Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Itu Asuransi? Berikut Cara Kerja dan Manfaatnya

Kompas.com - 25/04/2024, 08:45 WIB
Muhammad Zaenuddin

Penulis

KOMPAS.com - Asuransi adalah perjanjian di mana seseorang melakukan pembayaran kepada perusahaan, dan perusahaan akan memberikan uang jika orang tersebut mengalami kerugian tertentu.

Dilansir dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), asuransi merupakan perjanjian antara perusahaan asuransi dan pemegang polis (surat kontrak atau perjanjian).

Perjanjian tersebut menjadi dasar bagi penerimaan premi oleh perusahaan asuransi sebagai imbalan untuk:

  • memberikan penggantian kepada tertanggung atau pemegang polis karena kerugian, kerusakan, biaya yang timbul, kehilangan keuntungan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin diderita tertanggung atau pemegang polis karena terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti; atau
  • memberikan pembayaran yang didasarkan meninggal atau hidupnya tertanggung dengan manfaat yang besarnya telah ditetapkan dan/atau didasarkan pada hasil pengelolaan dana.

Beberapa jenis asuransi antara lain, asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kendaraan, asuransi hari tua, hingga asuransi pendidikan.

Baca juga: Perusahaan Asuransi yang Masuk Pengawasan OJK, Apa Saja?


Bagaimana cara kerja asuransi?

Sederhananya, cara kerja asuransi adalah Anda membayar iuran kepada perusahaan asuransi, sehingga mendapatkan tanggungan ketika mengalami kerugian, kerusakan, dan lain-lain, sesuai dengan jenis asuransi Anda.

Perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar ganti rugi jika Anda sebagai nasabah mengalami risiko kerugian yang dijamin dalam polis asuransi atau surat perjanjian.

Jika klaim asuransi yang dibuat sesuai dengan ketentuan tertera dalam polis, maka perusahaan asuransi akan memberikan sejumlah uang sebagai ganti rugi atas risiko finansial yang dialami nasabah.

Baca juga: Ketentuan Asuransi Jiwa dan Kecelakaan bagi Jemaah Haji Indonesia

Dikutip dari laman Britannica, perusahaan asuransi menggunakan metode tertentu untuk membantu mengurangi risiko kerugian mereka, yaitu:

1. Penjaminan emisi

Proses penjaminan menilai risiko masing-masing pemegang polis, seperti usia, status kesehatan, catatan mengemudi, lokasi, atau pekerjaan.

Aktuaris kemudian menggunakan model matematika dan statistik untuk menghitung premi dengan memprediksi klaim di masa depan.

Tujuan perusahaan asuransi adalah membebankan premi lebih banyak daripada yang dibayarkan, sehingga menghasilkan keuntungan dari penjaminan emisi.

Baca juga: Bisnis Asuransi Bisa Dapat Penghasilan Rp 1 Miliar Per Bulan, Apa Itu?

2. Investasi

Perusahaan asuransi diperbolehkan untuk menginvestasikan uang yang mereka kumpulkan dalam premi, menyimpan cadangan likuid dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi persyaratan permodalan.

Investasi ini dilakukan agar menghasilkan keuntungan, baik untuk menanggung asuransi atau sebagai pendapatan tambahan bagi perusahaan.

3. Reasuransi

Beberapa perusahaan asuransi membeli asuransi mereka sendiri dari perusahaan reasuransi besar, sehingga memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap klaim besar.

Baca juga: Cara Klaim Santunan Asuransi Jasa Raharja bagi Korban Kecelakaan

Manfaat asuransi

Dilansir dari Kompas.com (10/12/2023), beberapa manfaat asuransi secara umum adalah sebagai berikut:

  • Dapat memberi perlindungan dan rasa aman, dari risiko kerugian finansial yang kemungkinan akan dapat terjadi di masa mendatang sesuai dengan perjanjian yang sudah terjamin oleh pihak penanggung.
  • Memberi kepastian dalam mengurangi konsekuensi yang tidak pasti akibat dari keadaan yang merugikan, yang tidak dapat diprediksi sebelumnya.
  • Dapat mendistribusikan biaya dan manfaat menjadi lebih adil.
  • Dapat dijadikan sebagai sarana menabung. Dalam jenis asuransi tertentu, dana yang diasuransikan dapat diambil secara tunai.
  • Menjadikan hidup lebih tenang, dikarenakan segala resiko yang kemungkinan terjadi di masa mendatang sudah ada yang menanggung.

Pastikan ketika hendak mendaftar ke perusahaan asuransi, pilih produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan.

Pastikan juga perusahaan asuransi yang dipilih memiliki sertifikasi, punya kondisi keuangan yang baik, dan terdaftar di OJK.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Kuning Telur Direbus hingga Keabuan Disebut Tidak Sehat, Benarkah?

Kuning Telur Direbus hingga Keabuan Disebut Tidak Sehat, Benarkah?

Tren
Presiden Iran Meninggal, Apa Pengaruhnya bagi Geopolitik Dunia?

Presiden Iran Meninggal, Apa Pengaruhnya bagi Geopolitik Dunia?

Tren
Tanda Seseorang Kemungkinan Psikopat, Salah Satunya dari Gerakan Kepala

Tanda Seseorang Kemungkinan Psikopat, Salah Satunya dari Gerakan Kepala

Tren
5 Pillihan Ikan untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bantu Tubuh Lebih Sehat

5 Pillihan Ikan untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bantu Tubuh Lebih Sehat

Tren
Apakah Masyarakat yang Tidak Memiliki NPWP Tak Perlu Membayar Pajak?

Apakah Masyarakat yang Tidak Memiliki NPWP Tak Perlu Membayar Pajak?

Tren
BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 21-22 Mei 2024

BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 21-22 Mei 2024

Tren
[POPULER TREN] Kasus Covid-19 di Singapura Naik Hampir Dua Kali Lipat | Ayah dan Anak Berlayar Menuju Tempat Terpencil di Dunia

[POPULER TREN] Kasus Covid-19 di Singapura Naik Hampir Dua Kali Lipat | Ayah dan Anak Berlayar Menuju Tempat Terpencil di Dunia

Tren
Apa Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi di Iran?

Apa Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi di Iran?

Tren
Jadwal dan Susunan Peringatan Waisak 2024 di Borobudur, Ada Festival Lampion

Jadwal dan Susunan Peringatan Waisak 2024 di Borobudur, Ada Festival Lampion

Tren
Berkaca dari Kasus Wanita Diteror Teman Sekolah di Surabaya, Apakah Stalker atau Penguntit Bisa Dipidana?

Berkaca dari Kasus Wanita Diteror Teman Sekolah di Surabaya, Apakah Stalker atau Penguntit Bisa Dipidana?

Tren
Studi Ungkap Obesitas pada Anak Bisa Kurangi Setengah Harapan Hidupnya

Studi Ungkap Obesitas pada Anak Bisa Kurangi Setengah Harapan Hidupnya

Tren
Presiden Iran Ebrahim Raisi Meninggal karena Kecelakaan Helikopter, Siapa Penggantinya?

Presiden Iran Ebrahim Raisi Meninggal karena Kecelakaan Helikopter, Siapa Penggantinya?

Tren
Cara Menambahkan Alamat Rumah di Google Maps, Bisa lewat HP

Cara Menambahkan Alamat Rumah di Google Maps, Bisa lewat HP

Tren
3 Idol Kpop yang Tersandung Skandal Burning Sun

3 Idol Kpop yang Tersandung Skandal Burning Sun

Tren
Spesifikasi Helikopter Bell 212 yang Jatuh Saat Membawa Presiden Iran

Spesifikasi Helikopter Bell 212 yang Jatuh Saat Membawa Presiden Iran

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com