Mahfud MD: Korban Pinjol Ilegal, Jangan Membayar

Kompas.com - 24/10/2021, 08:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD memberikan keterangan pers terkait UU ITE di Jakarta, Jumat (11/6/2021). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/pras. ANTARA FOTO/Rivan Awal LinggaMenteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD memberikan keterangan pers terkait UU ITE di Jakarta, Jumat (11/6/2021). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/pras.

KOMPAS.com - Upaya pemerintah memberantas pinjaman online (pinjol) ilegal semakin gencar. Setelah melakukan penggrebekan di sejumlah kantor pinjol ilegal, kini pemerintah pun menjamin keamanan para debitur pinjol.

Sebagaimana diberitakan KOMPAS.com pada Rabu (20/10/2021), pemerintah mengimbau kepada masyarakat yang masih menjadi debitur pinjol ilegal untuk tak perlu lagi membayar cicilan pokok dan bunganya.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mohammad Mahfud MD.

Mahfud menambahkan, masyarakat yang masih memiliki utang ke pinjol ilegal lebih baik melapor ke polisi jika terdapat penagihan.

"Oleh karena itu, imbauan atau statement dari pemerintah yang dihadiri OJK dan BI, hentikan penyelenggaraan pinjol ilegal ini," ujar Mahfuf MD.

Baca juga: Catat, Ciri-ciri Pinjol Ilegal dan Cara Melaporkan ke OJK

"Kepada mereka yang sudah terlanjur menjadi korban pinjol ilegal, jangan membayar. Kalau ada yang tidak membayar, lalu mereka tidak terima, laporkan ke Kantor Polisi terdekat. Polisi akan memberikan perlindungan," imbuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menegaskan, para pelaku pinjol ilegal akan dikenai pasal berlapis secara perdata dan pidana.

Mahfud menjelaskan, para pelaku pinjol Ilegal akan dikenakan hukuman atas UU ITE, perbuatan tidak menyenangkan, perlindungan konsumen, dan tindakan pemerasan.

Oleh sebab itu, jika terdapat penagihan yang disertai ancaman dan intimidasi, masyarakat yang menjadi debitur pinjol ilegal diharapkan segera melaporkannya ke kantor polisi terdekat.

Bila ada terjadi penagihan secara paksa disertai ancaman atau intimidasi, maka masyarakat diminta untuk melaporkan tindakan tersebut ke Kepolisian setempat.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.