Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apakah Petugas KPPS Dapat Gaji Tambahan Saat Pemungutan Suara Ulang?

Kompas.com - 26/02/2024, 18:00 WIB
Alinda Hardiantoro,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar pemungutan suara ulang (PSU) di 686 tempat pemungutan suara (TPS) di 38 provinsi di Indonesia pada 15-24 Februari 2024.

Ini dilakukan untuk mengakomodasi usulan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang meminta diadakannya pemungutan suara di 780 TPS.

"Kami saat ini masih mengonsolidasikan data, sehingga data yang bisa kami sampaikan baru sebanyak 686 untuk pemungutan suara ulang," kata Ketua KPU Hasyim Asy'ari, dilansir dari Antara, Jumat (23/2/2024).

Pemungutan suara ulang ini diharapkan mampu mengawal kemurnian hak pilih pemilih dan penggunaan hak pilih di TPS, kemurnian surat suara di TPS, dan kemurnian data hasil penghitungan suara di TPS pada Pemilu 2024.

Lantas, apakah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mendapat gaji tambahan saat pemungutan suara ulang?

Baca juga: Menakar Peluang Terwujudnya Hak Angket yang Diwacanakan terkait Dugaan Kecurangan Pemilu 2024...

Aturan pemberian gaji tambahan KPPS

Ketua Divisi Teknis KPU RI, Idham Kholik menyampaikan, pemungutan suara ulang pada Pemilu 2024 sudah diatur dalam Surat Nomor 353/PP.04-SD/04/2024.

Berdasarkan surat tersebut, petugas KPPS yang melakukan pemungutan suara ulang, susulan, dan lanjutan sebelum 25 Februari 2024 tidak mendapat gaji tambahan.

Hal ini karena petugas KPPS memiliki masa kerja selama satu bulan penuh, yaitu pada 25 Januari-25 Februari 2024.

"Sesuai aturan di sini ya," tutur Idham saat dihubungi Kompas.com, Senin (26/2/2024).

Berikut bunyi aturan nomor 4 point i tersebut:

(i) Apabila pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara ulang/lanjutan/susulan dilaksanakan sebelum tanggal 25 Februari 2024, maka akhir masa kerja tetap pada tanggal 25 Februari 2024 dan tidak diberikan honorarium (gaji) tambahan.

Baca juga: Cara Hitung Jatah Kursi Partai di DPR dan DPRD dalam Pemilu 2024

Namun, apabila pelaksanaan pemungutan suara ulang/lanjutan/susulan dilakukan setelah masa kerja berakhir, masa kerja akan dimulai sejak penetapan sampai dengan 7 hari setelah pemungutan suara ulang, sehingga akan diberikan gaji tambahan sesuai dengan ketentuan.

Selama ini, Bawaslu telah memberikan batas waktu pelaksanaan pemungutan suara ulang pada Pemilu 2024 paling lambat adalah 24 Februari 2024 atau 10 hari setelah hari pemungutan suara berdasarkan keputusan KPU.

Artinya, petugas KPPS yang terlibat dalam pelaksanaan pemungutan suara ulang tidak akan mendapat gaji tambahan.

Selain KPPS, seluruh petugas pemilu di TPS yang melaksanakan pemungutan suara ulang, seperti petugas perlindungan masyarakat (linmas), PPS dan petugas keamanan juga tidak mendapatkan gaji tambahan.

Petugas Pemilu 2024 akan mendapat gaji tambahan apabila pemungutan suara ulang dilaksanakan berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca juga: BPJS Kesehatan Tanggung Biaya Pengobatan Petugas Pemilu 2024 yang Sakit

Gaji KPPS Pemilu 2024

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Keuangan (Menkeu) Nomor S-647/MK.02/2022 tertanggal 5 Agustus 2022, gaji petugas KPPS pada pemilu 2024 mengalami kenaikan.

Berikut rincian besaran gaji petugas KPPS Pemilu 2024:

  • Gaji Ketua KPPS Pemilu 2024: Rp 1.200.000
  • Gaji Anggota KPPS Pemilu 2024: Rp 1.100.000
  • Gaji Satlinmas Pemilu 2024: Rp 700.000.

Petugas KPPS di luar negeri juga mendapat gaji sesuai nominal yang sudah ditetapkan. Berikut rinciannya:

  • Gaji Ketua KPPSLN Pemilu 2024: Rp 6.500.000
  • Gaji Sekretaris KPPSLN Pemilu 2024: Rp 6.000.000
  • Gaji Satlinmas LN Pemilu 2024: Rp 4.500.000.

Baca juga: Bawaslu Temukan 19 Masalah dalam Pemilu 2024, Berikut Rinciannya

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Gunung Vesuvius yang Lenyapkan Kota Kuno Pompeii Berpotensi Meletus Lagi, Kapan Terjadi?

Gunung Vesuvius yang Lenyapkan Kota Kuno Pompeii Berpotensi Meletus Lagi, Kapan Terjadi?

Tren
Pemimpin Dunia Minta Israel Tak Balas Serangan Iran, Ini Alasannya

Pemimpin Dunia Minta Israel Tak Balas Serangan Iran, Ini Alasannya

Tren
Mengenal 'Holiday Paradox', Saat Waktu Liburan Terasa Lebih Singkat

Mengenal "Holiday Paradox", Saat Waktu Liburan Terasa Lebih Singkat

Tren
Mengenal Amicus Curiae, Dokumen yang Diserahkan Megawati ke MK Terkait Sengketa Pilpres 2024

Mengenal Amicus Curiae, Dokumen yang Diserahkan Megawati ke MK Terkait Sengketa Pilpres 2024

Tren
Bagaimana Cara Kerja Suara dari Sumber Bunyi Mencapai Telinga Anda?

Bagaimana Cara Kerja Suara dari Sumber Bunyi Mencapai Telinga Anda?

Tren
3 Skenario Serangan Balasan Israel ke Iran, Salah Satunya Incar Fasilitas Nuklir

3 Skenario Serangan Balasan Israel ke Iran, Salah Satunya Incar Fasilitas Nuklir

Tren
4 Fakta Istri Dokter TNI Jadi Tersangka Usai Ungkap Perselingkuhan Suaminya

4 Fakta Istri Dokter TNI Jadi Tersangka Usai Ungkap Perselingkuhan Suaminya

Tren
Aksi Heroik Karyawan Alfamart Semarang Kejar Pencuri hingga Terseret ke Aspal Diganjar Kenaikan Jabatan

Aksi Heroik Karyawan Alfamart Semarang Kejar Pencuri hingga Terseret ke Aspal Diganjar Kenaikan Jabatan

Tren
Buka mudikgratis.dephub.go.id, Motis Arus Balik 2024 Sudah 93 Persen

Buka mudikgratis.dephub.go.id, Motis Arus Balik 2024 Sudah 93 Persen

Tren
Biaya Kuliah Kedokteran UGM, UI, IPB, Undip, dan Unair Jalur SNBT 2024

Biaya Kuliah Kedokteran UGM, UI, IPB, Undip, dan Unair Jalur SNBT 2024

Tren
Viral, Video Ibu-ibu Makan Lesehan di Bandara Changi Singapura, Bagaimana Aturannya?

Viral, Video Ibu-ibu Makan Lesehan di Bandara Changi Singapura, Bagaimana Aturannya?

Tren
Syarat dan Biaya Perpanjangan SIM Mati Tanpa Bikin Baru, Berlaku pada 16-20 April

Syarat dan Biaya Perpanjangan SIM Mati Tanpa Bikin Baru, Berlaku pada 16-20 April

Tren
Mengapa Sebagian Daerah di Jawa Timur Disebut sebagai Wilayah Tapal Kuda?

Mengapa Sebagian Daerah di Jawa Timur Disebut sebagai Wilayah Tapal Kuda?

Tren
Kelompok NIK Warga Jakarta yang Dinonaktifkan Pekan Ini, Siapa Saja?

Kelompok NIK Warga Jakarta yang Dinonaktifkan Pekan Ini, Siapa Saja?

Tren
Hampir Seminggu, Identitas Pria 'Adik Jenderal TNI' Tabrak Mobil Warga Masih Misterius

Hampir Seminggu, Identitas Pria "Adik Jenderal TNI" Tabrak Mobil Warga Masih Misterius

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com