Menilik Mata Uang Kripto: di Indonesia Haram, Bagaimana Negara Lain?

Kompas.com - 14/11/2021, 06:21 WIB
Ilustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency. PEXELS/WORLDSPECTRUMIlustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency.

KOMPAS.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi mengharamkan penggunaan cryptocurrency alias mata uang kripto sebagai alat tukar/transaksi jual-beli.

Sebagian ulama organisasi besar seperti Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) juga sebelumnya telah mengeluarkan fatwa haram.

 

Sebenarnya, pembatasan penggunaan mata uang kripto tak hanya terjadi di Indonesia.

Beberapa negara lain juga memberlakukan aturan serupa, bahkan melarang sepenuhnya kegiatan yang berkaitan dengan cryptocurrency.

Berikut beberapa negara yang melarang dan membatasi cryptocurrency, dihimpun Kompas.com dari Make Use of, Sabtu (13/11/2021):

Baca juga: Keluarkan Fatwa Haram Uang Kripto, NU: Cryptocurrency Seperti Judi

1. Mesir

Kasus di Mesir ini agak mirip di Indonesia. Mata uang kripto tidak sepenuhnya dilarang di negara berpenduduk mayoritas Muslim itu.

Namun hukum agama di sana melarang penggunaanya.

Legislator Muslim di Mesir mengatakan keberadaan mata uang kripto bisa mengancam keamanan nasional.

Tampaknya, ada sebagian pemerintah Mesir yang mendukung cryptocurrency. Namun menurut legislator muslim, pemerintah yang mendukung mata uang kripto justru bisa membahayakan ekonomi negara.

Walaupun ada batasan mata uang kripto, hal itu tidak menghentikan warga Mesir untuk membeli dan menggunakan cryptocurrency.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.