan jalan tol dan pesawat udara yang sangat baik. (Sumber: Kompas.com/ Penulis: Muhammad Idris | Editor: Muhammad Idris)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.