Susahnya Menagih Utang Lapindo, Pemerintah Cari Siasat Baru

Kompas.com - 23/10/2021, 13:35 WIB
Tanggul lumpur Lapindo Sidoarjo yang ambles, Selasa (9/10/2018) sore. Bagian pinggirnya mulai ditimbun tanah. Surabaya.tribunnews.com/M TaufikTanggul lumpur Lapindo Sidoarjo yang ambles, Selasa (9/10/2018) sore. Bagian pinggirnya mulai ditimbun tanah.

KOMPAS.com - Pemerintah kesulitan menagih utang anak usaha Lapindo Brantas Inc, PT Minarak Lapindo milik keluarga Bakrie.

 

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membutuhkan siasat baru karena penagihan terhadap keluarga konglomerat itu tak mudah, bahkan tak selalu berjalan lancar.

Untuk itu, saat ini pemerintah tengah mencari formula yang tepat untuk menagih utang kepada mereka.

"Kita lagi bahas terus ini dicarikan formula yang pas. Kan enggak mudah sebenarnya untuk menyelesaikan piutang ini. Kita terus berproses, kita terus mencari formula-formula yang pas," kata Direktur Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain, Lukman Effendi dikutip Kompas.com dalam Bincang Bareng DJKN secara virtual, Jumat (22/10/2021).

Lukman menuturkan, formula tersebut masih terus didiskusikan dan belum mencapai tahap final.

Formula final nantinya harus didiskusikan terlebih dahulu dengan Dirjen Kekayaan Negara Rionald Silaban dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

"Finalnya kita harus ke Pak Dirjen dan Bu Menteri dulu karena ini kan sensitif. Nanti kalau sudah ada putusannya mungkin Pak Dirjen (Rionald) akan umumkan sendiri," ucap Lukman.

Baca juga: Pemerintah Terus Kejar Grup Bakrie untuk Tagih Utang Lapindo

Nilai utang Lapindo

 

Direktur Hukum dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Tri Wahyuningsih menambahkan, pihaknya terus menghitung nilai tanah yang terkena lumpur Lapindo untuk didiskusikan lebih lanjut.

"Tanah yang lumpur itulah yang menjadi diskusi di antara kita. Tentunya kalau sudah kena lumpur harus dinilai atau nggak, itu yang Pak Lukman. Ini semuanya kita sedang berproses," pungkas Ani.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.