Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Angin Puting Beliung Melanda Sejumlah Kecamatan di Gunungkidul, Ini Kata BMKG

Kompas.com - 29/02/2024, 08:15 WIB
Alicia Diahwahyuningtyas,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Hujan lebat yang disertai angin puting beliung melanda sejumlah Kecamatan yang berada di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (28/2/2024).

Berdasarkan video yang beredar di media sosial X (Twitter), salah satunya diunggah oleh akun @ripwdd menunjukkan, peristiwa tersebut menyebabkan pohon tumbang serta kerusakan rumah warga.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan, sejumlah wilayah yang terdampak hujan lebat yang disertai puting beliung berada di Kecamatan Gunungmanuk, Salam, Patuk, Kabupaten Gunungkidul, DIY.

"Hujan lebat yang disertai angin puting beliung tersebut terjadi pada Rabu (28/2/2024) pukul 14.30 WIB dan mengakibatkan kerusakan berupa pohon tumbang dan 11 Rumah di RT 05, RT 06 dan RT 07 Gunung manuk, Gunungkidul," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Warjono kepada Kompas.com, Kamis (29/2/2024).

Baca juga: BMKG: Daerah yang Berpotensi Alami Puting Beliung 26-29 Februari 2024


Analisis penyebab puting beliung di Gunungkidul

Berdasarkan analisis sementara dari BMKG, peristiwa angin puting beliung yang melanda sejumlah kecamatan di DIY itu disebabkan oleh Aktifitas Madden Jullian Oscillation (MJO).

"MJO saat ini berada di kuadran 3 Netral (Indian Ocean Netral) Kurang berkontribusi terhadap proses pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY," ungkapnya.

Selain itu, kondisi tersebut juga dipicu karena adanya pola siklonik yang terpantau di Pulau Jawa bagian tengah yang berpotensi menyebabkan peningkatan suplai uap air yang cukup tinggi untuk pertumbuhan awan konvektif di wilayah Jawa terutama DIY.

Ia mengatakan, pantauan anomali suhu muka laut +0.5 s/d +3.0 C di Laut Jawa cukup hangat yang mampu meningkatkan suplai uap air dalam atmosfer.

Kemudian, saat peristiwa terjadi, kelembapan relatif lapisan udara atas pada ketinggian 3.000 hingga 10.000 kaki yang cukup tinggi sebesar 80-95 persen, sehingga mendukung terbentuknya awan Cumulonimbus (Cb) di wilayah DIY.

"Berdasarkan analisa radar cuaca menunjukkan adanya pertumbuhan awan konvektif (Cumulonimbus) mulai pukul 10.40-16.00 WIB di wilayah Gunungkidul dan terus meluas dan tumbuh ke seluruh wilayah DIY," jelas Warjono.

Baca juga: Harus Tahu, Ini Tanda-tanda Akan Terjadi Angin Puting Beliung

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Profil Shaun Evans, Wasit Indonesia vs Korsel Piala Asia U23 2024

Profil Shaun Evans, Wasit Indonesia vs Korsel Piala Asia U23 2024

Tren
Kenya Diterjang Banjir Bandang, KBRI Pastikan Kondisi WNI Aman

Kenya Diterjang Banjir Bandang, KBRI Pastikan Kondisi WNI Aman

Tren
Jadwal Festival Lampion Waisak Borobudur 2024, Tukar Tiket Mulai Mei

Jadwal Festival Lampion Waisak Borobudur 2024, Tukar Tiket Mulai Mei

Tren
Penelitian Menemukan Bagaimana Kucing Menghasilkan Suara Dengkuran Uniknya

Penelitian Menemukan Bagaimana Kucing Menghasilkan Suara Dengkuran Uniknya

Tren
Daftar Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa, Shin Tae-yong Paling Lama

Daftar Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa, Shin Tae-yong Paling Lama

Tren
Belum Terjual, Mobil Mario Dandy Dilelang mulai Rp 809 Juta, Simak Cara Belinya

Belum Terjual, Mobil Mario Dandy Dilelang mulai Rp 809 Juta, Simak Cara Belinya

Tren
Indonesia Vs Korea Selatan di Piala Asia U23, Shin Tae-yong dan Pratama Arhan Akan Hadapi Rekannya

Indonesia Vs Korea Selatan di Piala Asia U23, Shin Tae-yong dan Pratama Arhan Akan Hadapi Rekannya

Tren
Jadwal dan Live Streaming Indonesia Vs Korea Selatan di Piala Asia U23, Kick Off 00.30 WIB

Jadwal dan Live Streaming Indonesia Vs Korea Selatan di Piala Asia U23, Kick Off 00.30 WIB

Tren
Kronologi Perampok Sebar Uang Curian Rp 250 Juta untuk Mengecoh Kejaran Warga di Jambi

Kronologi Perampok Sebar Uang Curian Rp 250 Juta untuk Mengecoh Kejaran Warga di Jambi

Tren
20 Negara Penduduk Terbanyak di Dunia 2024, Indonesia Nomor Berapa?

20 Negara Penduduk Terbanyak di Dunia 2024, Indonesia Nomor Berapa?

Tren
Ilmuwan Akhirnya Tahu Apa Isi Bulan, Disebut Mirip dengan Bumi

Ilmuwan Akhirnya Tahu Apa Isi Bulan, Disebut Mirip dengan Bumi

Tren
14 Kepala Daerah Penerima Satyalancana dari Jokowi, Ada Bobby tapi Gibran Batal Hadir

14 Kepala Daerah Penerima Satyalancana dari Jokowi, Ada Bobby tapi Gibran Batal Hadir

Tren
KAI Sediakan Fitur 'Connecting Train' untuk Penumpang yang Tidak Dapat Tiket di Stasiun

KAI Sediakan Fitur "Connecting Train" untuk Penumpang yang Tidak Dapat Tiket di Stasiun

Tren
Daftar Dugaan Keterlibatan Keluarga SYL dalam Pencucian Uang, Digunakan untuk Skincare dan Renovasi Rumah

Daftar Dugaan Keterlibatan Keluarga SYL dalam Pencucian Uang, Digunakan untuk Skincare dan Renovasi Rumah

Tren
Daftar Keluarga Jokowi yang Terima Penghargaan, Terbaru Bobby Nasution

Daftar Keluarga Jokowi yang Terima Penghargaan, Terbaru Bobby Nasution

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com