Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa yang Terjadi jika Tidak Ada Tahun Kabisat?

Kompas.com - 28/02/2024, 18:30 WIB
Alicia Diahwahyuningtyas,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bulan Februari 2024 terdiri dari 29 hari. Artinya, tahun ini masuk ke dalam kategori tahun kabisat.

Pasalnya, pada tahun nonkabisat, Februari hanya terdiri dari 28 hari.

Selain itu, tahun kabisat secara total juga terdiri dari 366 hari, lebih banyak sehari dibanding tahun biasanya yang hanya 365 hari.

Tahun kabisat biasanya terjadi empat tahun sekali dalam kalender Gregorian, yakni kalender yang digunakan oleh sebagian besar dunia.

Sebelum 2024, tahun kabisat juga pernah terjadi pada 2020, 2016, 2012, dan lainnya.

Lantas, apa yang akan terjadi jika tidak tahun kabisat?

Baca juga: Mulai Tahun Ini, KUA Akan Jadi Tempat Pencatatan Pernikahan Semua Agama


Dampak ada dan tidaknya tahun kabisat

Dalam kalender lain, seperti kalender Ibrani, kalender Islam, kalender China, dan kalender Ethiopia, semuanya memiliki versi tahun kabisat masing-masing.

Kendati demikian, tahun kabisat pada kalender tersebut tidak semuanya muncul setiap empat tahun dan sering kali terjadi pada tahun yang berbeda.

Beberapa kalender juga memiliki hari kabisat atau bahkan bulan kabisat yang diperpendek.

Selain tahun kabisat dan hari kabisat, kalender Gregorian juga memiliki beberapa detik kabisat, yang secara sporadis ditambahkan ke tahun-tahun tertentu, terakhir pada 2012, 2015, dan 2016.

Namun, The International Bureau of Weights and Measures (IBWM), organisasi yang bertanggung jawab atas ketepatan waktu global, menyatakan akan menghapuskan detik kabisat mulai 2035.

Baca juga: Kalender Musim Buah di Indonesia Sepanjang Tahun, Bulan Ini Musim Apa?

Sebagai informasi, tahun kabisat ada karena satu tahun dalam kalender Gregorian sedikit lebih pendek daripada tahun Matahari atau tahun tropis, yaitu jumlah waktu yang dibutuhkan Bumi untuk mengorbit Matahari sepenuhnya.

Satu tahun kalender terdiri 365 hari, tetapi satu tahun matahari terdiri dari 365,24 hari atau 365 hari, 5 jam, 48 menit, dan 56 detik.

Jika perbedaan ini tidak diperhitungkan, setiap tahun yang terlewati, jarak antara awal tahun kalender dan tahun Matahari akan bertambah 5 jam, 48 menit, dan 56 detik.

Seiring berjalannya waktu, hal ini akan menggeser waktu terjadinya musim.

Halaman:

Terkini Lainnya

WNI Ceritakan Cara UEA Menangani Banjir: Ada Peringatan Dini, Mobil Pompa, dan Denda

WNI Ceritakan Cara UEA Menangani Banjir: Ada Peringatan Dini, Mobil Pompa, dan Denda

Tren
Ada 18.557 Formasi CASN Bawaslu 2024, Ini 5 Posisi dengan Daya Tampung Terbanyak

Ada 18.557 Formasi CASN Bawaslu 2024, Ini 5 Posisi dengan Daya Tampung Terbanyak

Tren
Israel Lancarkan Serangan Balasan ke Iran, Wilayah Ini Jadi Sasaran

Israel Lancarkan Serangan Balasan ke Iran, Wilayah Ini Jadi Sasaran

Tren
Media Asing Soroti Kemenangan Indonesia atas Australia di Piala Asia U23

Media Asing Soroti Kemenangan Indonesia atas Australia di Piala Asia U23

Tren
Cara Bikin Stiker Langsung dari Aplikasi WhatsApp, Cepat dan Mudah

Cara Bikin Stiker Langsung dari Aplikasi WhatsApp, Cepat dan Mudah

Tren
Ramai soal Penumpang Mudik Motis Buka Pintu Kereta Saat Perjalanan, KAI Ingatkan Bahaya dan Sanksinya

Ramai soal Penumpang Mudik Motis Buka Pintu Kereta Saat Perjalanan, KAI Ingatkan Bahaya dan Sanksinya

Tren
Israel Membalas Serangan, Sistem Pertahanan Udara Iran Telah Diaktifkan

Israel Membalas Serangan, Sistem Pertahanan Udara Iran Telah Diaktifkan

Tren
Rp 255 Triliun Berbanding Rp 1,6 Triliun, Mengapa Apple Lebih Tertarik Berinvestasi di Vietnam?

Rp 255 Triliun Berbanding Rp 1,6 Triliun, Mengapa Apple Lebih Tertarik Berinvestasi di Vietnam?

Tren
Israel Balas Serangan, Luncurkan Rudal ke Wilayah Iran

Israel Balas Serangan, Luncurkan Rudal ke Wilayah Iran

Tren
Mengenal Rest Area Tipe A, B, dan C di Jalan Tol, Apa Bedanya?

Mengenal Rest Area Tipe A, B, dan C di Jalan Tol, Apa Bedanya?

Tren
Freeport Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan Sarjana, Cek Syarat dan Cara Daftarnya!

Freeport Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan Sarjana, Cek Syarat dan Cara Daftarnya!

Tren
Eks ART Menggugat, Ini Perjalanan Kasus Mafia Tanah yang Dialami Keluarga Nirina Zubir

Eks ART Menggugat, Ini Perjalanan Kasus Mafia Tanah yang Dialami Keluarga Nirina Zubir

Tren
Mengintip Kecanggihan Dua Kapal Perang Rp 20,3 Triliun yang Dibeli Kemenhan

Mengintip Kecanggihan Dua Kapal Perang Rp 20,3 Triliun yang Dibeli Kemenhan

Tren
Cara Menurunkan Berat Badan Secara Sehat ala Diet Tradisional Jepang

Cara Menurunkan Berat Badan Secara Sehat ala Diet Tradisional Jepang

Tren
10 Manfaat Minum Air Kelapa Murni Tanpa Gula, Tak Hanya Turunkan Gula Darah

10 Manfaat Minum Air Kelapa Murni Tanpa Gula, Tak Hanya Turunkan Gula Darah

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com