Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Fakta Oknum Anggota Polres Yalimo Bawa Kabur Senjata, 4 AK China Raib

Kompas.com - 11/06/2024, 19:00 WIB
Yefta Christopherus Asia Sanjaya

Penulis

KOMPAS.com - Oknum polisi bernama Bripda Aske Mabel alias AM (23) membawa kabur empat pucuk senjata api (senpi) laras panjang dari Polres Yalimo, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, Minggu (9/6/2024).

Kapolda Papua Irjen Pol Fakhiri membenarkan peristiwa tersebut dan sudah menugaskan tim untuk melakukan pengejaran.

Ia menyampaikan, tim yang ditugaskan untuk mengejar AM juga datang dari Jayapura dan tiba di Yalimo pada Senin (10/6/2024).

“Memang benar, anggota Polres Yalimo membawa kabur senpi organik Polri dan saat ini masih dilakukan pencarian. Tim juga akan ditambah dari Jayapura yang dijadwalkan tiba Senin.” ujarnya dikutip dari Antara, Minggu.

Berikut fakta oknum polisi di Polres Yalimo bawa kabur senjata.

Baca juga: Deretan Jenderal Polisi yang Duduki Jabatan Sipil 2024, Terbaru Irjen Risyapudin Nursin

1. Bawa kabur senjata ketika subuh

AM membawa kabur empat senpi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Yalimo pada Minggu pukul 04.00 WIT.

Pada awalnya AM mendatangi SPKT dengan alasan ingin mengisi daya ponsel.

Namun, ia keluar dari ruangan tersebut dengan membawa tas ransel sambil membawa kabur empat senpi dan 60 butir amunisi.

“Sampai saat ini, anggota Polres Yalimo masih melacak dan mengejar pelaku (yang kabur ke hutan),” jelas Kapolres Yalimo, Kompol Rudolf Yabansabra dikutip dari Kompas.id, Senin (10/6/2024).

Ia menyampaikan, pengejaran terhadap AM melibatkan Satuan Brimob Polda Papua dan Satgas Operasi Damai Cartenz.

Baca juga: Perjalanan Kasus Kematian Akseyna UI: 9 Tahun Tak Terungkap, Polisi Akui Kesulitan

2. Bawa kabur empat AK China

Dilansir dari Kompas.com, Minggu, empat senpi yang dibawa kabur oleh AM adalah AK China. Ia juga mencuri 60 amunisi dari Polres Yalimo.

Kabid Propam Polda Papua Kombes Roy Satya menuturkan, seluruh hal yang terkait dengan hilangnya empat senpi dan amunisi dari Polres Yalimo akan diperiksa.

Salah satunya adalah dugaan bahwa Kapolres Yalimo Kompol Rudolf Yabansabra jarang berada di tempat tugas.

"Yang pasti dicari dulu anggotanya, kemudian yang piket pada saat itu akan diperiksa," kata Roy.

“Itu masih didalami, yang penting kita konsentrasinya mencari anggota yang bawa senjata dulu,” jelasnya.

Halaman:

Terkini Lainnya

Kapan Waktu yang Tepat Calon Karyawan Bertanya soal Gaji?

Kapan Waktu yang Tepat Calon Karyawan Bertanya soal Gaji?

Tren
Kapan Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 70? Berikut Jadwal, Cara Daftar, Syaratnya

Kapan Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 70? Berikut Jadwal, Cara Daftar, Syaratnya

Tren
Menko PMK Sebut Judi Online Bahaya, tapi Korbannya Akan Diberi Bansos

Menko PMK Sebut Judi Online Bahaya, tapi Korbannya Akan Diberi Bansos

Tren
KA Blambangan Ekspres dan Banyubiru Kini Gunakan Kereta Ekonomi New Generation, Cek Tarifnya

KA Blambangan Ekspres dan Banyubiru Kini Gunakan Kereta Ekonomi New Generation, Cek Tarifnya

Tren
Jemaah Haji Indonesia Berangkat ke Arafah untuk Wukuf, Ini Alur Perjalanannya

Jemaah Haji Indonesia Berangkat ke Arafah untuk Wukuf, Ini Alur Perjalanannya

Tren
Cara Mengubah Kalimat dengan Format Huruf Besar Menjadi Huruf Kecil di Google Docs

Cara Mengubah Kalimat dengan Format Huruf Besar Menjadi Huruf Kecil di Google Docs

Tren
Lolos SNBT 2024, Ini UKT Kedokteran UGM, Unair, Unpad, Undip, dan UNS

Lolos SNBT 2024, Ini UKT Kedokteran UGM, Unair, Unpad, Undip, dan UNS

Tren
Cara Daftar KIP Kuliah Jalur Mandiri PTN 2024, Klik kip-kuliah.kemdikbud.go.id

Cara Daftar KIP Kuliah Jalur Mandiri PTN 2024, Klik kip-kuliah.kemdikbud.go.id

Tren
Cara Cek Lokasi Faskes dan Kantor BPJS Kesehatan Terdekat secara Online

Cara Cek Lokasi Faskes dan Kantor BPJS Kesehatan Terdekat secara Online

Tren
Ramai soal Video WNA Sebut IKN 'Ibukota Koruptor Nepotisme', Jubir OIKN: Bukan di Wilayah IKN

Ramai soal Video WNA Sebut IKN "Ibukota Koruptor Nepotisme", Jubir OIKN: Bukan di Wilayah IKN

Tren
Pos Indonesia Investasi Robot untuk Efisiensi Gaji, Ekonom: Perlu Analisis Lagi

Pos Indonesia Investasi Robot untuk Efisiensi Gaji, Ekonom: Perlu Analisis Lagi

Tren
Jawaban Anies soal Isu Duet dengan Kaesang, Mengaku Ingin Fokus ke Koalisi

Jawaban Anies soal Isu Duet dengan Kaesang, Mengaku Ingin Fokus ke Koalisi

Tren
Denmark Tarik Peredaran Mi Samyang karena Terlalu Pedas, Bagaimana dengan Indonesia?

Denmark Tarik Peredaran Mi Samyang karena Terlalu Pedas, Bagaimana dengan Indonesia?

Tren
Lolos SNBT 2024, Apakah Boleh Tidak Diambil? Ini Penjelasannya

Lolos SNBT 2024, Apakah Boleh Tidak Diambil? Ini Penjelasannya

Tren
Daftar PTN yang Menerima KIP Kuliah Jalur Mandiri, Biaya Studi Bisa Gratis

Daftar PTN yang Menerima KIP Kuliah Jalur Mandiri, Biaya Studi Bisa Gratis

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com