Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Reaksi Sejumlah Pemimpin Dunia terhadap Serangan Iran ke Israel

Kompas.com - 15/04/2024, 13:49 WIB
Alicia Diahwahyuningtyas,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Serangan rudal dan drone Iran yang diluncurkan ke Israel pada Sabtu (13/4/2024) telah mendapat banyak sorotan dari sejumlah pemimpin negara di dunia.

Dikutip dari Economic Times, beberapa negara seperti Argentina, Kanada, Uni Eropa mengutuk serangan Iran ke Israel pada hari Sabtu malam.

Sementara itu, beberapa negara seperti Mesir, China, dan Kolumbia diperingatkan bahwa serangan tersebut akan semakin menjangkau kestabilan di Timur Tengah.

Selain negara-negara di atas, beberapa negara lain juga turut menyatakan menyatakan mereka dan memberikan reaksi atas serangan Iran ke Israel pada Sabtu (13/4/2024) malam.

Baca juga: 4 Potensi Dampak Serangan Iran ke Israel bagi Perekonomian Indonesia

Reaksi dunia terhadap serangan Iran terhadap Israel

Berikut reaksi sejumlah negara dunia terhadap serangan Iran terhadap Israel:

1.Argentina

Kantor Presiden Argentina, Javier Milei menyatakan solidaritas dan komitmen teguh kepada Israel dalam menghadapi serangan tersebut.

Milei menyatakan bahwa Argentina dengan tegas mendukung Israel dalam mempertahankan pelestariannya.

Selain itu, pengadilan Argentina baru-baru ini menyatakan bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan bom terhadap kedutaan Israel dan pusat komunitas Yahudi di Buenos Aires pada tahun 1990-an.

2. Brasil

Kementerian Luar Negeri Brasil mengeluarkan pernyataan yang mengatakan keprihatinannya terhadap berita penyerangan Iran dengan ratusan drone dan rudal ke Israel.

Selain itu, Brasil juga telah memperingatkan masyarakat internasional sejak awal perang di Gaza bahwa konflik dapat menyebar ke seluruh wilayah.

3. China

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyatakan keprihatinannya terhadap eskalasi setelah serangan Iran.

“China menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk tetap tenang dan menahan diri untuk menghindari peningkatan ketegangan lebih lanjut,” kata juru bicara tersebut.

"Putaran ketegangan ini merupakan dampak dari konflik Gaza dan memadamkan konflik tersebut adalah prioritas utama," tambahnya.

4. Kolombia

Presiden Kolombia Gustavo Petro menyebut serangan Iran ke Israel pada Sabtu malam itu dapat diprediksi.

Ia juga menambahkan bahwa dunia sekarang berada di awal Perang Dunia III, tepatnya ketika umat manusia harus membangun kembali perekonomiannya menuju tujuan dekarbonisasi yang cepat.

“Dukungan AS, dalam praktiknya, terhadap genosida telah menyulut dunia. Semua orang tahu bagaimana perang dimulai, tidak ada yang tahu bagaimana berakhirnya," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Andai saja bangsa Israel memiliki kemampuan yang cukup tinggi, seperti nenek moyang mereka, untuk menghentikan kegilaan penguasa mereka,” imbuhnya.

Petro berharap agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus segera mengadakan pertemuan dan harus segera berkomitmen terhadap perdamaian.

5. Mesir

Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya permusuhan dan menyerukan “pengendalian diri secara maksimal”.

Pernyataannya juga memperingatkan terkait risiko perluasan konflik regional.

Ia menambahkan bahwa Mesir akan melakukan kontak langsung dengan semua pihak yang berkonflik untuk mencoba dan mengatasi situasi tersebut.

6. Uni Eropa

Uni Eropa mengutuk keras serangan Iran yang tidak dapat diterima terhadap Israel.

Hal ini disampaikan langsung oleh diplomat utama Uni Eropa Josep Borrell dalam sebuah postingan di X (Twitter).

“Ini adalah peningkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan merupakan ancaman besar terhadap keamanan regional,” tulisnya.

Baca juga: Yordania, Lebanon, dan Irak Buka Kembali Wilayah Udara Usai Serangan Iran ke Israel

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Catat, Ini 4 Suplemen yang Bisa Sebabkan Kepala Pusing

Catat, Ini 4 Suplemen yang Bisa Sebabkan Kepala Pusing

Tren
Cerita Ed Dwight, Butuh 60 Tahun Sebelum Wujudkan Mimpi Terbang ke Luar Angkasa

Cerita Ed Dwight, Butuh 60 Tahun Sebelum Wujudkan Mimpi Terbang ke Luar Angkasa

Tren
Kisah Bocah 7 Tahun di Nepal Tak Sengaja Telan Pensil Sepanjang 10 Cm

Kisah Bocah 7 Tahun di Nepal Tak Sengaja Telan Pensil Sepanjang 10 Cm

Tren
Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Terbanyak, Menaker: Selama Ini Memang 'Jaka Sembung'

Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Terbanyak, Menaker: Selama Ini Memang "Jaka Sembung"

Tren
Penelitian Ungkap Mikroplastik Sekarang Terdeteksi di Testis Manusia

Penelitian Ungkap Mikroplastik Sekarang Terdeteksi di Testis Manusia

Tren
Kuning Telur Direbus hingga Keabuan Disebut Tidak Sehat, Benarkah?

Kuning Telur Direbus hingga Keabuan Disebut Tidak Sehat, Benarkah?

Tren
Presiden Iran Meninggal, Apa Pengaruhnya bagi Geopolitik Dunia?

Presiden Iran Meninggal, Apa Pengaruhnya bagi Geopolitik Dunia?

Tren
Tanda Seseorang Kemungkinan Psikopat, Salah Satunya dari Gerakan Kepala

Tanda Seseorang Kemungkinan Psikopat, Salah Satunya dari Gerakan Kepala

Tren
5 Pillihan Ikan untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bantu Tubuh Lebih Sehat

5 Pillihan Ikan untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bantu Tubuh Lebih Sehat

Tren
Apakah Masyarakat yang Tidak Memiliki NPWP Tak Perlu Membayar Pajak?

Apakah Masyarakat yang Tidak Memiliki NPWP Tak Perlu Membayar Pajak?

Tren
BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 21-22 Mei 2024

BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 21-22 Mei 2024

Tren
[POPULER TREN] Kasus Covid-19 di Singapura Naik Hampir Dua Kali Lipat | Ayah dan Anak Berlayar Menuju Tempat Terpencil di Dunia

[POPULER TREN] Kasus Covid-19 di Singapura Naik Hampir Dua Kali Lipat | Ayah dan Anak Berlayar Menuju Tempat Terpencil di Dunia

Tren
Apa Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi di Iran?

Apa Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi di Iran?

Tren
Jadwal dan Susunan Peringatan Waisak 2024 di Borobudur, Ada Festival Lampion

Jadwal dan Susunan Peringatan Waisak 2024 di Borobudur, Ada Festival Lampion

Tren
Berkaca dari Kasus Wanita Diteror Teman Sekolah di Surabaya, Apakah Stalker atau Penguntit Bisa Dipidana?

Berkaca dari Kasus Wanita Diteror Teman Sekolah di Surabaya, Apakah Stalker atau Penguntit Bisa Dipidana?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com