Luhut dan Erick Dilaporkan ke KPK, GP Ansor: Orang Berprestasi Pasti Banyak yang Iri

Kompas.com - 07/11/2021, 10:32 WIB
Penulis Farid Assifa
|

KOMPAS.com - Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteru BUMN Erick Thohir dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena dituding terlibat bisnis alat tes PCR melalui PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).

Pihak yang melaporkan kedua menteri itu adalah Partai Rakyat Adil Makmur (Prima). 

Wakil Ketua Umum Prima, Alif Kamal, dilansir dari Kompas.com, Jumat (5/11/2021), mengatakan, pihaknya melaporkan kedua menteri itu berdasarkan hasil investigasi pemberitaan media terkait dugaan adanya keterlibatan pejabat negara dalam bisnis PC.

Baca juga: Ketua GP Ansor: Menteri Kerja Keras Atasi Covid-19, Layak Diapresiasi, Bukan Digebuki

Menurutnya, investigasi pemberitaan media terkait perkara itu layak ditindaklanjuti oleh KPK sebagai data awal.

Terkait pelaporan itu, Ketua GP Ansor Rahmat Hidayat Pulungan mengatakan bahwa melaporkan setiap dugaan korupsi ke KPK adalah hak warga negara.

Menurutnya, tidak ada yang salah dengan hal itu. Apalagi, KPK merupakan salah satu alat negara yang memiliki otoritas untuk hal tersebut. Namun demikian, kata Rahmat, konsekuensinya adalah apapun hasil investigasinya harus diterima oleh publik.

Namun demikian, Rahmat menuding bahwa persoalan itu sebenarnya didasari rasa iri hati terhadap para menteri yang dianggapnya berprestasi. 

"Orang itu kan kalau banyak prestasinya pasti saja ada yang iri. Pak Luhut dan Pa Erick ini kan selama Covid keliahatan betul perjuangan dan pengorbanannya untuk rakyat. Dan, selama Covid kan juga semua Menteri dan pimpinan lembaga tinggi negara melakukan hal yang sama," kata Rahmat melalui pesan WhatsApp kepada Kompas.com, Minggu (7/11/2021).

Terkait isu bisnis PCR, Rahmat mengatakan ada dua hal yang yang dipermasalahkan, yakni terkait harga dan PT GSI. Soal harga, ia mengatakan itu adalah otoritas Kementerian Kesehatan, bukan dua pejabat itu.

"Sedangkan soal GSI itu kan dari awal inisiatif dan kolaboratif banyak pihak dan semangatnya gerakan sosial-kemanusiaan. Sudah dijelaskan oleh Jubir LBP (Luhut Binsar Pandjaitan) dan ET (Erick Thohir). Bisa dipertanggungjawabkan," kata Rahmat.

"Kalau istilah orang kampung itu kan yang namanya emas mau ditaruh di manapun tetap emas. Dibuang di sungai tetap direbutin orang," lanjutnya.

Baca juga: Ketua GP Ansor: Jokowi Tahu Mana Menteri yang Bisa Kerja, Mana yang Tidak

Sebelumnya, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir menjadi sorotan publik karena diduga terlibat dalam bisnis tes PCR melalui PT GSI. Keduanya ikut patungan dalam membentuk perusahaan penyedia tes PCR melalui perusahaan mereka masing-masing.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.