Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kelirumologi Burung

Kompas.com - 16/04/2024, 12:53 WIB
Jaya Suprana,
Sandro Gatra

Tim Redaksi

SATU di antara sekian banyak kekeliruan yang hadir pada mahluk yang disebut sebagai burung adalah anggapan bahwa burung pasti bisa terbang.

Terbukti pada kenyataan ternyata cukup banyak jenis burung (minimal delapan) yang tidak bisa terbang, misal penguin, kiwi, burung unta, korkoman, rhea, kakapo.

Apabila jenis burung yang sudah punah, misal, dodo dan burung-burung jenis dinosaurus diperhitungkan, maka jumlah jenis burung tuna-terbang makin bertambah.

Secara faktual para ornitolog sudah sepakat bahwa tidak semua jenis burung memiliki kemampuan terbang.

Namun masih merupakan polemik berkelanjutan mengenai kenapa dan bagaimana sampai ada burung yang tidak bisa terbang. Juga tentang mulai kapan.

Sampai masa kini masih belum tersedia jawaban sempurna terhadap pertanyaan kenapa, bagaimana dan kapan burung mulai tidak bisa terbang.

Jawaban masih beranekaragam sambil simpang-siur ke sana ke mari, saling beda satu dengan lain-lainnya akibat sifat spekulatif dan nisbi memang melekat pada hipotesa ilmu hayat termasuk ornitologi.

Maka secara kelirumologis, layak dinilai bahwa Kamus Besar Bahasa Indonesia cukup bijak bersikap mengambang dan memaknakan burung sebagai:

1 binatang berkaki dua, bersayap dan berbulu, dan biasanya dapat terbang; unggas; 2 sebutan jenis unggas (biasanya yang dapat terbang); 3 kemaluan laki-laki ; burung terbang dipipis lada, sesuatu yang belum tentu diperoleh sudah dirancang pemakaiannya; kuat burung karena sayap, tiap-tiap orang memiliki kekuatannya (kemampuannya); satu sangkar dua burung, dua orang perempuan sama-sama menghendaki seorang laki-laki.

Juga keliru anggapan bahwa burung satu-satunya mahluk yang bisa terbang sebab cukup banyak jenis serangga mulai dari kutu sampai kecoak memiliki kemampuan terbang tidak kalah hebat ketimbang burung.

Bahkan reptil seperti cicak-terbang dan mamalia seperti kelelawar, bahkan ikan seperti ikan-terbang juga bisa terbang meski lebih terbatas pada daya melayang seperti pesawat-layang alias glider buatan manusia.

Biji-bijian juga mampu mengangkasa termasuk kapas tertiup angin atau biji-bijian bersayap-putar seperti helikopter.

Namun yang sampai kini masih merupakan misteri maka masih sengit diperdebatkan di wilayah linguistik khusus etimologi adalah mengenai asal-usul alat kelamin lelaki di dalam bahasa Indonesia disebut sebagai burung. Padahal bentuknya lebih mirip kepala ular dan buah pisang .

Dari telaah kelirumologis berkelanjutan terhadap entitas yang disebut sebagai burung kembali dapat disimpulkan bahwa pemikiran manusia yang mustahil sempurna pada hakikatnya memang sulit, bahkan sebenarnya mustahil mampu menguak segenap tabir misteri yang menyelubungi alam semesta tak terhingga maksimal sekaligus minimal ini. Akibat manusia memang bukan Yang Maha Kuasa.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Matahari Tepat di Atas Kabah 27 Mei, Ini Cara Meluruskan Kiblat Masjid

Matahari Tepat di Atas Kabah 27 Mei, Ini Cara Meluruskan Kiblat Masjid

Tren
Kisah Pilu Simpanse yang Berduka, Gendong Sang Bayi yang Mati Selama Berbulan-bulan

Kisah Pilu Simpanse yang Berduka, Gendong Sang Bayi yang Mati Selama Berbulan-bulan

Tren
Bobot dan Nilai Minimum Tes Online 2 Rekrutmen BUMN 2024, Ada Tes Bahasa Inggris

Bobot dan Nilai Minimum Tes Online 2 Rekrutmen BUMN 2024, Ada Tes Bahasa Inggris

Tren
6 Artis yang Masuk Bursa Pilkada 2024, Ada Ahmad Dhani dan Raffi Ahmad

6 Artis yang Masuk Bursa Pilkada 2024, Ada Ahmad Dhani dan Raffi Ahmad

Tren
7 Dokumen Syarat Pendaftaran CPNS 2024 yang Wajib Disiapkan

7 Dokumen Syarat Pendaftaran CPNS 2024 yang Wajib Disiapkan

Tren
Kelompok yang Boleh dan Tidak Boleh Beli Elpiji 3 Kg, Siapa Saja?

Kelompok yang Boleh dan Tidak Boleh Beli Elpiji 3 Kg, Siapa Saja?

Tren
Jarang Diketahui, Ini Manfaat dan Efek Samping Minum Teh Susu Setiap Hari

Jarang Diketahui, Ini Manfaat dan Efek Samping Minum Teh Susu Setiap Hari

Tren
Pertamina Memastikan, Daftar Beli Elpiji 3 Kg Pakai KTP Tak Lagi Dibatasi hingga 31 Mei 2024

Pertamina Memastikan, Daftar Beli Elpiji 3 Kg Pakai KTP Tak Lagi Dibatasi hingga 31 Mei 2024

Tren
Benarkah Makan Cepat Tingkatkan Risiko Obesitas dan Diabetes?

Benarkah Makan Cepat Tingkatkan Risiko Obesitas dan Diabetes?

Tren
BMKG: Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 24-25 Mei 2024

BMKG: Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 24-25 Mei 2024

Tren
[POPULER TREN] Ikan Tinggi Natrium, Pantangan Penderita Hipertensi | Sosok Pegi Pelaku Pembunuhan Vina

[POPULER TREN] Ikan Tinggi Natrium, Pantangan Penderita Hipertensi | Sosok Pegi Pelaku Pembunuhan Vina

Tren
8 Golden Rules JKT48 yang Harus Dipatuhi, Melanggar Bisa Dikeluarkan

8 Golden Rules JKT48 yang Harus Dipatuhi, Melanggar Bisa Dikeluarkan

Tren
Saat Prabowo Ubah Nama Program Makan Siang Gratis Jadi Makan Bergizi Gratis untuk Anak-anak...

Saat Prabowo Ubah Nama Program Makan Siang Gratis Jadi Makan Bergizi Gratis untuk Anak-anak...

Tren
Microsleep Diduga Pemicu Kecelakaan Bus SMP PGRI 1 Wonosari, Apa Itu?

Microsleep Diduga Pemicu Kecelakaan Bus SMP PGRI 1 Wonosari, Apa Itu?

Tren
Ilmuwan Temukan Kemungkinan Asal-usul Medan Magnet Matahari, Berbeda dari Perkiraan

Ilmuwan Temukan Kemungkinan Asal-usul Medan Magnet Matahari, Berbeda dari Perkiraan

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com