Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menguak Tabir Misteri Sains

Kompas.com - 11/04/2024, 14:21 WIB
Jaya Suprana,
Sandro Gatra

Tim Redaksi

AKIBAT dianggap bukan hanya beda, namun berlawanan, maka apa yang disebut sebagai agama kerap dibenturkan dengan apa yang disebut sebagai sains.

Sebenarnya agama dan sains justru memiliki kesamaan, yaitu di samping sama-sama merupakan karsa dan karya pemikiran manusia juga kerap dianggap sama-sama memiliki keyakinan bahwa diri sendiri niscaya paling benar atau minimal lebih benar ketimbang bukan diri sendiri.

Maka wajar bahwa para pemberhala sains juga secara dogmatis tak terbantahkan merasa yakin bahwa semua teori, postulat, hipotesa, aksioma, praduga yang ada, bahkan tidak ada di alam semesta ini atau itu, dijamin bisa dibuktikan kebenarannya secara saintifik.

Para pemberhala sains yakin bahwa jika sekarang belum bisa, bukan berarti di masa depan tidak akan bisa. Diyakini pula bahwa percaya misteri berarti percaya takhayul.

Sebagai seorang awam sains sekaligus juga awam agama, terus terang saya sangat kagum atas keyakinan harga mati para pemberhala sains yang yakin bahwa apapun yang ada dan tidak ada ternyata terjamin bisa dibuktikan kebenarannya secara saintifik.

Namun kekaguman saya sempat goyah tatkala menyimak fakta bahwa ternyata masih ada- demi menghindari kata “banyak”- pertanyaan saintifik yang belum bisa dijawab, baik secara saintifik maupun tidak saintifik.

Bahkan apa yang sudah disepakati sebagai terjawab sebenarnya juga sekadar berdasar kesepakatan yang (dipaksakan) dianggap sambil menganggap diri berhak untuk memberi jawaban yang hukumnya wajib dianggap sebagai yang paling benar.

Akibat matematika masih diperdebatkan tergolong sains atau tidak, maka di dalam naskah sederhana ini saya lebih cenderung fokus ke fisika saja.

Ternyata misteri masih menyelubungi fisika minimal bagi saya yang memang dungu-fisika sehingga tidak kunjung paham mengenai apa yang disebut sebagai waktu.

Syukur Alhamdullilah, saya tidak sendirian sebab ternyata para mahasaintis termasuk Albert Einstein, Niels Bohr, Edwin Schroedinger, maupun Stephen Hawking juga memiliki daftar misteri yang masih menyelubungi fisika cukup berkepanjangan mulai kuantum gravitas, massa partikel, problem pengukuran, turbulensa, energi gelap, materi gelap, kompleksitas, sinkronitas, kesaling-libatan kuantum, asimetri materi, antimateri, pendarahan friksi, teori nonlinear, hologram kosmos, multiverse sampai ke enigma kuantum apalagi yang terkait kesadaran.

Mengingat sehebat-hebat para mahafisikawan yang paling mahahebat pun pada hakikatnya tetap para manusia biasa yang mustahil sempurna, maka wajar jika para beliau tidak mampu menjawab seluruh pertanyaan secara paripurna, apalagi sempurna.

Namun di sisi lain bukan berarti bahwa di antara para pembaca naskah sederhana ini mustahil ada yang mampu membuka segenap tabir misteri yang sementara ini masih menyelubungi semesta pemikiran sains. Siapa tahu ada.

Tidak ada salahnya kita sedikit melirik ke semesta matematika, di mana Grigori Perelman konon berhasil mengungkap tabir misteri yang menyelubungi hipotesa Riemann meski menolak anugerah Medali Fields dan Clay Millenium Prize senilai sejuta dolar AS, kemudian terbukti malah menanggalkan profesi dan karier cemerlang sebagai matematikawan kelas langitan akibat merasa tidak nyaman menghadapi suasana feudalisme tata krama semesta matematika.

Terkabarkan bahwa kini Grigori Perelman malah sedang sibuk memelajari jamur seperti dahulu yang juga asyik dilakukan oleh Alexander Fleeming, Mary Hunt, Agostino Bassi, Edward Jenner, Ignaz Semmelwies dan John Cage.

Sadar atas keawaman diri saya sendiri, maka dengan penuh kerendahan hati saya memberanikan diri untuk setuju kearifan gagasan Das Sollen-nya Sir Bertrand Russel bahwa sebaiknya agama dan sains alih-alih didikotomikan, justru disinergikan sebagai persatuan dan kesatuan energi penggerak mekanisme peradaban luar biasa sakti mandraguna.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

[POPULER TREN] Blunder Kemendikbud Ristek soal Respons Kenaikan UKT | Listyo Sigit Jadi Kapolri Terlama Era Jokowi

[POPULER TREN] Blunder Kemendikbud Ristek soal Respons Kenaikan UKT | Listyo Sigit Jadi Kapolri Terlama Era Jokowi

Tren
Google Perkenalkan Fitur AI Overview di Ajang Google I/O 2024, Apa Itu?

Google Perkenalkan Fitur AI Overview di Ajang Google I/O 2024, Apa Itu?

Tren
Status BPJS Kesehatan Nonaktif Usai Resign, Bagaimana Mengaktifkannya?

Status BPJS Kesehatan Nonaktif Usai Resign, Bagaimana Mengaktifkannya?

Tren
Potensi Manfaat Mengonsumsi Edamame untuk Menurunkan Kolesterol Jahat

Potensi Manfaat Mengonsumsi Edamame untuk Menurunkan Kolesterol Jahat

Tren
Sejarah Lahirnya Budi Utomo 20 Mei 1908, Simbol Kebangkitan Nasional

Sejarah Lahirnya Budi Utomo 20 Mei 1908, Simbol Kebangkitan Nasional

Tren
7 Hewan Tercepat di Lautan, Ada yang Mampu Berenang hingga 110 Kilometer per Jam

7 Hewan Tercepat di Lautan, Ada yang Mampu Berenang hingga 110 Kilometer per Jam

Tren
Ritual Thudong 2024 Dimulai dari Semarang, Ini Alasannya

Ritual Thudong 2024 Dimulai dari Semarang, Ini Alasannya

Tren
Tampilan WhatsApp di iPhone Berubah, Apa yang Beda?

Tampilan WhatsApp di iPhone Berubah, Apa yang Beda?

Tren
Daftar 9 KA New Generation, Ada Kelas Ekonomi hingga Eksekutif Luxury

Daftar 9 KA New Generation, Ada Kelas Ekonomi hingga Eksekutif Luxury

Tren
20 Mei 2024 Hari Kebangkitan Nasional, Libur Tanggal Merah atau Tidak?

20 Mei 2024 Hari Kebangkitan Nasional, Libur Tanggal Merah atau Tidak?

Tren
Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan antara Oat dan Gandum

Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan antara Oat dan Gandum

Tren
Separator Jalur Lambat dan Cepat Ring Road Yogyakarta Tak Jadi Dibongkar, Ini Penggantinya

Separator Jalur Lambat dan Cepat Ring Road Yogyakarta Tak Jadi Dibongkar, Ini Penggantinya

Tren
50 Link Twibbon dan Ucapan Harkitnas 2024, Penuh Semangat dan Makna

50 Link Twibbon dan Ucapan Harkitnas 2024, Penuh Semangat dan Makna

Tren
Ikan Nila Disebut Suka Membuat Lubang di Dasar Sungai, untuk Apa? Ini Penjelasan Pakar

Ikan Nila Disebut Suka Membuat Lubang di Dasar Sungai, untuk Apa? Ini Penjelasan Pakar

Tren
BMKG Ungkap Wilayah DIY yang Berpotensi Alami Kekeringan Mei 2024, di Mana Saja?

BMKG Ungkap Wilayah DIY yang Berpotensi Alami Kekeringan Mei 2024, di Mana Saja?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com