Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemerintah Bakal Terapkan Cukai Minuman Berpemanis, Pakar: Efektif Tekan Konsumsi Gula

Kompas.com - 24/02/2024, 18:30 WIB
Aditya Priyatna Darmawan,
Mahardini Nur Afifah

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Guru Besar Gizi dan Pangan IPB University Ali Khomsan menanggapi rencana pemerintah mengenakan cukai untuk minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) tahun ini.

Ali menyebutkan, penerapan cukai tersebut efektif untuk menekan konsumsi gula atau minuman manis secara berlebihan.

Cukai tersebut bagus, sehingga mungkin akan meningkatkan harga minuman manis. Dampaknya bisa mengurangi konsumsi minuman manis agar orang Indonesia lebih sehat,” ucap Ali, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (24/2/2024).

Baca juga: 12 Bahaya Minuman Soda bagi Kesehatan

Menurutnya, konsumsi minuman manis berlebihan dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, terutama penyakit kronis pada seseorang.

“Kecenderungan obesitas, diabetes, penyakit kardiovaskular bisa terjadi,” imbuh dia.

Obesitas dari konsumsi minuman manis bisa terjadi karena asupan ini tinggi kalori. Kalori tersebut kemudian diubah tubuh menjadi lemak, kemudian lemak tersebut akan menumpuk di dalam tubuh.

Sementara diabetes disebabkan oleh kandungan gula yang tinggi di minuman berpemanis, membuat organ tubuh tidak mampu menyerap gula di darah dengan baik.

Lebih lanjut, penyakit kardiovaskular tersebut dikarenakan peredaran pembuluh darah menjadi tidak lancar karena konsumsi minuman berpemanis secara berlebih.

Selain sepakat dengan penerapan cukai minuman berpemanis, Ali juga menganjurkan agar edukasi batasan asupan gula harian yang aman bagi tubuh bisa lebih masif, sehingga setiap orang dapat membatasi minuman berpemanis.

Menurut Kementerian Kesehatan, batas konsumsi gula per orang per hari yakni 50 gram atau 4 sendok makan gula per hari.

Baca juga: 7 Efek Berhenti Minum Soda, Salah Satunya Dapat Menurunkan Berat Badan

Sudah diterapkan sedikitnya di 50 negara

Pendiri Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) Diah Saminarsih menyampaikan, manfaat penerapan cukai minuman berpemanis tak hanya untuk kesehatan, tapi juga bisa mendongkrak perekonomian. 

Manfaat tersebut berdasarkan penelitian yang dikerjakan CISDI dan digawangi Agus Widarjono, bersama Rifai Afin, Gita Kusnadi, Muhammad Zulfikar Firdaus, dan Olivia Herlinda. Riset itu telah dimuat di jurnal PLOS ONE, pada 29 Desember 2023. 

"Pemberlakukan cukai menaikkan harga minuman berpemanis 20 persen lebih mahal, akan menurunkan konsumsi sampai 17,5 persen dan menghasilkan tambahan pendapatan negara sebesar Rp 3.628,3 miliar per tahun," jelas Diah, dilansir dari Kompas.id, Jumat (19/1/2024). 

Menurut CISDI, penerapan cukai minuman berpemanis tak hanya diterapkan di Indonesia. Kebijakan ini telah dilaksanakan lebih dari 50 negara, termasuk negara berpenghasilan rendah dan menengah. 

Tinjauan sistematis yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2015 menunjukkan, penerapan pajak pada minuman berpemanis efektif dalam mengurangi konsumsi minuman berpemanis.

Baca juga: Pemerintah Disebut Bakal Beri Label ABCD Minuman Manis, Benarkah?

Halaman:

Terkini Lainnya

Aksi Heroik Polisi Wanita Sendirian Lawan Pelaku Penusukan Massal di Sydney, Australia

Aksi Heroik Polisi Wanita Sendirian Lawan Pelaku Penusukan Massal di Sydney, Australia

Tren
Kuil Setinggi 36,5 Meter Runtuh Saat Festival Keagamaan di India

Kuil Setinggi 36,5 Meter Runtuh Saat Festival Keagamaan di India

Tren
Bahaya Kesepian terhadap Kesehatan Fisik dan Mental

Bahaya Kesepian terhadap Kesehatan Fisik dan Mental

Tren
Cerita Mencekam Saksi Mata Insiden Penusukan Massal di Mal Sydney, Australia

Cerita Mencekam Saksi Mata Insiden Penusukan Massal di Mal Sydney, Australia

Tren
Mengapa Wilayah Maluku Disebut Sebagai Kepulauan Rempah-rempah? Berikut Sejarahnya

Mengapa Wilayah Maluku Disebut Sebagai Kepulauan Rempah-rempah? Berikut Sejarahnya

Tren
Kemenlu Pastikan Tidak ada WNI Jadi Korban Penusukan Massal di Mal Australia

Kemenlu Pastikan Tidak ada WNI Jadi Korban Penusukan Massal di Mal Australia

Tren
Insiden Penusukan Massal di Mal Australia, 6 Orang Meninggal Dunia

Insiden Penusukan Massal di Mal Australia, 6 Orang Meninggal Dunia

Tren
Daftar Perangkat Ponsel yang Dapat Menggunakan eSIM Telkomsel

Daftar Perangkat Ponsel yang Dapat Menggunakan eSIM Telkomsel

Tren
WhatsApp Berencana Memperketat Fitur Chat Lock, Percakapan Penting Semakin Terlindungi

WhatsApp Berencana Memperketat Fitur Chat Lock, Percakapan Penting Semakin Terlindungi

Tren
Beredar Video Kodim Deiyai Diduga Diserang OPM Saat Jenazah Danramil Aradide Tiba, TNI Angkat Bicara

Beredar Video Kodim Deiyai Diduga Diserang OPM Saat Jenazah Danramil Aradide Tiba, TNI Angkat Bicara

Tren
Resmi, ASN Bisa WFH pada 16-17 April 2024 untuk Perlancar Arus Balik Lebaran

Resmi, ASN Bisa WFH pada 16-17 April 2024 untuk Perlancar Arus Balik Lebaran

Tren
Jasa Marga Gelar Diskon Tarif Tol 20 Persen pada Arus Balik Lebaran 2024, Simak Jadwalnya

Jasa Marga Gelar Diskon Tarif Tol 20 Persen pada Arus Balik Lebaran 2024, Simak Jadwalnya

Tren
Pendaftaran Beli Elpiji 3 Kg Pakai KTP Ditutup Mei 2024, Berikut Cara Daftarnya

Pendaftaran Beli Elpiji 3 Kg Pakai KTP Ditutup Mei 2024, Berikut Cara Daftarnya

Tren
Arkeolog Temukan Lukisan Kuno di Pompeii yang Terkubur Hampir 2.000 Tahun

Arkeolog Temukan Lukisan Kuno di Pompeii yang Terkubur Hampir 2.000 Tahun

Tren
Gedung Kemenhan Inggris Disemprot Cat Merah akibat Masih Dukung Persenjataan Israel

Gedung Kemenhan Inggris Disemprot Cat Merah akibat Masih Dukung Persenjataan Israel

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com