Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Erupsi Gunung Ruang pada 1871 Picu Tsunami Setinggi 25 Meter dan Renggut Ratusan Nyawa

Kompas.com - 18/04/2024, 21:00 WIB
Laksmi Pradipta Amaranggana,
Mahardini Nur Afifah

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan peringatan dini adanya potensi tsunami akibat letusan Gunung Ruang pada Rabu (17/4/2024).

Kepala PVMBG, Hendra Gunawan mengimbau agar masyarakat yang ada di Pulau Tagulandang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, terutama yang bermukim di dekat pantai untuk mewaspadai potensi tsunami, dilansir dari Antaranews.

Terpisah, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono menyampaikan, potensi tsunami di Gunung Ruang terbentuk akibat runtuhnya sebagian atau keseluruhan badan gunung (flank collapse).

Selain itu, potensi tsunami akibat letusan gunung berapi juga dapat terjadi karena kontak magma atau awan panas dengan air laut, dikutip dari Kompas.com, Kamis (18/4/2024).

Daryono juga membeberkan bahwa erupsi Gunung Raung pernah menyebabkan tsunami setinggi 25 meter pada 1871 silam.

Baca juga: Dampak Erupsi Gunung Ruang, Bandara Sam Ratulangi di Sulawesi Utara Ditutup 3 Jam


Tsunami akibat letusan Gunung Ruang 1871

Dalam buku berjudul Katalog Tsunami Indonesia Tahun 416-2021 yang diterbitkan Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Badan Geologi PVMBG Indonesia, sejarah erupsi Gunung Ruang pada 1871 pernah memicu tsunami dahsyat.

Selain tercatat di PVMBG, Tsunami Gunung Ruang 1871 juga tercatat di laman resmi National Centers for Environmental Information (NCEI) yang berpusat di Amerika Serikat.

Mulanya, penduduk Pulau Tagulandang mulai merasakan adanya guncangan bawah tanah di Pulau Tagulandang sejak pertengahan Februari 1871.

Lalu pada 1 Maret 1871, bongkahan batu mulai berguling turun dari puncak Gunung Api Ruang yang berdiri kokoh di laut dengan jarak 300 meter dari pulau tersebut.

Pada 3 Maret 1871 sekitar pukul 20.00 Wita, terjadi gempa bumi dan gemuruh yang menggelegar sebagai tanda gunung meletus.

Beberapa detik kemudian, gelombang tsunami menyapu Pulau Tagulandang dengan ketinggian 25 meter.

Berdasarkan kesaksian seorang pejabat yang menyelidiki Pulau Tagulandang pada 30-31 Maret 1871, tsunami tersebut menembus sejauh 180 meter ke bagian daratan dan menghancurkan semua gubuk dan perkebunan.

Menurut laporan tersebut, tsunami terjadi dalam dua gelombang dengan interval waktu yang sangat singkat.

Usai menimbulkan tsunami, Gunung Ruang kembali meletus pada 9 Maret 1871 pukul 20.00 Wita hingga 10 Maret 1871.

Letusan tersebut kemudian berlanjut pada 14 Maret 1871 hingga pukul 03.00 Wita dan memuntahkan material, seperti pasir dan batu.

Baca juga: PVMBG: Waspadai Potensi Tsunami dari Erupsi Gunung Ruang

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com