Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramai soal Rambu Lalu Lintas Mirip Kroisan, Apa Artinya?

Kompas.com - 15/04/2024, 17:00 WIB
Diva Lufiana Putri,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Arti rambu lalu lintas mirip pastri khas Perancis, kroisan atau croissant, ramai menjadi perbincangan di media sosial.

Topik tersebut bermula dari unggahan akun media sosial X (dulu Twitter) @convomf, Minggu (14/4/2024) siang.

Tampak dalam foto yang diunggah, sebuah rambu lalu lintas dengan latar belakang berwarna kuning bergambar silinder yang diikat tiang berdiri.

"Ini rambu apaan? baru tau ada rambu bentuk ini," kata pengunggah.

Lantas, apa arti rambu lalu lintas yang disebut mirip kroisan tersebut?

Baca juga: Jangan Keliru, Kenali Arti Marka Jalan Tol Selama Mudik Lebaran


Rambu peringatan embusan angin kencang

 

Media Relation & Promotion Section Head Jasa Marga, Irwansyah menjelaskan, rambu lalu lintas dalam unggahan merupakan rambu peringatan embusan angin kencang.

"Peringatan imbauan angin kencang," ujarnya, saat dihubungi Kompas.com, Senin (15/4/2024).

Rambu peringatan embusan angin kencang sendiri telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2014 tentang Rambu Lalu Lintas, tepatnya pada Pasal 9 ayat (8) huruf h.

Seperti rambu peringatan lain, rambu imbauan angin kencang memiliki warna dasar kuning dengan garis tepi dan lambang warna hitam.

"Jenis rambu ini digunakan untuk memberi peringatan kemungkinan ada bahaya di jalan atau tempat berbahaya pada jalan dan menginformasikan tentang sifat bahaya," kata Irwansyah.

Baca juga: Arti Warna Hijau dan Biru pada Papan Rambu Penunjuk Jalan, Ini Bedanya

Biasanya dipasang di wilayah lembah berangin

Khusus rambu yang disebut mirip kroisan, berfungsi memperingatkan pengguna jalan agar berhati-hati akan potensi bahaya saat melintasi kawasan yang sering dilanda embusan angin kencang dari samping.

Kawasan dengan potensi embusan angin kencang dari samping tersebut, salah satunya adalah jalan layang.

Senada, Direktur Lalu lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Dirlantas Polda DIY) Kombes Pol Alfian Nurrizal mengatakan, rambu pada unggahan X adalah jenis rambu peringatan.

"Di mana memberikan peringatan bagi pengemudi untuk hati-hati ada angin dari samping," terangnya, saat dikonfirmasi terpisah, Senin.

Menurut Alfian, rambu peringatan embusan angin kencang biasanya dipasang di wilayah lembah yang sering kali diterpa angin kencang dari arah samping.

Dia menyebutkan, angin kencang dari arah samping itu dapat membahayakan pengguna jalan yang melajukan kendaraannya dalam kecepatan tinggi.

"Dapat membahayakan jika angin datang kendaraan dalam keadaan kecepatan tinggi," tuturnya.

Baca juga: Belok Kiri Langsung Sudah Tidak Berlaku, Pengendara Wajib Ikuti Rambu

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Kisah Bocah 7 Tahun di Nepal Tak Sengaja Telan Pensil Sepanjang 10 Cm

Kisah Bocah 7 Tahun di Nepal Tak Sengaja Telan Pensil Sepanjang 10 Cm

Tren
Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Terbanyak, Menaker: Selama Ini Memang 'Jaka Sembung'

Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Terbanyak, Menaker: Selama Ini Memang "Jaka Sembung"

Tren
Penelitian Ungkap Mikroplastik Sekarang Terdeteksi di Testis Manusia

Penelitian Ungkap Mikroplastik Sekarang Terdeteksi di Testis Manusia

Tren
Kuning Telur Direbus hingga Keabuan Disebut Tidak Sehat, Benarkah?

Kuning Telur Direbus hingga Keabuan Disebut Tidak Sehat, Benarkah?

Tren
Presiden Iran Meninggal, Apa Pengaruhnya bagi Geopolitik Dunia?

Presiden Iran Meninggal, Apa Pengaruhnya bagi Geopolitik Dunia?

Tren
Tanda Seseorang Kemungkinan Psikopat, Salah Satunya dari Gerakan Kepala

Tanda Seseorang Kemungkinan Psikopat, Salah Satunya dari Gerakan Kepala

Tren
5 Pillihan Ikan untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bantu Tubuh Lebih Sehat

5 Pillihan Ikan untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bantu Tubuh Lebih Sehat

Tren
Apakah Masyarakat yang Tidak Memiliki NPWP Tak Perlu Membayar Pajak?

Apakah Masyarakat yang Tidak Memiliki NPWP Tak Perlu Membayar Pajak?

Tren
BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 21-22 Mei 2024

BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 21-22 Mei 2024

Tren
[POPULER TREN] Kasus Covid-19 di Singapura Naik Hampir Dua Kali Lipat | Ayah dan Anak Berlayar Menuju Tempat Terpencil di Dunia

[POPULER TREN] Kasus Covid-19 di Singapura Naik Hampir Dua Kali Lipat | Ayah dan Anak Berlayar Menuju Tempat Terpencil di Dunia

Tren
Apa Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi di Iran?

Apa Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi di Iran?

Tren
Jadwal dan Susunan Peringatan Waisak 2024 di Borobudur, Ada Festival Lampion

Jadwal dan Susunan Peringatan Waisak 2024 di Borobudur, Ada Festival Lampion

Tren
Berkaca dari Kasus Wanita Diteror Teman Sekolah di Surabaya, Apakah Stalker atau Penguntit Bisa Dipidana?

Berkaca dari Kasus Wanita Diteror Teman Sekolah di Surabaya, Apakah Stalker atau Penguntit Bisa Dipidana?

Tren
Studi Ungkap Obesitas pada Anak Bisa Kurangi Setengah Harapan Hidupnya

Studi Ungkap Obesitas pada Anak Bisa Kurangi Setengah Harapan Hidupnya

Tren
Presiden Iran Ebrahim Raisi Meninggal karena Kecelakaan Helikopter, Siapa Penggantinya?

Presiden Iran Ebrahim Raisi Meninggal karena Kecelakaan Helikopter, Siapa Penggantinya?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com