Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Parade 6 Planet Berbaris Sejajar 3-4 Juni 2024, Bisakah Dilihat dari Indonesia?

Kompas.com - 28/05/2024, 10:00 WIB
Alinda Hardiantoro,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Fenomena antariksa berupa enam planet berbaris sejajar akan menghiasi langit Bumi pada Senin (3/6/2024) sampai dengan Selasa (4/6/2024).

Enam planet itu adalah Merkurius, Mars, Jupiter, Saturnus, Neptunus, dan Uranus.

Keenam planet tersebut akan muncul dalam satu garis lurus dalam satu barisan atau disebut dengan parade planet.

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin mengonfirmasi fenomena parade planet itu.

"Ya, 6 planet berjajar sepanjang ekliptika pada pagi hari menjelang Matahari terbit, sekitar pukul 05.15 WIB," ujarnya, saat dihubungi Kompas.com, Senin (27/5/2024).

Fenomena itu akan semakin indah dengan kemunculan bulan sabit yang sedikit pudar di langit Bumi.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Eksoplanet Cotton Candy, Planet Bermassa Sangat Ringan seperti Permen Kapas

Penyebab 6 planet berbaris sejajar

Thomas menerangkan fenomena parade planet seperti yang akan terjadi pada 3-4 Juni 2024 lumrah terjadi.

Ia mengatakan bahwa fenomena tersebut terjadi karena aktivitas planet-planet yang mengorbit Matahari.

"Itu fenomena biasa dan sering terjadi karena planet-planet dekat bidang orbit Bumi mengitari Matahari sehingga selalu berada di sekitar ekliptika, lintasan semu Matahari di langit," terang dia.

Dikutip dari Science Alert, fenomena berjajarnya 5 atau 6 planet dalam satu garis sejajar disebut sebagai kesejajaran besar.

Umumnya, hanya 5 planet yang kerap berada dalam satu garis sejajar.

Penjajaran planet terjadi karena planet-planet di Tata Surya mengitari Matahari kurang lebih pada bidang datar yang disebut ekliptika.

Ada kalanya, planet-planet itu akan berada di sisi yang sama dengan Matahari ketika mereka bergerak di sepanjang orbitnya. Planet-planet tersebut tampak berada dalam satu garis lurus karena semuanya berada di ekliptika.

Baca juga: Bukan Pluto, Ilmuwan Temukan Bukti Baru Adanya Planet Kesembilan dalam Tata Surya

Bisa disaksikan langsung

Astronom amatir Indonesia Marufin Sudibyo mengatakan, apa yang terjadi pada 3-4 Juni 2024 adalah saat-saat di mana beberapa planet berada dalam satu kelurusan hingga elongasi 50 derajat, relatif terhadap salah satu sisi Matahari.

"Sehingga jika dilihat mata manusia pada umumnya akan berada dalam satu medan pandang dan memudahkan untuk dilihat," ucapnya.

Halaman:

Terkini Lainnya

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF U-16 2024

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF U-16 2024

Tren
Anang Hermansyah Sekeluarga Jadi Duta Wisata Jeju Korea Selatan

Anang Hermansyah Sekeluarga Jadi Duta Wisata Jeju Korea Selatan

Tren
Bagaimana Cara Para Ilmuwan Menentukan Usia Sebuah Pohon? Berikut Penjelasannya

Bagaimana Cara Para Ilmuwan Menentukan Usia Sebuah Pohon? Berikut Penjelasannya

Tren
Ramai soal Telkomsat Jual Layanan Starlink Harganya Rp 130 Juta, Ini Kata Telkom Group

Ramai soal Telkomsat Jual Layanan Starlink Harganya Rp 130 Juta, Ini Kata Telkom Group

Tren
Viral, Video Kebakaran di Kawasan TN Bromo Tengger Semeru, Ini Kata Pengelola

Viral, Video Kebakaran di Kawasan TN Bromo Tengger Semeru, Ini Kata Pengelola

Tren
Bermaksud Bubarkan Tawuran, Remaja di Kalideres Jakbar Jadi Tersangka

Bermaksud Bubarkan Tawuran, Remaja di Kalideres Jakbar Jadi Tersangka

Tren
Sedikitnya 1.000 Jemaah Haji Meninggal di Arab Saudi, Ini 3 Faktor Penyebabnya

Sedikitnya 1.000 Jemaah Haji Meninggal di Arab Saudi, Ini 3 Faktor Penyebabnya

Tren
Update: Jemaah Haji Indonesia yang Wafat di Tanah Suci Capai 225 Orang

Update: Jemaah Haji Indonesia yang Wafat di Tanah Suci Capai 225 Orang

Tren
PBB Ketar-ketir Lebanon Bernasib Seperti Gaza, Apa Antisipasinya?

PBB Ketar-ketir Lebanon Bernasib Seperti Gaza, Apa Antisipasinya?

Tren
4 Lowongan KAI untuk Lulusan SMA, Berikut Syarat dan Cara Melamarnya

4 Lowongan KAI untuk Lulusan SMA, Berikut Syarat dan Cara Melamarnya

Tren
Gaduh soal Lumba-Lumba Pink, Asli atau Rekayasa? Ini Kata Peneliti Mamalia Laut

Gaduh soal Lumba-Lumba Pink, Asli atau Rekayasa? Ini Kata Peneliti Mamalia Laut

Tren
Istilah 'Khodam' Ramai di Media Sosial, Apa Itu? Ini Penjelasan Budayawan

Istilah "Khodam" Ramai di Media Sosial, Apa Itu? Ini Penjelasan Budayawan

Tren
5 Perilaku Aneh yang Umum Dilakukan Anjing Peliharaan dan Alasannya

5 Perilaku Aneh yang Umum Dilakukan Anjing Peliharaan dan Alasannya

Tren
28 Wilayah DIY Berpotensi Kekeringan 21-30 Juni 2024, Mana Saja?

28 Wilayah DIY Berpotensi Kekeringan 21-30 Juni 2024, Mana Saja?

Tren
Viral, Video Pengunjung Beri Makan Kuda Nil Sampah Plastik, Taman Safari Bogor: Sedang Dicari Identitasnya

Viral, Video Pengunjung Beri Makan Kuda Nil Sampah Plastik, Taman Safari Bogor: Sedang Dicari Identitasnya

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com