Perilaku Kucing Setelah Kawin yang Perlu Anda Ketahui

Kompas.com - 14/10/2021, 10:10 WIB
Ilustrasi kucing sedang berguling-guling. UNSPLASH/JACALYN BEALESIlustrasi kucing sedang berguling-guling.
Penulis Farid Assifa
|

KOMPAS.com - Kucing merupakan hewan yang sering melakukan aksi-aksi unik dan lucu.

Mulai dari membenturkan kepalanya ke benda atau manusia, menggosokkan kumisnya, hingga berguling-guling di tanah.

Aksi kucing itu dilakukan dengan sejumlah alasan. Misalnya, ada kucing betina yang berguling-guling di tanah dan itu terjadi biasanya karena setelah kawin.

Berikut penjelasannya yang dilansir dari Cuteness melalui Kompas.com, Senin (4/10/2021).

Perilaku kucing betina setelah kawin

Kucing betina berguling-guling setelah kawin di lantai dengan marah. Dia akan mengubah posisi dan akan menjilati area genitalnya dan di punggungnya di mana kucing jantan menyentuhnya. Kucing betina akan sangat sibuk dan berpindah dari satu tindakan ke tindakan lainnya selama beberapa menit.

Baca juga: Kenapa Kucing Berguling-guling Setelah Kawin? Ini Penyebabnya

Sejak memicu ovulasi, hormonnya berubah secara signifikan, dan kemungkinan menjadi penyebab perilakunya yang tidak biasa setelah kawin. Kucing betina mungkin juga mencoba untuk membersihkan aroma kucing jantan dari dirinya sebelum dia kawin lagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aksi kucing jantan setelah kawin

Setelah kawin, kucing jantan biasanya ingin menjauh dari kucing betina agar tidak dicakar dan dipukul. Kucing jantan akan sering meninggalkan pandangannya tetapi tetap berada di dekatnya, menunggunya untuk menerima lagi.

Setelah kucing betina siap, kucing jantan akan kembali untuk kawin lagi. Jika perkawinan menghasilkan anak kucing, dia tidak akan memiliki bagian dalam membesarkan mereka.

Kucing menginduksi ovulasi

Saat kucing jantan berejakulasi, kucing betina akan mengeluarkan satu atau lebih teriakan keras. Penis kucing jantan menggores bagian dalam tubuhnya dan menginduksi ovulasi.

Goresan itu menyakitkan, tetapi kehamilan tidak akan terjadi tanpa rangsangan ini. Telur tidak dilepaskan dari ovarium sampai kucing jantan mengalami ejakulasi, sehingga perkawinan pertama sering kali tidak menghasilkan anak kucing.

Kucing betina biasanya perlu kawin tiga sampai empat kali dalam periode 24 jam untuk berhasil mencapai kehamilan, dan dia akan sering kawin dengan lebih dari satu jantan.

Hal ini meningkatkan kemungkinan kehamilan, dan dapat menyebabkan anak kucing dari rahim yang sama memiliki penampilan yang berbeda.

Baca juga: Mengapa Kucing Suka Berguling-guling di Tanah? Ini Alasannya

 

Siklus berahi wanita akan berakhir dalam satu atau dua hari setelah menginduksi ovulasi. Saat kucing jantan melepaskan cengkeramannya di lehernya, kucing betina sering kali akan memukul dan mendesis padanya. (Sumber: Kompas.com/ Penulis: Sakina Rakhma Diah Setiawan | Editor: Sakina Rakhma Diah Setiawan)

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.