Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Unas Bentuk Tim Pencari Fakta Selidiki Dugaan Pencatutan Nama oleh Kumba Digdowiseiso

Kompas.com - 20/04/2024, 10:17 WIB
Alicia Diahwahyuningtyas,
Mahardini Nur Afifah

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Rektor Universitas Nasional (Unas) El Amry Bermawi Putera membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk mengusut dugaan pencatutan nama dalam publikasi jurnal internasional yang melibatkan Profesor Kumba Digdowiseiso, Jumat (19/4/2024).

Untuk diketahui, Kumba Digdowiseiso ramai diperbincangkan setelah eks dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unas ini dituding mencatut nama sejumlah dosen di Universiti Malaysia Terengganu (UMT) dalam publikasi beberapa jurnal ilmiah.   

El Amry menyampaikan, pembentukan TPF tersebut diawali dengan rapat terbatas pimpinan Unas pada Rabu (17/4/2024).

Hal ini dilakukan setelah pimpinan Unas melakukan audiensi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, Selasa (16/4/2024.)

Selain itu, pembentukan TPF juga didasarkan ketentuan terkait sistem penyelenggaraan pendidikan di Unas dan Kode Etik Dosen Unas.

"Saat audiensi, LLDikti III menyarankan agar Unas membentuk tim dan mengisi aplikasi ANJANI (Anjungan Integritas Akademik Indonesia)," jelas El Amry, dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (20/4/2024).

ANJANI adalah portal yang disiapkan oleh Kemenristekdikti sebagai amanat tentang integritas akademik untuk melakukan promosi dalam pembinaan, evaluasi dan pengukuran, klasifikasi dan pelanggaran, serta sanksi untuk pelanggar integritas akademik.

Adapun pemberian sanksi bagi pelanggar, paling lambat diberlakukan 21 hari sejak audiensi dilakukan.

Baca juga: Dekan FEB Unas Diduga Catut Nama Dosen Malaysia di Jurnal Ilmiah, Kampus Buka Suara


Tugas Tim Pencari Fakta (TPF) Unas

El Amry menyampaikan, TPF Unas dipimpin anggota senat universitas, Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt. yang juga Wakil Rektor Unas bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama (PPMK).

Rektor Unas juga menjelaskan, TPF bentukannya mempunyai empat tugas utama, antara lain:

Mencari dan mengumpulkan fakta-fakta pemberitaan dan dokumen-dokumen berkaitan dugaan pencatutan nama-nama dalam publikasi ilmiah

  • Membuat kronologi kejadian
  • Membuat kajian dan rekomendasi
  • Melaporkan hasil kajian dan rekomendasi kepada Rektor Unas
  • Bertanggung jawab kepada Rektor Unas dengan masa tugas selama 20 hari kerja.

"Surat Keputusan pembentukan TPF ini berlaku sejak Jumat (19/4/2024). Apabila ada kekeliruan di kemudian hari akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya," terang El Amry.

Baca juga: Kumba Digdowiseiso Mundur dari Dekan FEB Unas, Buntut Dugaan Catut Nama Dosen Malaysia

Daftar anggota Tim Pencari Fakta (TPF) Unas

Adapun susunan TPF Unas sebagai berikut:

  • Ketua Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt.
  • Sekretaris Dr. Mustakim, S.H., M.H., CMC, CCD (Anggota komisi disiplin Unas).
  • Anggota TPF:
    • Prof. Dr. Ir. Edi Sugiono, S.E., M.M. (Kepala Biro SDM Unas)
    • Prof. Rumainur, S.H., M.H., PhD, Prof (Anggota senat Unas).
    • Dr. Aris Munandar, M.Si. Prof (Anggota senat Unas).
    • Dr. Dra. Retno Widowati, M.Si (Anggota senat Unas).
    • Dr. Fachruddin Mangunjaya, M.Si (Anggota senat Unas).

Selain itu, terdapat pula unsur dari luar UNAS, yakni:

  • Prof. Syarif Hidayat, Ph.D. (peneliti)
  • Prof. Dr. Suherman, M.Si. (akademisi)
  • Prof. Dr. Sutikno, M.T. (akademisi).

Baca juga: Unair Buka Suara soal Gaduh Cuitan Mahasiswa Plagiat Tugas

Kumba mengundurkan diri

Sementara itu, Profesor Kumba Digdowiseiso secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unas, Kamis (18/4/2024).

Halaman:

Terkini Lainnya

Catat, Ini 4 Suplemen yang Bisa Sebabkan Kepala Pusing

Catat, Ini 4 Suplemen yang Bisa Sebabkan Kepala Pusing

Tren
Cerita Ed Dwight, Butuh 60 Tahun Sebelum Wujudkan Mimpi Terbang ke Luar Angkasa

Cerita Ed Dwight, Butuh 60 Tahun Sebelum Wujudkan Mimpi Terbang ke Luar Angkasa

Tren
Kisah Bocah 7 Tahun di Nepal Tak Sengaja Telan Pensil Sepanjang 10 Cm

Kisah Bocah 7 Tahun di Nepal Tak Sengaja Telan Pensil Sepanjang 10 Cm

Tren
Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Terbanyak, Menaker: Selama Ini Memang 'Jaka Sembung'

Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Terbanyak, Menaker: Selama Ini Memang "Jaka Sembung"

Tren
Penelitian Ungkap Mikroplastik Sekarang Terdeteksi di Testis Manusia

Penelitian Ungkap Mikroplastik Sekarang Terdeteksi di Testis Manusia

Tren
Kuning Telur Direbus hingga Keabuan Disebut Tidak Sehat, Benarkah?

Kuning Telur Direbus hingga Keabuan Disebut Tidak Sehat, Benarkah?

Tren
Presiden Iran Meninggal, Apa Pengaruhnya bagi Geopolitik Dunia?

Presiden Iran Meninggal, Apa Pengaruhnya bagi Geopolitik Dunia?

Tren
Tanda Seseorang Kemungkinan Psikopat, Salah Satunya dari Gerakan Kepala

Tanda Seseorang Kemungkinan Psikopat, Salah Satunya dari Gerakan Kepala

Tren
5 Pillihan Ikan untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bantu Tubuh Lebih Sehat

5 Pillihan Ikan untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bantu Tubuh Lebih Sehat

Tren
Apakah Masyarakat yang Tidak Memiliki NPWP Tak Perlu Membayar Pajak?

Apakah Masyarakat yang Tidak Memiliki NPWP Tak Perlu Membayar Pajak?

Tren
BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 21-22 Mei 2024

BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 21-22 Mei 2024

Tren
[POPULER TREN] Kasus Covid-19 di Singapura Naik Hampir Dua Kali Lipat | Ayah dan Anak Berlayar Menuju Tempat Terpencil di Dunia

[POPULER TREN] Kasus Covid-19 di Singapura Naik Hampir Dua Kali Lipat | Ayah dan Anak Berlayar Menuju Tempat Terpencil di Dunia

Tren
Apa Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi di Iran?

Apa Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi di Iran?

Tren
Jadwal dan Susunan Peringatan Waisak 2024 di Borobudur, Ada Festival Lampion

Jadwal dan Susunan Peringatan Waisak 2024 di Borobudur, Ada Festival Lampion

Tren
Berkaca dari Kasus Wanita Diteror Teman Sekolah di Surabaya, Apakah Stalker atau Penguntit Bisa Dipidana?

Berkaca dari Kasus Wanita Diteror Teman Sekolah di Surabaya, Apakah Stalker atau Penguntit Bisa Dipidana?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com