Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Duduk Perkara Taipan Vietnam Dijatuhi Hukuman Mati gara-gara Korupsi Rp 200 T

Kompas.com - 13/04/2024, 08:30 WIB
Yefta Christopherus Asia Sanjaya,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Truong My Lan, taipan real estate asal Vietnam dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan setempat pada Kamis (11/4/2024).

Ia dijatuhi hukuman mati setelah terlibat korupsi sebesar 12,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 200 triliun.

Selain itu, ia juga tersandung kasus penggelapan uang, penyuapan, dan pelanggaran peraturan perbankan.

Nguyen Huy Thiep selaku pengacara Lan mengatakan bahwa kliennya tidak bersalah atas tuduhan penggelapan dan penyuapan.

Sebelum vonis, Thiep mengatakan bahwa Lan akan mengajukan banding atas hukuman tersebut.

"Kami akan terus berjuang untuk melihat apa yang bisa kami lakukan. Tentu saja dia akan mengajukan banding atas putusan tersebut," ujarnya dikutip dari Reuters.

Baca juga: Capai Rp 271 Triliun, Berikut Rincian Penghitungan Kasus Korupsi Timah di Bangka Belitung


Duduk perkara Taipan Vietnam dihukum mati

Berdasarkan catatan Associated Press, Lan merupakan pengusaha ternama di Vietnam yang mengepalai perusahaan besar yang bergerak di bidang apartemen, hotel, perkantoran, dan pusat perbelanjaan mewah.

Ia lahir pada 1965 dan memulai usahanya bersama sang ibu di pasar tertua di kota Ho Chi Minh.

Lan bersama keluarganya kemudian mendirikan perusahaan Van Thinh Phat (VTP) pada 1992.

Pada saat itu, Vietnam sedang melepas sistem ekonomi yang dikelola negara dan beralih ke sistem ekonomi yang lebih berorientasi pada pasar dan terbuka untuk orang asing.

Selama bertahun-tahun, VTP berkembang menjadi salah satu perusahaan real estate terkaya di Vietnam.

Saat ini, perusahaan tersebut terkait dengan beberapa properti pusat kota Ho Chi Minh, seperti Times Square Saigon yang berkilauan setinggi 39 lantai, hotel bintang lima Windsor Plaza Hotel, dan gedung perkantoran Capital Place setinggi 37 lantai.

Meski usaha yang dijalankan Lan sukses besar, ia ditangkap pada 2022 setelah terlibat melakukan penipuan senilai Rp 200 triliun.

Nilai penipuan yang dilakukan Lan disebut-sebut hampir 3 persen dari pendapatan domestik bruto (PDB) Vietnam pada 2022.

Baca juga: Peran Harvey Moeis dalam Kasus Dugaan Korupsi Timah

Lan terlibat merger tiga bank

Hukuman mati yang dijatuhkan kepada Lan bermula ketika ia terlibat merger atau penggabungan Saigon Joint Commercial Bank atau SCB dengan dua pemberi pinjaman lainnya dalam sebuah rencana yang dikoordinasikan oleh bank sentral Vietnam pada 2011.

Halaman:

Terkini Lainnya

Ramai soal Uang Rupiah Diberi Tetesan Air untuk Menguji Keasliannya, Ini Kata BI

Ramai soal Uang Rupiah Diberi Tetesan Air untuk Menguji Keasliannya, Ini Kata BI

Tren
Benarkah Pegawai Kontrak yang Resign Dapat Uang Kompensasi?

Benarkah Pegawai Kontrak yang Resign Dapat Uang Kompensasi?

Tren
Peneliti Ungkap Hujan Deras Dapat Picu Gempa Bumi, Terjadi di Perancis dan Jepang

Peneliti Ungkap Hujan Deras Dapat Picu Gempa Bumi, Terjadi di Perancis dan Jepang

Tren
Pengguna Jalan Tol Wajib Daftar Aplikasi MLFF Cantas, Mulai Kapan?

Pengguna Jalan Tol Wajib Daftar Aplikasi MLFF Cantas, Mulai Kapan?

Tren
BMKG Keluarkan Peringatan Kekeringan Juni-November 2024, Ini Daftar Wilayahnya

BMKG Keluarkan Peringatan Kekeringan Juni-November 2024, Ini Daftar Wilayahnya

Tren
Ada Potensi Kekeringan dan Banjir secara Bersamaan Saat Kemarau 2024, Ini Penjelasan BMKG

Ada Potensi Kekeringan dan Banjir secara Bersamaan Saat Kemarau 2024, Ini Penjelasan BMKG

Tren
Pengakuan Istri, Anak, dan Cucu SYL soal Dugaan Aliran Uang dari Kementan

Pengakuan Istri, Anak, dan Cucu SYL soal Dugaan Aliran Uang dari Kementan

Tren
Biaya Maksimal 7 Alat Bantu Kesehatan yang Ditanggung BPJS, Ada Kacamata dan Gigi Palsu

Biaya Maksimal 7 Alat Bantu Kesehatan yang Ditanggung BPJS, Ada Kacamata dan Gigi Palsu

Tren
Kronologi Mayat Dalam Toren Air di Tangsel, Diduga Tetangga Sendiri

Kronologi Mayat Dalam Toren Air di Tangsel, Diduga Tetangga Sendiri

Tren
Daftar Negara Barat yang Kutuk Serangan Israel ke Rafah, Ada Perancis Juga Jerman

Daftar Negara Barat yang Kutuk Serangan Israel ke Rafah, Ada Perancis Juga Jerman

Tren
Apa Itu Indeks Massa Tubuh? Berikut Pengertian dan Cara Menghitungnya

Apa Itu Indeks Massa Tubuh? Berikut Pengertian dan Cara Menghitungnya

Tren
Berapa Detak Jantung Normal Berdasarkan Usia? Simak Cara Mengukurnya

Berapa Detak Jantung Normal Berdasarkan Usia? Simak Cara Mengukurnya

Tren
Gaji Pekerja Swasta Dipotong 2,5 Persen untuk Tapera, Apa Manfaatnya?

Gaji Pekerja Swasta Dipotong 2,5 Persen untuk Tapera, Apa Manfaatnya?

Tren
Cara Download Aplikasi IKD untuk Mendapatkan KTP Digital

Cara Download Aplikasi IKD untuk Mendapatkan KTP Digital

Tren
Timbun 2.000 Warga, Ini Dugaan Penyebab Tanah Longsor di Papua Nugini

Timbun 2.000 Warga, Ini Dugaan Penyebab Tanah Longsor di Papua Nugini

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com