Daftar Tarif Tes PCR di Garuda, Lion Air, Sriwijaya Air, dan Citilink

Kompas.com - 24/10/2021, 07:40 WIB
Petugas kesehatan melakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan RT-PCR saat  simulasi penerbangan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Sabtu (9/10/2021). Pengelola Bandara Ngurah Rai bekerja sama dengan Rumah Sakit Bali Jimbaran menyiapkan fasilitas 20 bilik RT-PCR dan 10 unit mesin RT-PCR dengan kapasitas 320 tes per jam sebagai salah satu tahapan yang wajib dijalani penumpang penerbangan internasional yang tiba sebelum bisa meninggalkan area terminal internasional bandara menuju hotel karantina. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nz ANTARA FOTO/FIKRI YUSUFPetugas kesehatan melakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan RT-PCR saat simulasi penerbangan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Sabtu (9/10/2021). Pengelola Bandara Ngurah Rai bekerja sama dengan Rumah Sakit Bali Jimbaran menyiapkan fasilitas 20 bilik RT-PCR dan 10 unit mesin RT-PCR dengan kapasitas 320 tes per jam sebagai salah satu tahapan yang wajib dijalani penumpang penerbangan internasional yang tiba sebelum bisa meninggalkan area terminal internasional bandara menuju hotel karantina. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nz

KOMPAS.com - Menyertakan hasil tes PCR negatif kini menjadi syarat wajib untuk melakukan perjalanan udara dengan pesawat terbang di periode Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali 19 Oktober - 1 November 2021.

Kebijakan ini mulai efektif per hari ini, Minggu (24/10/2021).

Aturan mengenai tes PCR negatif sebagai syarat untuk perjalanan menggunakan pesawat terbang itu tertuang dalam aturan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 tentang PPKM Level 1-3 di Jawa-Bali.

Ketentuan ini mengalami perubahan dari aturan di periode PPKM sebelumnya yang mana pelaku perjalanan udara yang sudah divaksinasi dua dosis boleh menunjukkan hasil tes antigen sebagai syarat perjalanan. Sedangkan PCR harus digunakan oleh mereka yang baru vaksin dosis pertama.

Baca juga: Mulai Besok Naik Pesawat Wajib PCR, Ini Tarif PCR di Sejumlah Maskapai

Sebagai referensi untuk Anda yang hendak melakukan perjalanan udara, berikut adalah tarif tes PCR di sejumlah maskapai penerbangan di Indonesia, dikutip dari berita Kompas.com, Sabtu (23/10/2021):

Garuda Indonesia

Garuda Indonesia tidak secara khusus menyediakan layanan tes PCR. Namun, disediakan klinik pilihan untuk melakukan tes PCR bagi pemegang tiket Garuda.

Harga yang ditawarkan bervariasi tergantung daerah tes, mulai dari Rp 295.000 hingga Rp 440.000. Tes PCR dengan harga khusus itu hanya bisa dilakukan di klinik atau rumah sakit jaringan KPH Lab dan SpeedLab Indonesia.

Untuk tes PCR di KPH Lab (Daya Dinamika Sarana Medika) wilayah Jabodetabek, tarifnya sebesar Rp 295.000, wilayah Medan dan Pematangsiantar Rp 380.000. Sementara tes PCR di klinik jaringan SpeedLab Indonesia seharga Rp 440.000.

Tarif khusus tersebut berlaku untuk periode penerbangan 20 September hingga 31 Desember 2021.

Lion Air Group

Lion Air Group menawarkan tarif tes PCR sebesar Rp 250.000-Rp 350.000. Rinciannya adalah sebagai berikut:

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.