Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa yang Terjadi pada Tubuh jika Berhenti Konsumsi Gula?

Kompas.com - 20/02/2024, 19:00 WIB
Aditya Priyatna Darmawan,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Gula merupakan salah satu bumbu dapur yang berguna untuk menambah cita rasa masakan atau makanan menjadi manis dan sedap.

Setiap orang bisa memutuskan seberapa banyak gula dikonsumsi atau bahkan berhenti mengonsumsi.

Namun, apa yang terjadi pada tubuh jika berhenti konsumsi gula?

Baca juga: Cara Baru Menikmati Teh Tanpa Menambahkan Gula, Ilmuwan Klaim Jauh Lebih Sehat

Ini yang terjadi pada tubuh jika berhenti konsumsi gula

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut sejumlah hal yang akan terjadi pada tubuh jika berhenti mengonsumsi gula:

1. Suasana hati menjadi lebih buruk

Dikutip dari EatThis (19/1/2024), seseorang akan merasa mudah tersinggung dan rewel ketika pertama kali berhenti mengonsumsi gula.

Ahli diet Danielle Crumble Smith mengatakan, dampak tersebut karena mempengaruhi gula darah dalam tubuh.

“Meskipun ‘tingginya gula’ di awal dapat menyebabkan peningkatan suasana hati sementara, penurunan gula darah selanjutnya dapat menyebabkan gangguan suasana hati, yang berpotensi meningkatkan perasaan cemas,” ujar Smith.

Tak hanya itu, berhenti mengonsumsi gula juga dapat merusak bahan kimia otak seseorang, yang mengganggu keseimbangan neurotransmitter kesenangan dan rasa dihargai.

2. Kesehatan metabolisme meningkat

Seseorang yang berhenti mengonsumsi gula dapat membuat kesehatan metabolisme tubuhnya menjadi lebih baik.

Sebab menurut Smith, kadar insulin dalam tubuh menjadi lebih stabil dengan menghilangkan asupan gula.

“Dengan menghilangkan gula, kadar insulin menjadi lebih stabil, mengurangi risiko terjadinya resistensi insulin dan membantu kesehatan metabolisme secara keseluruhan,” ungkap Smith.

Baca juga: Masuk Angin Bisa Tingkatkan Kadar Gula Darah, Penderita Diabetes Perlu Waspada

3. Berat badan berkurang

Makanan dan minuman manis mengandung kalori tinggi namun memiliki nilai gizi yang rendah.

Dengan memotong asupan gula dari pola makan, maka seseorang akan mengonsumsi lebih sedikit kalori.

Diketahui, kalori merupakan faktor penyebab kenaikan berat badan yang bisa menjadi obesitas.

Konsumsi gula yang sering juga dapat memicu siklus kadar gula darah tinggi dan rendah, sehingga bisa menyebabkan keinginan untuk mengonsumsi lebih banyak gula.

“Dengan mengurangi gula, Anda menstabilkan kadar gula darah, yang secara alami membantu mengurangi nafsu makan dan mempermudah penerapan pola makan seimbang,” kata Smith.

Halaman:

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com