Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramai soal Murid SD Berikan THR untuk Wali Kelas, Ini Kata Pengamat Pendidikan

Kompas.com - 02/04/2024, 19:15 WIB
Laksmi Pradipta Amaranggana,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Unggahan foto yang menampilkan siswa sekolah dasar (SD) memberikan tunjangan hari raya (THR) berupa barang kepada wali kelas, ramai dibicarakan di media sosial.

Foto tersebut diunggah oleh akun X @tanyakanrl pada Senin (1/4/2024) pukul 17.12 WIB.

Dalam unggahan tersebut, tampak beberapa siswa berbaris dan membawa THR berupa makanan dan bahan minuman untuk wali kelasnya.

THR untuk wali kelas 2A. Semoga berkah,” tulis keterangan dalam foto.

Hingga Selasa (2/4/2024), unggahan tersebut ditonton lebih dari 1,3 juta kali, disukai lebih dari 11.000 akun, dan mendapatkan komentar lebih dari 1.000 akun.

“Duhhh nanti jadi kebiasaan ya gak sih? Gimana kalo ada orang tuanya yang gapunya ya,” tulis pengunggah.

Lantas, apa tanggapan pengamat pendidikan akan fenomena ini?

Baca juga: Ramai soal Potongan Pajak THR yang Dinilai Tinggi, Bagaimana Cara Menghitungnya?


Tanggapan pengamat pendidikan

Pengamat pendidikan sekaligus CEO Jurusanku.com, Ina Liem mengatakan bahwa tindakan tersebut merupakan salah satu bentuk gratifikasi.

Meskipun tindakan tersebut didasari oleh perasaan sukarela, namun ada unsur tekanan sosial yang terjadi dalam kasus tersebut.

Saat semua anak memberikan barang kepada guru, anak yang tidak memberi dan hanya duduk saja mungkin akan merasa malu.

“Selama ada namanya, atau kelihatan orangnya siapa, meskipun orangnya mengatakan kalau hal tersebut merupakan bentuk terima kasih, itu merupakan gratifikasi,” ungkap Ina saat dihubungi Kompas.com, Selasa (2/4/2024).

Menurut Ina, dari pihak guru, akan ada rasa “sudah diberi sesuatu” sehingga dapat memicu pilih kasih atau favouritism secara tidak disengaja.

Ina juga mempertanyakan tujuan orangtua atau wali murid melakukan tindakan tersebut.

Ina berpendapat, terkadang ada orangtua atau wali yang ingin merasa anaknya mendapatkan posisi “aman” di dalam kelas.

Posisi “aman” yang dimaksud juga mempunyai motif yang beragam, seperti mendapatkan nilai yang baik, menaikkan nilai, atau mengikutsertakan anak untuk lomba.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com