Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hasto Diperiksa KPK soal Harun Masiku, Mengaku Kedinginan dan Protes Ponsel Disita

Kompas.com - 11/06/2024, 16:30 WIB
Erwina Rachmi Puspapertiwi,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasro Kristiyanto mengaku kedinginan dan mengeluhkan ponselnya disita penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hasto menghadiri pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan pada Senin (10/6/2024) pagi sebagai saksi bagi mantan kader PDI-P Harun Masiku.

Usai bertemu dengan penyidik KPK, Hasto mengaku hanya menjalani pemeriksaan dalam waktu singkat meski berada dalam gedung selama empat jam.

Dia bahkan ditinggal dalam kondisi kedinginan.

“Saya di dalam ruangan yang sangat dingin ada sekitar empat jam, dan bersama penyidik itu face to face itu paling lama satu setengah jam. Sisanya ditinggal, kedinginan,” kata Hasto, diberitakan Kompas.com, Senin (10/6/2024).

Menurut Hasto, pemeriksaan yang dilakukan juga belum masuk pada pokok perkara. Dia malah berdebat dengan penyidik.

Sebab, di tengah pemeriksaan, ia berdebat dengan pihak KPK lantaran ponsel dan tasnya disita penyidik. Ponsel tersebut sebelumnya dibawa stafnya bernama Kusnadi.

Hasto juga keberatan karena tidak boleh didampingi pengacara saat diperiksa sebagai saksi. Padahal menurutnya pemeriksaan didampingi pengacara diperbolehkan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

“Akhirnya ya saya memutuskan bahwa pemeriksaan nantinya untuk dilanjutkan pada kesempatan lain,” tutur Hasto.

Baca juga: Kronologi Penyitaan Ponsel Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto saat Diperiksa Penyidik KPK


Laporkan penyitaan ponsel

Hasto menyebutkan, pihak KPK memanggil stafnya bernama Kusnadi dengan alasan untuk menemui Hasto. Namun, tas dan ponsel miliknya yang dibawa Kusnadi justru disita KPK.

Mengetahui hal ini, tim kuasa hukum Hasto dan Kusnadi akan melaporkan penyidik KPK yang menyita ponsel mereka ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

“Hari ini melaporkan penyidik atas ketidakprofesionalan melakukan penggeledahan dan penyitaan terhadap barang milik saudara Kusnadi dan Sekjen PDI-P Mas Hasto Kristiyanto,” kata kuasa hukum Ronny Talapessy, diberitakan Kompas.com, Senin (10/6/2024).

Ronny menjelaskan, kejadian berawal dari Kusnadi yang duduk di depan lobi Gedung KPK saat Hasto menjalani pemeriksaan di lantai dua.

Penyidik KPK bernama Rossa Purba Bekti yang mengenakan masker dan topi lalu mendatangi Kusnadi. Dia menyampaikan bahwa Kusnadi dipanggil Hasto. Kusnadi lalu naik ke lantai dua.

Di lantai dua, penyidik menggeledah dan menyita satu hp milik Kusnadi, dua hp milik Hasto, dan buku catatan Hasto.

“Di sini, kita mau sampaikan bahwa telah terjadi ketidakprofesionalan, karena kami menduga, dengan cara kami sampaikan bahwa Saudara Kusnadi seperti dijebak,” ujar Ronny.

Ronny menambahkan, Pasal 38 KUHAP mengatur tindak penyitaan harus menyertakan izin Pengadilan Negeri setempat. Penggeledahan hanya boleh dilakukan tanpa izin jika terpaksa.

Namun, dia menilai Kusnadi tidak pantas digeledah dan disita barangnya karena tidak dalam kondisi mendesak. Kusnadi saat itu hanya mendampingi Hasto dan bukan buronan.

Terkait tindakan ini, Ronny melaporkan penyidik KPK ke Dewas pada Senin malam. Namun, kantor Dewas KPK saat itu sudah tutup. Mereka berniat melapor pada Selasa (11/6/2024).

Baca juga: Duduk Perkara Hasto Kristiyanto Diperiksa Polda Metro Jaya, Diduga Sebarkan Berita Bohong

Halaman:

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com